<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195</id><updated>2012-02-16T19:13:51.467-08:00</updated><category term='Guratan hati'/><category term='Cerita Motivasi'/><category term='Umum'/><category term='Info sehat'/><category term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Keranjang si Dewak</title><subtitle type='html'>kumpulan celoteh usilku</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-7674191625509775804</id><published>2011-12-22T23:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T00:30:55.389-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>Jejak Kaki di 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-bhJdIikrZ6k/TvQ51F8znEI/AAAAAAAAANo/6_W1XYto-yM/s1600/dewak%2Bganteng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bhJdIikrZ6k/TvQ51F8znEI/AAAAAAAAANo/6_W1XYto-yM/s320/dewak%2Bganteng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689235813568846914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak terasa waktu berlalu dan sebentar lagi tahun pun akan berganti ke 2012. Begitu b&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;nyak hal yang telah kulalui di 2011 dan semua itu akan menjadi pelajaran berharga dan ken&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;angan indah untuk mena&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;paki kehidupan di tahun depan jika Beliau mengijinkan. Semog&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a saja masih diberkati dengan nafas yang masih mengikat ji&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;wa di dalam raga ini sehingga aku bisa memberikan yang terbaik buat keluargakau dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;orang-orang yang aku sayangi di tahun depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mencoba merenungi apa yang sudah aku perbuat di tahun ini, aku merasa masih begitu banyak kekurangan-kekurangan dalam diriku. Begitu banyak hal yang belum bisa aku wujudkan di tahun ini, tetapi itu tak boleh membuat aku patah arang. Bagaimanapun juga, semua pencapaian yang telah aku raih di tahun ini walau tak  sehebat orang lain, karena  berbagai rintangan dan keterbatasan  telah berhasil kulalui  menjadikan sebuah kesuksesan tersendiri buatku. Dan hal ini  patut disyukuri dan menjadi batu loncatan buatku kedepan untuk bisa melompat lebih tinggi lagi meraih impian-impian dalam hidupku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memang apa yang telah aku lalui tidak semua bisa berjalan mulus bahkan banyak hal yang terjadi di luar dugaan dan rencana. Tapi, puji syukur semua masih bisa berjalan dengan baik dan semoga kedepan akan lebih baik lagi. Aku tak mau terlalu muluk-muluk menentukan target dalam hidupku di tahun depan, tetapi bukan berarti aku tidak punya tujuan. Tahun depan aku ingin menjadi lebih baik di bidang ekonomi dan spiritual. Dan tentunya ditunjang oleh kondisi fisik yang prima juga, jadi kuputuskan mulai januari nanti aku akan lebih rutin berolahraga lagi..hehehehe...(maklum sudah lama aku nggak "gerak" rasanya dah kangen banget).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah kesuksesan buat diriku di tahun ini adalah aku bisa menghentikan kebiasaan merokok yang aku mulai sejak tahun 2006 lalu. Dan semoga aku tidak kembali lagi ke kebiasaan buruk yang selalu bertentangan dengan hati nuraniku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ngomong-ngomong masalah spiritualitas, aku merasa ada yang harus segera dilakukan untuk mengumpulkan bekal buat perjalananku setelah kehidupan di dunia ini. Aku menyadari hal ini setiap kali melihat orang meninggal, baik itu kerabat ataupun di televisi. Setiap manusia pasti akan mati, dan tentunya kematian bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengutip lirik lagunya Ebit G Ade,&lt;/span&gt; &lt;em&gt;"Bila masih mungkin kita menorehkan bakti, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Mumpung masih ada kesempatan buat kita, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;mengumpulkan bekal perjalanan abadi". Ya,&lt;/em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; p&lt;/span&gt;erjalanan abadi yang mesti dilanjutkan di alam lain dibalik alam material ini. Mungkin terlalu naif rasanya kalau aku membicarakan hal ini, tapi kalau kita mau jujur dan  sedikit merenung, a&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;nda pasti akan mulai menyadari&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; mau kemana kita setelah kehidupan di dunia ini, dan menyadari bahwa tujuan akhir kita bukanlah kemewahan di dunia, tapi jauh melebihi dari sekedar gemerlap materi duniawi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mumpung masih diberi waktu, aku ingin berbuat kebajikan, bisa berguna bagi orang lain, dan menjadi terang buat sekitar. Aku ingin menjadi pribadi yang lebih dewasa dan  lebih bijak lagi dalam menjalani sisa hidup yang masih Tuhan berikan kepadaku dan ingin membahagiakan keluarga dan orang-orang yang aku sayangi serta menjadi saluran berkat buat orang lain.&lt;/span&gt; Astungkara.&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;dl style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;/dl&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-7674191625509775804?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/7674191625509775804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=7674191625509775804' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7674191625509775804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7674191625509775804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2011/12/jejak-kaki-di-2011.html' title='Jejak Kaki di 2011'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bhJdIikrZ6k/TvQ51F8znEI/AAAAAAAAANo/6_W1XYto-yM/s72-c/dewak%2Bganteng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6167222433052994612</id><published>2011-07-18T01:50:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T19:10:13.601-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>Goresan Kenangan di Manis Kuningan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-l73cXBnwQ2s/TiP1wfOfAqI/AAAAAAAAAM4/vUR_lhM5vYE/s1600/DSCF8737.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 216px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-l73cXBnwQ2s/TiP1wfOfAqI/AAAAAAAAAM4/vUR_lhM5vYE/s320/DSCF8737.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630614172508029602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sore itu terasa begitu berat bagiku, pun istriku. Dada ini serasa penuh sesak oleh kesedihan. Air mataku tak dapat kubendung manakala menatap wajah putraku yang masih tertidur lelap. Aku membaringkan tubuhku disampingnya sambil memeluknya dengan lembut. Tak kuasa aku menahan rasa yang bergelora didalam hatiku saat itu. Badanku bergetar karena menahan kesedihan membayangkan perpisahanku dengan anakku yang belum genap berusia 2 tahun. Istriku pun tak kuasa menahan tangisnya karena ternyata sudah sejak tadi siang dia tahan-nahan. Sungguh berat rasanya kami meninggalkan anak kami tinggal bersama ayah dan ibuku dikampung,demi mengejar sebuah impian dan mencari penghidupan yang layak di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun aku tahu, kepergian kami ke kota ini tidak untuk selamanya,namun kebersamaan kami selama ini telah menggoreskan kenangan yang begitu indah dalam hipup kami. Kehadirannya begitu memberi arti dan keceriaan pada hari-hari kami selama ini. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan senantiasa memberi energi untuk tetap semangat dalam menjalani hari. Tapi sore ini kami harus berangkat meninggalkan kenanggan keceriaan kami pagi tadi berendam di permandian air panas. Kami bertiga begitu ceria saat itu, mengisi hari libur Kuningan kali ini dengan kebersamaan yang begitu indah. Tapi keceriaan itu harus kami akhiri dengan kepergian kami walau dalam keterpaksaan. Dan hari ini aku benar-benar mengerti apa yang dirasakan istriku selama ini. Dia begitu mencintai anak kami sehingga tak sedetikpun dia mau berpisah dengannya. Dan aku pun begitu.&lt;br /&gt;Sesampainya kami ditempat kost, istriku langsung duduk terdiam di pinggir ranjang sambil matanya berkaca-kaca. Kesedihan itu masih begitu dalam terasa. Setiap benda milik anakku, mulai dari sendal, selimut, mobil-mobilan, baju dan celananya selalu mengingatkanku padanya. Bayangannya selalu melintas di dalam benakku ketika melihat benda-benda itu dihadapankku. Apalagi ketika malamnya aku memberi makan ikan lele di kolam depan kost kami yang aku pelihara untuk menyenangkan anakku karena dia suka sekali melihat ikan. Air mataku berlinang lagi mengingat setiap moment disaat kami biasa memberi makan ikan-ikan itu malam-malam sebelumnya. Keceriaan anakku disaat melihat ikan-ikan itu berebut makan begitu menyayat hatiku. Apalagi ketika suara anakku yang masih belum begitu fasih berkata-kata masih terngiang-ngiang ditelingaku. Sungguh tak dapat kutahan rasa ini.&lt;br /&gt;Malam itupun kami lalui dalam kesedihan. Aku tak dapat tidur sampai larut karena memikirkan langkah apa yang bisa aku tempuh dalam keterbatasan yang sedang membelengguku. Aku harus bekerja, dan istriku pun baru mulai berkerja. Sebenarnya aku tidak keberatan kalau istriku tidak bekerja, tetapi karena beban ekonomi kami yang sedang berat mengharuskan aku merelakan dia bekerja disamping untuk mengembangkan potensinya yang selama ini terbelenggu karena harus mengurus anak. Walaupun aku tahu dia tak keberatan aku suruh jadi ibu rumah tangga untuk sementara waktu, tapi ada hal lain yang tak bisa aku ceritakan disini yang menjadi pertimbanganku sehingga aku tidak inggin dia kehilangan kesempatan ini.&lt;br /&gt;Pagi hari ini aku berangkat ke kantor dengan perasaan berat. Biasanya sebelum berangkat aku harus mengajak anakku naik motor barang 2-3 kali putaran di halaman rumah tempat kost kami, tapi hari ini moment itu hanya ada di bayangan saja. Telingaku terngiang dengan kata-kata anakku yang biasanya berkata "Adeng-adeng Ajik, dadaa...muach" sewaktu aku berangkat kerja, tapi hari ini tak ku dengar lagi.&lt;br /&gt;Sekarang aku benar-benar merasakan bagaimana rasanya kehilangan, walau tak sebenarnya kehilangan. Tapi aku seperti merasa telah kehilangan sesuatu yang paling berharga di dalam hipupku. Bagaimanapun juga, anakku adalah titipan Tuhan pada kami, yang harus kami rawat dan kami jaga. Aku tak ingin kehilangan moment-moment penting dalam pertumbuhannya karena aku tahu waktu tak akan bisa diputar ulang. Aku dan istriku hanya ingin menjadi orang tua yang baik buat anak yang ditipkan pada kami, dan memberikan dia kebahagiaan. Semoga dibukakan jalan terang pada kami untuk menjalani sisa-sisa kehidupan ini dengan lebih baik. Dode..ajik kangen....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6167222433052994612?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/6167222433052994612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=6167222433052994612' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6167222433052994612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6167222433052994612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2011/07/goresan-kenangan-di-manis-kuningan.html' title='Goresan Kenangan di Manis Kuningan'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-l73cXBnwQ2s/TiP1wfOfAqI/AAAAAAAAAM4/vUR_lhM5vYE/s72-c/DSCF8737.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-5829380992308762154</id><published>2011-05-31T00:25:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T00:47:06.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Motivasi'/><title type='text'>Filsuf dan Deretan Angka 0</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aduh..lama sekali saya tidak menjamah keranjang ini. Mumpung lagi ada kesempatan nih, saya mau nambahin isi keranjang saya ini dengan sebuah cerita inspiratif yang saya baca di website tetangga. Bukan hanya inspiratif, menurut saya cerita ini sangat menarik dan mengandung makna yang sangat dalam buat kehidupan saya khususnya dan mungkin juga anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Diceritakanlah seorang filsuf, yang mendapatkan seluruh kepandaiannya dari membaca buku. Suatu hari, sang filsuf menyewa kapal untuk menyeberangi sungai Gangga.&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, filsuf ini menyombongkan pengetahuannya, dan bertanya kepada si empunya kapal, apakah dia pernah membaca dan mengerti susunan kimia air sungai.&lt;br /&gt;“Maaf, tuan,” tukang kapal itu menjawab. “Saya terlalu sibuk mencari nafkah. Saya tak punya waktu untuk membaca.”&lt;br /&gt;Filsuf itupun berkata, “Sayang sekali, teman, itu berarti seperempat hidupmu hilang sia-sia.”&lt;br /&gt;Si tukang kapal diam saja, menelan hinaan itu, dan terus mendayung. Beberapa saat kemudian orang bijak itu pun bertanya lagi, “Teman, apakah kamu pernah membaca buku kedua dari keempat Kitab Weda?&lt;br /&gt;“Filsuf yang terhormat!” si tukang kapal berteriak jengkel, “saya sudah katakan saya tidak pernah punya waktu untuk membaca.”&lt;br /&gt;“Maka”, kata sang filsuf itu sombong, bukan sperempat, tapi setengah dari hidupmu hilang sia-sia.”&lt;br /&gt;Sang filsuf kemudian menanyakan hal yang sama sampai buku keempat Kitab Weda. Tetapi, tak lama kemudian datang angin topan menderu-deru di atas permukaan air. Gelombang pun menjadi semakin besar, tidak seperti sebelumnya, menghantam dan mengombang-ambingkan kapal hingga akhirnya kapal itu penuh terisi air. Menit demi menit berlalu. Akhirnya si tukang kapal berteriak di tengah-tengah angin yang menderu-deru itu:&lt;br /&gt;“Tuan fisluf yang terhormat. Tuan telah mengajukan dua pertanyaan kepada saya. Sekarang saya ingin mengajukan satu pertanyaan. Apa tuan bisa berenang?”&lt;br /&gt;“Sama sekali tidak,” katanya putus asa sambil berusaha menggapai dayung.&lt;br /&gt;“Sayang sekali, dengan sangat menyesal saya harus mengatakan bahwa seluruh hidup tuan akan segera hilang sia-sia!”&lt;br /&gt;Setelah itu, pemilik kapal itu pun terjun ke dalam air dan dengan gaya yang luar biasa dia berenang ke tepi sungai. Sang filsuf ternyata tidak lebih baik dari si tukang kapal, meskipun dia pernah mendefinisikan rumus molekul air, angin, dan bagaimana cara berenang yang aman. Kapal itu akhirnya tenggelam, bersama sang filsuf, dan cerita tentang kepandaiannya itu tak pernah terdengar lagi.&lt;br /&gt;Pesan moral cerita itu sangatlah jelas: lebih baik mampu berenang di tengah-tengah badai kehidupan daripada tahu bagaimana memberikan penjelasan tentang badai itu sendiri dengan menggunakan akal budi teoritis.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana cara kita berenang di tengah-tengah badai kehidupan modern saat ini? Caranya adalah dengan tidak membiarkan hidup kita hanya terbuang sia-sia untuk menciptakan deretan puluhan angka nol yang tidak bermakna. Deretan angka nol berikut ini tentu tidak bermakna apa-apa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa adanya angka 1 di depan deretan angka nol itu, seberapapun panjang deretan itu, ia tidak bermakna. Deretan yang tidak memiliki nilai. Tapi selekas kita tambahkan angka 1 di depan angka nol, misalnya 10, atau 100, atau 1000, maka deretan angka nol itu jadi memiliki arti, menunjukkan sebuah bilangan yang bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungan angka nol itu dengan kehidupan spiritual kita? Seluruh aktivitas dan kegiatan keduniawian yang mungkin telah menyita seluruh waktu kita, dapat diibaratkan sebagai sederetan angka nol itu. Kemajuan teknologi, kemakmuran material, dan pengetahuan setinggi apapun yang ada di otak kita, bila tidak dihubungkan dengan kegiatan pengabdian kepada Tuhan, semuanya akan berakhir sia-sia, hilang musnah bersama sinarnya tubuh jasmani kita kelak.Ia seperti kepandaian teroritis sang filsuf itu, yang hanya di dapat dari membaca buku. Lalu, angka 1 itu adalah ibarat kemampuan berenang yang dipunyai oleh si empunya kapal. Dalam hidup keseharian kita, angka 1 itu adalah Tuhan. Tempatkan Tuhan di depan angka nol itu. Tempatkan Tuhan sebagai goal atau tujuan dibalik seluruh aktivitas kita, maka semuanya akan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;cerita dikutip dari;http://narayanasmrti.com/2011/04/14/agar-bermakna-tambahkan-angka-satu-di-depan-sederetan-angka-nol/&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-5829380992308762154?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/5829380992308762154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=5829380992308762154' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/5829380992308762154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/5829380992308762154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2011/05/filsuf-dan-deretan-angka-0.html' title='Filsuf dan Deretan Angka 0'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-9044053649377190387</id><published>2010-10-11T01:40:00.000-07:00</published><updated>2010-12-12T20:27:09.071-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>Matahari dan Bulan pun Tersenyum</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/TNOeC_ksJII/AAAAAAAAAMg/eWsI2JW8OAU/s1600/dewa+nitip.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 185px; FLOAT: left; HEIGHT: 220px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535942141230720130" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/TNOeC_ksJII/AAAAAAAAAMg/eWsI2JW8OAU/s320/dewa+nitip.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Malam itu sektar jam 20.30 wita sayup-sayup kudengar melodi lagu Sweet Child O'Mine yang kujadikan nanda panggilan di hp ku. Bergegas aku ambil benda hitam yang masih bergetar-getar itu dan ku lihat tertera nama paman istriku dilayarnya."Wah, ada apa gerangan", pikirku dengan perasaan sedikit berdebar sambil kemudian memencet tombol "yes" di hp ku itu. Terdengar dari ujung sana suara paman istriku yang sedikit berat menyapaku dan menanyakan kabar aku dan keluargaku. Basa-basi singkat itu kemudian dilanjutkan ke point pembicaraan dan sekitar 3 menit kemudian hp pun ditutup karena maksud dan tujuan telah tersampaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa minggu kemudian, tepatnya sehari setelah hari saraswati yang baru lewat istriku mengirimkan sebuah pesan singkat ke hp ibunya (metuaku) dan juga ke Bapaknya. "Nunas lungsurane dik" yang artinya "boleh minta sisa sajennya sedikit", begitu isi pesan singkat yang dikirim istriku. Sebenarnya sms itu hanya sekedar basa-basi sekaligus buat pancingan kepada ibunya utuk mengetahui kondisi perasaannya. Hampir 2 tahun sudah beliau belum juga membuka pintu hatinya buat hubungan kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak disangka tak dinyana, sms dari istriku dibalas juga oleh ibunya. Seperti hujan yang turun dibawah teriknya mentari, kata-kata di pesan singkat balasan ibunda istriku kali ini sungguh berbanding 180 derajat dari sebelum-sebelumnya. Kata-kata kasar yang sebelumnya selalu mengnyegat perasaan kali ini tak lagi terlihat lagi di layar hp istriku. Kata-kata rindu,sayang dan sebagainya menghiasi layar hp istriku. Wajah istriku begitu sumringah, tampak terpancar aura kegembiraan di wajah istriku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Singkat cerita, komunikasi antara istriku dengan ibunya yang selama ini terhalang kini sudah pulih kembali. Tiap hari ibu mertuaku itu selalu saja menyempatkan menanyakan keadaan istriku dan juga cucunya. Walaupun istriku bilang kalau ibunya masih belum memaafkan aku, tapi aku sudah bisa menduga kalau dia sudah mulai membukakan hatinya padaku sebagai menantunya. Ini terbukti dari sms beliau yang kadang menayakan aku sudah pulang kerja apa belum kepada istriku. Sampai akhirnya suatu hari istriku diminta pulang menjenguknya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan akhirnya hari sabtu tanggal 2 Oktober 2010, aku, istri dan anakku pergi kerumah mertuaku. Setibanya dirumah mertua, hanya terlihat nenek yang menyambut. Kemudian dari dalam rumah, ibu mertua keluar sambil menangis sejadi-jadinya. Bapak mertua yang mendampingi hanya bisa menghela nafas melihat anak dan istrinya yang telah lama tak bertemu bertangis-tangisan melepas kerinduannya. Dan aku pun hanya bisa menarik nafas panjang sembari bersyukur pada Tuhan karena hari itu akhirnya istriku bisa mewujudkan keinginannya bertemu lagi dengan ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian cerita singkat pertemuan kami dengan mertuaku. Aku bersyukur karena pintu yang selama ini tertutup telah terbuka, dan semoga debu kan jadi permata sehingga hina menjadi mulia. Dan semoga diberikan jalan untuk menjalani hubungan yang lebih harmonis. Astungkara. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-9044053649377190387?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/9044053649377190387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=9044053649377190387' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/9044053649377190387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/9044053649377190387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/10/matahari-dan-bulan-pun-tersenyum.html' title='Matahari dan Bulan pun Tersenyum'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/TNOeC_ksJII/AAAAAAAAAMg/eWsI2JW8OAU/s72-c/dewa+nitip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8838775096868301328</id><published>2010-06-24T00:24:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T22:15:55.265-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>Matahariku Tersenyum di Balik Awan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wuih...tak terasa sembilan bulan sudah berlalu semenjak kehadirannya di dunia ini dan mengisi hari-hari kami dengan kebahagiaan. Keceriaan yang tergurat diwajahnya yang lucu itu senantiasa mengobati hatiku dan juga istriku dari kepenatan dan masalah sehari-hari yang cukup kompleks. Kehadirannya telah memberiku semangat baru untuk terus berjuang dan survive melawan kerasnya kehidupan ini. Dia adalah matahari kami, pemberi cahaya kebahagiaan dan semangat baru pada ku. Dia pun telah mengajarkan ku menjadi pribadi yang sedikit lebih dewasa dan lebih bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari pertama kelahirannya dia terlihat begitu mungil. Rambutnya yang hitam legam dan panjang menyelubungi kepalanya yang bulat. Bulu-bulu halus bertebaran dari dahi hingga ke punggung memb&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/TCQG1wsAAHI/AAAAAAAAAL4/x8mMFeov0xU/s1600/Foto199.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 171px; FLOAT: left; HEIGHT: 151px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486517766716391538" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/TCQG1wsAAHI/AAAAAAAAAL4/x8mMFeov0xU/s320/Foto199.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;uat aku berkata "&lt;em&gt;kok seperti Sun Go Kong ya&lt;/em&gt;" &lt;em&gt;hehehe...&lt;/em&gt;istriku langsung tertawa mendengarnya. Puji syukur aku panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas berkat yang diberikanNya pada kami. Seorang bayi laki-laki yang ganteng, seganteng bapaknya. &lt;em&gt;Hehehe...GR dikit boleh ya..wkwkwkwk...&lt;/em&gt; Syukur dia lahir dengan selamat tak kurang suatu apapun walau dengan terpaksa harus keluar setelah pisau bedah bembelah perut istriku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tiga hari pertama kondisinya masih baik-baik saja kecuali setelah menjelang malam di hari ketiga itu kondisinya sedikit menurun. Pernafasannya sedikit terganggu sehingga akhirnya harus dipindah ke ruang perawatan bayi. Enam hari berikutnya dia harus tidur di ruangan itu di dalam kotak kaca berisi lampu yang disebut inkubator. Hanya istriku yang diperbolehkan menunggui anak kami di ruangan tersebut ditemani para perawat yang bertugas jaga. Sampai akhirnya hari kesembilan semenjak kelahirannya, kami diperbolehkan pulang oleh dokter mengingat kondisinya sudah stabil. Sungguh senang rasanya bisa pulang besama buah hati tercinta yang begitu lucu. Dirumah kami disambut keluarga yang lain dengan penuh kegembiraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;Sekarang dia sudah bisa berdiri dan mulai belajar berjalan. Giginya pun sudah mulai tumbuh. Tawanya yang dulu terlihat sangat lucu karena ketika dia nyengir hanya terlihat gusi tak bergigi, kini justru terlihat tambah lucu dengan sebuah gigi seri atas yang baru nongol. Pipinya yang tembem membuatku selalu ingin menciuminya begitupun keluargaku yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;Walaupun kebahagiaan aku dan istriku serta ayah dan ibuku telah dilengkapi oleh kehadirannya, namun terkadang dalam hati kecilku aku merasa sedih ketika melihat istriku suatu ketika dihinggapi perasaan kangen yang begitu berat kepada orang tuanya. Ya maklumlah sudah 1,5 tahun ini dia belum bertemu ibunya. Bukannya aku tidak mau mengantarnya menemui ibunya, tapi karena aku pikir belum saatnya. Ibunya masih marah dan belum bisa menerima karena anaknya aku larikan. Aku pun tak bisa menyalahkan sikapnya yang seperti itu, tapi kalaupun itu dipertahankan seperti itu toh tak akan mengubah keadaan. Tapi beruntung bapak mertuaku lebih bijaksana dan telah merestui hubungan kami. Namun aku sedikit bersedih karena aku tidak bisa sering-sering mengunjungi bapak mertuaku itu disamping karena jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami tapi untuk mencari waktu bertemu yang pas agar tidak diketahui ibu mertua. Aku bisa menerima keadaan itu, karena pertimbangan bapak mertuaku itu tentunya telah dipertimbangkan mengingat kondisi ibu mertua yang demikian.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;Sering aku lihat raut muka sedih dari bapak mertuaku ketika menggendong cucunya. Entah apa yang melintas di benaknya, aku pun tak tahu. Aku bisa melihat kesedihan yang disembunyikannya dengan menunjukkan wajah ceria dibalik hatinya yang rapuh. Terkadang waktu pertemuan kami hanya beberapa menit saja karena beliau harus segera kembali ke tempat kerjanya. Aku juga sering mengamati kesedihan istriku ketika berpisah saat pertemuan singkat dengan bapaknya. Ada kerinduan yang belum terpuaskan oleh perjumpaan yang singkat itu. Tapi bagaimanapun, dia terlihat lebih ceria setelah pertemuan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;Setiap saat aku selalu berdoa semoga dibukakan pintu hati ibu mertuaku. Aku yakin suatu saat nanti beliau pasti akan merestui hubungan kami, seperti lirik lagunya band dari Malaysia itu, yang berjudul Suci Dalam Debu. Sepenggal liriknya seperti ini "&lt;em&gt;Suatu hari nanti Pastikan bercahaya Pintu akan terbuka Kita langkah bersama Di situ kita lihat Bersinarlah hakikat Debu jadi permata Hina jadi mulia Bukan khayalan yang aku berikan Tapi keyakinan yang nyata Kerana cinta lautan berapi Pasti akan kurenang jua". &lt;/em&gt;Dan saat itulah akan kubawa anak dan istriku menemuinya. Dan semoga semua akan indah pada waktunya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8838775096868301328?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8838775096868301328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8838775096868301328' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8838775096868301328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8838775096868301328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/06/matahariku-tersenyum-di-balik-awan.html' title='Matahariku Tersenyum di Balik Awan'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/TCQG1wsAAHI/AAAAAAAAAL4/x8mMFeov0xU/s72-c/Foto199.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-1598701295601768267</id><published>2010-06-17T23:22:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T04:05:03.615-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>The Conqueror</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/TBsWz_T8NUI/AAAAAAAAALw/oTLoLjQhtYs/s1600/khastria+pedang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484002053677921602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 258px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/TBsWz_T8NUI/AAAAAAAAALw/oTLoLjQhtYs/s320/khastria+pedang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Menaklukkan dengan senyuman dan kelembutan hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tanpa kekerasan mencari kedamaian hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Tuk temukan jati diri yang  sejati.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-1598701295601768267?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/1598701295601768267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=1598701295601768267' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/1598701295601768267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/1598701295601768267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/06/conqueror.html' title='The Conqueror'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/TBsWz_T8NUI/AAAAAAAAALw/oTLoLjQhtYs/s72-c/khastria+pedang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-4040383368845974226</id><published>2010-05-30T18:49:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T19:26:11.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Teriak Maling di Pagi Hari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dua hari yang lalu rasanya badanku ini letih sekali setelah seharian disibukkan dengan pekerjaan rumah yang rutin kulakukan disaat libur dari aktifitas kantor yang membosankan. Malam itu aku tidur jam 23.00 setelah kakiku yang pegal dimanjakan oleh jemari istriku yang lembut. Rasa kantuk yang begitu dalam meyerang mataku karena letih bercampur nikmat saat istriku memijat-mijat kakiku. Sungguh hari yang melelahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku terlelap dalam buaian mimpi yang berganti-ganti. Entah apakah itu karena kecapean ataukah pikiranku yang senantiasa berkelana dan berkreasi memikirkan hal-hal yang aneh-aneh ataukah itu hanya pengaruh pikiran bawah sadarku akibat berbagai hal yang kualami dalam  kehidupan ini. Aku belum bisa menjawabnya. Malam itu aku seperti berada di suatu tempat yang kukenal tapi terlihat berbeda dari kenyataannya. Dalam pikiranku seperti mengatakan bahwa tempat itu ada hantunya, tapi tak satupun kulihat sosok mencurigakan atau meyeramkan disana. Tetapi sepertinya bulu kudukku terasa seperti berdiri karena perasaan takutku. Saking takutnya aku berlari sampai akhirnya tiba di depan rumah temanku. Disana aku bertemu dengan 3 orang temanku dan kemudian kami mengobrol disana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mereka aku temui sedang duduk-duduk diatas tikar di tengah jalan di depan rumah temankku. Dan aku bertanya,"mengapa kalian duduk di tengah jalan ini?" Mereka menjawab,"Kami sedang ronda dan tugas jaga disini". Selanjutnya aku ikut duduk disana dan menceritakan pengalamanku beberapa saat yang lalu itu kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika sedang asyik ngobrol, tiba-tiba tetangga rumah temanku itu berteriak-teriak. "Tolong, ada orang di pohon mangga..." Dan kami semua serentak berlarian menuju kesana. Aku melihat sesok tubuh bercadar dan ditutupi kain sarung dari kepala hinga pinggang tampak turun dari pohon mangga itu. Matanya terlihat garang seperti mata seekor monyet yang mau menerkam mangsanya. Kambali bulu kudukku aku rasakan seperti berdiri lagi dan kemudian aku berusaha berteriak, "ma...ma...maliiiinggg....maliiing..." Teriakan pertama terasa begitu berat  keluar dari mulutku, dan karena dorongan rasa takut yang menyelimuti aku berusaha berteriak sekuat tenanga dan akhirnya suara teriakannku itupun bisa keluar dari mulutku yang akhirnya membangunkan istriku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Eh, bangun..bangun..." Istriku membangunkanku dari mimpi itu sambil tersenyum-senyum meledekku. Aku hanya bisa tersipu-sipu dihadapannya. Kutanya jam pada istriku, dan dia mengatakan sudah jam 6 pagi. Wah, kupikir masih jam 3 pagi, padahal mataku masih terasa ngantuk sekali. Tapi apa daya, hari sudah pagi dan anakku pun sudah bangun dan sedang merangkak-rangkak disisiku membuat ngantukku berkurang sedikit. Dan kami akhirnya bercanda di tempat tidur sampai aku rasa sudah fit, baru kemudian bangun dan keluar menghirup udara pagi yang segar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-4040383368845974226?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/4040383368845974226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=4040383368845974226' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4040383368845974226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4040383368845974226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/05/teriak-maling-di-pagi-hari.html' title='Teriak Maling di Pagi Hari'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-5256436029569726525</id><published>2010-03-03T20:50:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T21:11:42.771-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Maknyuss...mantap bener..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang ini jam 12.00 waktunya istirahat dari kesibukan di kantor. Eh, sibuk sih enggak...karena dari pagi belum ada pekerjaan jadi bisa santai sambil browsing dan baca-baca Bhagavad Gita. Tapi jeleknya kalau lagi santai begini mata keseringan ngantuk tak tertahankan. Sampai-sampai kepala jadi manggut-manggut di depan komputer. Berhubung dah waktunya makan siang, langsung aja tuh bungkusan yang saya bawa dari rumah saya bongkar.  Makanan dalam kotak plastik yang disiapkan istri saya pagi ini isinya memang terlihat tidak begitu istimewa, hanya nasi dan beberapa potong ikan lele goreng berbalur bumbu kunyit lengkap. Tetapi begitu saya santap, aroma kunyit yang khas bercampur dengan rasa bawang yang pas membuat lidah makin ingin bergoyang-goyang. Apalagi rasa pedas yang tak terlalu terasa membuat lidah saya semakin dimanjakan karena saya memang tidak begitu suka dengan makanan pedas. Tumben rasanya itu bumbu terasa pas sekali di lidah saya.&lt;br /&gt;Walaupun menu yang begitu sederhana dan tidak memenuhi unsur empat sehat lima sempurna, tetapi saya sangat lahap menyantapnya. Wah..rasanya tak kalah dengan masakan dari koki warung makan sebelah dah pokoknya, hehehehe....Pokoknya bener-benar muanteeb...ikannya gurih banget...sruuppp.....air liur rasanya sampai mau keluar aja ni...wakakaka....&lt;br /&gt;Memang menu makanan saya hari ini tidak seberapa dibandingkan menu makanan anda sehari-hari. Tapi rasa syukur dan lapar saya sudah memberi rasa nikmat yang luar biasa pada diri saya. Dan saya jadi lebih mengerti bahwa makan itu untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Dan dengan mensyukuri segala bentuk nikmat yang Tuhan berikan kepada kita walaupun sangat sederhana justru memberikan nilai kenikmatan yang tak terkira kepada kita.&lt;br /&gt;Sekian yang bisa saya tuangkan hari ini, dan jam sudah menunjukkan pukul 13.00. Saya harus kerja dulu ya....bye..bye..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-5256436029569726525?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/5256436029569726525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=5256436029569726525' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/5256436029569726525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/5256436029569726525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/maknyussmantap-bener.html' title='Maknyuss...mantap bener..'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-4429832520504945350</id><published>2010-03-03T00:06:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T01:05:57.732-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>MKKB kah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Waduh..kok macet ya....?" Lalu saya ambil benda berwarna kuning beroda empat itu dan mencoba  untuk menyelidiki kerusakan apakah gerangan yang terjadi sehingga dia ngadat dan tak mau bergerak. Setelah beberapa lama saya utak-atik, ternyata saya tak menemukan juga kerusakannya ada dimana. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hehehe...maklum nggak ngerti elektronik sih..&lt;/span&gt;). Kemudian saya ambil dan bawa pulang benda itu dan meletakkannya kembali di kotaknya. "Sial, baru beli dua hari lalu sekarang sudah rusak", saya berguman dalam hati. Ya bagaimana tidak kesal, dua ratus ribu rupiah hanya bisa terpakai dua hari.&lt;br /&gt;Hehehehe...jadi malu... Sebenarnya sih ini bukan hal yang penting untuk diceritakan, tapi mumpung lagi ada mood buat nulis dan tak ada topik, maka saya post kan saja ide ini. Oh iya, mau cerita sedikit, hari Minggu yang lalu saya pergi ke sebuah toko yang menjual mainan anak-anak di kota saya Tabanan. Saya tertarik oleh sebuah keinginan yang dipicu kesempatan meminjam mainan seorang anak di desa saya beberapa hari yang lalu. Ya, sebuah mobil-mobilan yang menggunakan remote control. Entah keinginan itu sebenarnya sudah lama ada di alam bawah sadar saya atau tidak, yang jelas keinginian itu sangat kuat. Padahal saya sudah berusaha untuk berpikir dewasa dan mengatakan pada diri saya bahwa sudah bukan saatnya bermain mobil-mobilan seperti anak kecil saja. Tapi semakin dilawan, rasanya keinginan untuk segera memilikinya menjadi semakin menggebu-gebu. Dan akhirnya saya menyerah, dan saya beli mobil-mobilan remote control itu seharga dua ratus ribu rupiah.&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, ponakan saya yang baru berumur dua setengah tahun begitu antusias menyambut mainan yang saya beli itu sebab dari beberapa hari lalu semenjak saya cerita bakalan membeli mainan itu dia sudah merasa sangat senang dengan harapan dia bisa meminjamnya. Kemudian kami segera menuju "landasan pacu" lapangan semen tempat penjemuran gabah di rumah saya. Baru 5 menit bermain, ternyata baterai nya sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drop &lt;/span&gt;karena belum saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;charge&lt;/span&gt;. Kami berhenti bermain dan pulang ke rumah untuk menge-charge baterai.&lt;br /&gt;Lain dengan ponakan saya yang begitu antusias, ternyata bapak saya bersikap 180 derajat berlawanan. Dia terlihat tidak suka melihat saya membelanjakan uang untuk hal-hal yang menurut dia sangat tidak penting seperti itu. Ya, bisa dimaklumi lah... saya yang notabene adalah seorang yang sudah boleh dibilang "bukan anak kecil lagi", kok masih memiliki pikiran kekanak-kanakan seperti itu. Tapi bagi saya, itu hak dia dengan pikirannya dan hak saya juga dengan hasrat saya. Hampir senada dengan bapak, malahan ada saya ketahui ada salah seorang warga kampung yang sepertinya mencibir kelakuan saya itu. Ah, tapi saya sih tidak ambil pusing, memangnya dia yang kasih uang buat beli mainan itu apa??? Punya kesenangan bermain walaupun boleh dibilang mainan anak-anak kok dianggap salah dan seperti berdosa saja, memangnya dia tak merasa berdosa ketika bermain judi ataupun pasang nomor togel. Ah, kenapa harus ambil pusing... terserah dia dan anda dengan pikiran masing-masing.&lt;br /&gt;Kembali ke topik, bermain remote control ternyata asyik juga rasanya. Tapi kesenangan itu ternyata tak berlangsung lama. Kini saya harus menahan keinginan itu karena mobil-mobilan saya itu sedang rusak. Kalau ada dari rekan-rekan sekalian yang punnya informasi mengenai tempat menservis mobil-mobilan remote control mohon diinfokan ya, hehehehe....&lt;br /&gt;Sampai disini dulu ya, jam sudah menunjukkan pikul 5 sore nih...waktunya untuk pulang kantor :(&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-4429832520504945350?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/4429832520504945350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=4429832520504945350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4429832520504945350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4429832520504945350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/mkkb-kah.html' title='MKKB kah?'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-7154980673490910941</id><published>2010-03-02T21:25:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:27:56.482-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab I</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Meninjau tentara-tentara di medan perang kuruksetra&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;..&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.1&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dhṛtarāṣṭra uvāca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dharma-kṣetre kuru-kṣetre&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;samavetā yuyutsavaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;māmakāḥ pāṇḍavāś caiva&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kim akurvata sañjaya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Dhrtarastra berkata; Wahai Sanjaya, sesudah putera-puteraku dan putera pandu  berkumpul di tempat suci kuruksetra dengan keinginan untuk bertempur, apa yang dilakukan oleh mereka?&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sañjaya uvāca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dṛṣṭvā tu pāṇḍavānīkaḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;vyūḍhaḿ duryodhanas tadā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;ācāryam upasańgamya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;rājā vacanam abravīt&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Sanjaya berkata; wahai Baginda Raja, sesudah meninjau tentara yang telah disusun  dalam barisan-barisan oleh para putera pandu, raja Duryodhana mendekati gurunya dan berkata sebagai berikut.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.3&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;paśyaitāḿ pāṇḍu-putrāṇām&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;ācārya mahatīḿ camūm&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;vyūḍhāḿ drupada-putreṇa&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tava śiṣyeṇa dhīmatā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Wahai Guruku, lihatlah tentara-tentara besar para putera pandu, yang disusun dengan ahli sekali oleh putera Drupada, murid anda yang cerdas.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.4&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;atra śūrā maheṣv-āsā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;bhīmārjuna-samā yudhi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yuyudhāno virāṭaś ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;drupadaś ca mahā-rathaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Di sini dalam tentara ini ada banyak pahlawan pemanah yang sehebat Bhisma dan Arjuna dalam pertempuran; kesatria-kesatria yang hebat seperti Yuyudhana, virata dan Drupada.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.5&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dhṛṣṭaketuś cekitānaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kāśirājaś ca vīryavān&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;purujit kuntibhojaś ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;śaibyaś ca nara-puńgavaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Ada juga kesatria-kesatria yang hebat, perkasa dan memiliki sifat kepahlawanan seperti Dhrstaketu, Cekitana, Kasiraja, Purujit, Kunti-bhoja dan Saibya.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.6&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yudhāmanyuś ca vikrānta&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;uttamaujāś ca vīryavān&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;saubhadro draupadeyāś ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sarva eva mahā-rathāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Ada Yudhamanyu yang agung, Uttamauja yang perkasa sekali, putera Subhadra dan putera-putera Draupadi. Semua kesatria itu hebat sekali bertempur dengan menggunakan kereta.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.7&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;asmākaḿ tu viśiṣṭā ye&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tān nibodha dvijottama&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;nāyakā mama sainyasya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;saḿjñārthaḿ tān bravīmi te&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Tetapi perkenankanlah saya menyampaikan keterangan kepada anda tentang komandan-komandan  yang mempunyai kwalifikasi luar biasa untuk memimpin bala tentara saya, wahai brahmana yang paling baik.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.8&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;bhavān bhīṣmaś ca karṇaś ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kṛpaś ca samitiḿ-jayaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;aśvatthāmā vikarṇaś ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;saumadattis tathaiva ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Ada tokoh-tokoh seperti Prabhu sendiri, Bhisma, Karna, Krpa, Asvatthama, Vikarna, dan putera Somadatta bernama Bhurisrava, yang selalu menang dalam perang.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.9&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;anye ca bahavaḥ śūrā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;mad-arthe tyakta-jīvitāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;nānā-śastra-praharaṇāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sarve yuddha-viśāradāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Ada banyak pahlawan lain yang bersedia mengorbankan nyawanya demi kepentingan saya. Semuanya dilengkapi dengan berbagai jenis senjata, dan berpengalaman di bidang ilmu militer.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.10&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;aparyāptaḿ tad asmākaḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;balaḿ bhīṣmābhirakṣitam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;paryāptaḿ tv idam eteṣāḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;balaḿ bhīmābhirakṣitam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Kekuatan kita tidak dapat diukur, dan kita dilindungi secara sempurna oleh kakek Bhisma, sedangkan para pandava, yang dilindungi dengan teliti oleh Bhisma, hanya mempunyai kekuatan yang terbatas.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.11&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;ayaneṣu ca sarveṣu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yathā-bhāgam avasthitāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;bhīṣmam evābhirakṣantu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;bhavantaḥ sarva eva hi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Sekarang anda semua harus memberi dukungan sepenuhnya kepada kakek Bhisma, sambil berdiri di ujung-ujung strategis masing-masing di gerbang-gerbang barisan tentara.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.12&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tasya sañjanayan harṣaḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kuru-vṛddhaḥ pitāmahaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;siḿha-nādaḿ vinadyoccaiḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;śańkhaḿ dadhmau pratāpavān&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Kemudian Bhisma, leluhur agung dinasti kuru yang gagah berani, kakek para ksatria, meniup kerangnya dengan keras sekali bagaikan suara singa sehingga Duryodhana merasa riang.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.13&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tataḥ śańkhāś ca bheryaś ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;paṇavānaka-gomukhāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sahasaivābhyahanyanta&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sa śabdas tumulo ‘bhavat&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Sesudah itu, kerang-kerang, gendang-gendang, bedug, dan berbagai jenis terompet semuanya dibunyikan seketika, sehingga paduan suaranya menggemparkan.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.14&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tataḥ śvetair hayair yukte&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;mahati syandane sthitau&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;mādhavaḥ pāṇḍavaś caiva&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;divyau śańkhau pradadhmatuḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Di pihak lawan, Sri Krsna bersama Arjuna yang mengendarai kereta megah yang ditarik oleh kuda-kuda berwarna putih juga membunyikan kerang-kerang rohani mereka.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.15&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;pāñcajanyaḿ hṛṣīkeśo&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;devadattaḿ dhanañjayaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;pauṇḍraḿ dadhmau mahā-śańkhaḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;bhīma-karmā vṛkodaraḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Kemudian Sri Krsna  meniup kerang-Nya bernama Devadatta; dan Bhisma, pelahap dan pelaksana tugas-tugas yang berat sekali, meniup kerangnya yang mengerikan bernama Paundra.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.16-18&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;anantavijayaḿ rājā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kuntī-putro yudhiṣṭhiraḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;nakulaḥ sahadevaś ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sughoṣa-maṇipuṣpakau&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kāśyaś ca parameṣv-āsaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;śikhaṇḍī ca mahā-rathaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dhṛṣṭadyumno virāṭaś ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sātyakiś cāparājitaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;drupado draupadeyāś ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sarvaśaḥ pṛthivī-pate&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;saubhadraś ca mahā-bāhuḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;śańkhān dadhmuḥ pṛthak pṛthak&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Raja Yudhistira, putera kunti, meniup kerangnya yang bernama Anantavijaya, Nakula dan Sahadeva meniup kerangnya bernama Sugosha dan Manipuspaka. Pemanah yang perkasa raja Kasi, ksatria hebat yang bernama Sikandi, Dhrstadyumna, virata, dan Satyaki yang tidak pernah dikalahkan, Drupada, para putera Draupadi, dan lain-lain, seperti putera Subhadra, yang berlengan perkasa, semua meniup kerang-kerangnya masing-masing; wahai Baginda Raja.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.19&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sa ghoṣo dhārtarāṣṭrāṇāḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;hṛdayāni vyadārayat&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;nabhaś ca pṛthivīḿ caiva&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tumulo ‘bhyanunādayan&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Berbagai jenis kerang tersebut ditiup hingga menggemparkan. Suara kerang-kerang bergema baik di langit maupun di bumi, hingga mematahkan hati para putera Dhrtarastra.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.20&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;atha vyavasthitān dṛṣṭvā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dhārtarāṣṭrān kapi-dhvajaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;pravṛtte śastra-sampāte&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dhanur udyamya pāṇḍavaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;hṛṣīkeśaḿ tadā vākyam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;idam āha mahī-pate&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Pada waktu itu, Arjuna, putera pandu, yang sedang duduk di atas kereta, yang benderanya berlambang hanuman, mengangkat busurnya dan bersiap-siap untuk melepaskan anak panahnya. Wahai paduka Raja, sesudah memandang putera-putera Dhrstaratra, lalu Arjuna berkata kepada Hrsikesa [krsna] sebagai berikut.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.21-22&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;arjuna uvāca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;senayor ubhayor madhye&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;rathaḿ sthāpaya me ‘cyuta&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yāvad etān nirīkṣe ‘haḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yoddhu-kāmān avasthitān&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kair mayā saha yoddhavyam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;asmin raṇa-samudyame&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Arjuna berkata; wahai Krsna yang tidak pernah gagal, mohon membawa kereta saya di tengah-tengah antara kedua tentara agar saya dapat melihat siapa yang ingin bertempur di sini dan siapa yang harus saya hadapi dalam usaha perang yang besar ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.23&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yotsyamānān avekṣe ‘haḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;ya ete ‘tra samāgatāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dhārtarāṣṭrasya durbuddher&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yuddhe priya-cikīrṣavaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Perkenankanlah saya melihat mereka yang datang ke sini untuk bertempur karena keinginan mereka untuk menyenangkan hati putera Dhrtarastra yang berpikir jahat.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.24&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sañjaya uvāca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;evam ukto hṛṣīkeśo&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;guḍākeśena bhārata&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;senayor ubhayor madhye&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sthāpayitvā rathottamam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Sanjaya berkata; wahai putera keluarga Bharata, setelah disapa oleh Arjuna, Sri Krsna membawa kereta yang bagus itu ke tengah-tengah antara tentara-tentara kedua belah pihak.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.25&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;bhīṣma-droṇa-pramukhataḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sarveṣāḿ ca mahī-kṣitām&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;uvāca pārtha paśyaitān&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;samavetān kurūn iti&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Di hadapan Bhisma, Drona dan semua pemimpin dunia lainnya, Sri Krsna bersabda, wahai partha, lihatlah para kuru yang sudah berkumpul di sini.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.26&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tatrāpaśyat sthitān pārthaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;pitṝn atha pitāmahān&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;ācāryān mātulān bhrātṝn&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;putrān pautrān sakhīḿs tathā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;śvaśurān suhṛdaś caiva&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;senayor ubhayor api&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Di sana di tengah-tengah tentara-tentara kedua belah pihak Arjuna dapat melihat para ayah, kakek, guru, paman dari keluarga ibu, saudara, putera, cucu, kawan, mertua, dan orang-orang yang mengharapkan kesejahteraannya semua hadir di sana.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.27&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tān samīkṣya sa kaunteyaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sarvān bandhūn avasthitān&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kṛpayā parayāviṣṭo&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;viṣīdann idam abravīt&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Ketika Arjuna, putera kunti , melihat berbagai kawan dan sanak keluarganya ini, hatinya tergugah rasa kasih sayang dan dia berkata sebagai berikut.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.28&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;arjuna uvāca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dṛṣṭvemaḿ sva-janaḿ kṛṣṇa&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yuyutsuḿ samupasthitam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sīdanti mama gātrāṇi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;mukhaḿ ca pariśuṣyati&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Arjuna berkata; Krsna yang baik hati, setelah melihat kawan-kawan dan sanak keluarga di hadapan saya dengan semangat untuk bertempur seperti itu, saya merasa anggota badan-badan saya gemetar dan mulut saya terasa kering.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.29&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;vepathuś ca śarīre me&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;roma-harṣaś ca jāyate&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;gāṇḍīvaḿ sraḿsate hastāt&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tvak caiva paridahyate&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Seluruh badan saya gemetar, dan bulu roma berdiri. Busur Gandiva terlepas dari tangan saya, dan kulit saya terasa terbakar.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.30&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;na ca śaknomy avasthātuḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;bhramatīva ca me manaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;nimittāni ca paśyāmi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;viparītāni keśava&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Saya tidak tahan lagi berdiri di sini, saya lupa akan diri, dan pikiran saya kacau. O Krsna, saya hanya dapat melihat sebab-sebab malapetaka saja, wahai pembunuh raksasa bernama Kesi.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.31&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;na ca śreyo ‘nupaśyāmi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;hatvā sva-janam āhave&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;na kāńkṣe vijayaḿ kṛṣṇa&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;na ca rājyaḿ sukhāni ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Saya tidak dapat melihat bagaimana hal-hal yang baik dapat diperoleh  kalau saya membunuh sanak keluarga sendiri dalam perang ini. Krsna yang baik hati, saya juga tidak dapat menginginkan kejayaan, kerajaan, maupun kebahagiaan sebagai akibat perbuatan seperti itu&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.32-35&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;. kiḿ no rājyena govinda&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kiḿ bhogair jīvitena vā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yeṣām arthe kāńkṣitaḿ no&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;rājyaḿ bhogāḥ sukhāni ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;ta ime ‘vasthitā yuddhe&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;prāṇāḿs tyaktvā dhanāni ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;ācāryāḥ pitaraḥ putrās&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tathaiva ca pitāmahāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;mātulāḥ śvaśurāḥ pautrāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;śyālāḥ sambandhinas tathā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;etān na hantum icchāmi&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;ghnato ‘pi madhusūdana&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;api trailokya-rājyasya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;hetoḥ kiḿ nu mahī-kṛte&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;nihatya dhārtarāṣṭrān naḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kā prītiḥ syāj janārdana&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;O Govinda, barang kali kita menginginkan kerajaan, kebahagiaan, ataupun kehidupan untuk orang tertentu, tetapi apa gunanya kerajaan, kebahagiaan ataupun kehidupan bagi kita kalau mereka sekarang tersusun pada medan perang ini? O Madhusudana, apabila para guru, ayah, putera, kakek, paman dari keluarga ibu, mertua, cucu, ipar dan semua sanak keluarga bersedia mengorbankan nyawa dan harta bendanya dan sekarang berdiri di hadapan saya, mengapa saya harus berhasrat membunuh mereka, meskipun kalau saya tidak membunuh mereka, mungkin mereka akan membunuh saya? Wahai pemelihara semua makhluk hidup, jangankan untuk bumi ini, untuk imbalan seluruh tiga dunia ini pun saya tidak bersedia bertempur melawan mereka. Kesenangan apa yang akan kita peroleh kalau kita membunuh para putera dhrtarastra?&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.36&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;pāpam evāśrayed asmān&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;hatvaitān ātatāyinaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tasmān nārhā vayaḿ hantuḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dhārtarāṣṭrān sa-bāndhavān&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sva-janaḿ hi kathaḿ hatvā&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sukhinaḥ syāma mādhava&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Kita akan dikuasai oleh dosa kalau kita membunuh penyerang seperti itu. Karena itu, tidak pantas kalau kita membunuh para putera Dhrtarastra dan kawan-kawan kita. O Krsna, suami dewi keberuntungan, apa untungnya bagi kita, dan bagaimana mungkin kita berbahagia dengan membunuh sanak keluarga kita sendiri?&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.37-38&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yady apy ete na paśyanti&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;lobhopahata-cetasaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kula-kṣaya-kṛtaḿ doṣaḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;mitra-drohe ca pātakam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kathaḿ na jñeyam asmābhiḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;pāpād asmān nivartitum&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kula-kṣaya-kṛtaḿ doṣaḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;prapaśyadbhir janārdana&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;O Janardana, walaupun orang ini yang sudah dikuasai oleh kelobaan tidak melihat kesalahan dalam membunuh keluarga sendiri atau bertengkar dengan kawan-kawan, mengapa kita yang dapat melihat bahwa membinasakan satu keluarga adalah kejahatan harus melakukan perbuatan berdosa seperti itu?&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.39&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kula-kṣaye praṇaśyanti&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kula-dharmāḥ sanātanāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dharme naṣṭe kulaḿ kṛtsnam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;adharmo ‘bhibhavaty uta&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Dengan hancurnya sebuah dinasti, seluruh tradisi keluarga yang kekal dihancurkan, dan dengan demikian sisa keluarga akan terlibat dalam kebiasaan yang bertentangan dengan dharma.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.40&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;adharmābhibhavāt kṛṣṇa&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;praduṣyanti kula-striyaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;strīṣu duṣṭāsu vārṣṇeya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;jāyate varṇa-sańkaraḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;O Krsna, apabila hal-hal yang bertentangan dengan dharma merajalela dalam keluarga, kaum wanita dalam keluarga ternoda, dan dengan merosotnya kaum wanita, lahirlah keturunan yang tidak diinginkan, wahai putera keluarga  vrsni.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.41&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sańkaro narakāyaiva&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kula-ghnānāḿ kulasya ca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;patanti pitaro hy eṣāḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;lupta-piṇḍodaka-kriyāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Meningkatnya jumlah penduduk yang tidak diinginkan tentu saja menyebabkan keadaan seperti di neraka baik bagi keluarga  maupun mereka yang membinasakan tradisi keluarga. Leluhur keluarga-keluarga yang sudah merosot seperti itu jatuh, sebab upacara-upacara untuk mempersembahkan makanan dan air kepada leluhur terhenti sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.42&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;doṣair etaiḥ kula-ghnānāḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;varṇa-sańkara-kārakaiḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;utsādyante jāti-dharmāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kula-dharmāś ca śāśvatāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Akibat perbuatan jahat para penghancur tradisi keluarga yang menyebabkan lahirnya anak-anak yang tidak diinginkan, segala jenis program masyarakat dan kegiatan demi kesejahteraan keluarga akan binasa.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.43&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;utsanna-kula-dharmāṇāḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;manuṣyāṇāḿ janārdana&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;narake niyataḿ vāso&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;bhavatīty anuśuśruma&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;O Krsna, pemelihara rakyat, saya sudah mendengar menurut garis perguruan bahwa orang yang membinasakan tradisi-tradisi keluarga selalu tinggal di neraka.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.44&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;aho bata mahat pāpaḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;kartuḿ vyavasitā vayam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yad rājya-sukha-lobhena&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;hantuḿ sva-janam udyatāḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Aduh, alangkah anehnya bahwa kita sedang bersiap-siap untuk melakukan kegiatan yang sangat berdosa. Didorong oleh keinginan untuk menikmati kesenangan kerajaan, kita sudah bertekad membunuh sanak keluarga sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.45&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;yadi mām apratīkāram&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;aśastraḿ śastra-pāṇayaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;dhārtarāṣṭrā raṇe hanyus&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;tan me kṣemataraḿ bhavet&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Lebih baik bagi saya kalau para putera Dhrtaratra yang membawa senjata di tangan membunuh saya yang tidak membawa senjata dan tidak melawan di medan perang.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Bhagavad-gita 1.46&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;sañjaya uvāca&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;evam uktvārjunaḥ sańkhye&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;rathopastha upāviśat&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;visṛjya sa-śaraḿ cāpaḿ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;śoka-saḿvigna-mānasaḥ&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Artinya;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;Sanjaya berkata; setelah berkata demikian di medan perang, Arjuna meletakkan busur dan anak panahnya, lalu duduk dalam kereta. Pikiran Arjuna tergugah oleh rasa sedih.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari; http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-1-meninjau-tentara-tentara-di-medan-perang-kuruksetra/&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-7154980673490910941?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/7154980673490910941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=7154980673490910941' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7154980673490910941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7154980673490910941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-i.html' title='Bhagavad Gita Bab I'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8675854104982208057</id><published>2010-03-02T21:15:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:24:53.015-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab XVIII</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;Kesempurnaan pelepasan ikatan&lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.1 Arjuna berkata; o yang berlengan perkasa, hamba ingin mengerti tujuan pelepasan ikatan [tyaga] dan tingkatan hidup pelepasan ikatan [sannyasa], wahai pembunuh raksasa Kesi, penguasa indria.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.2  Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Meninggalkan kegiatan berdasarkan keinginan material disebut tingkatan hidup untuk pelepasan ikatan [sannyasa] oleh orang bijaksana yang mulia. Menyerahkan hasil segala kegiatan disebut pelepasan ikatan [tyaga] oleh orang bijaksana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.3 Beberapa orang bijaksana menyatakan bahwa segala jenis kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala hendaknya ditinggalkan sebagai kegiatan yang salah, namun resi-resi lain yakin bahwa perbuatan korban suci, kedermawanan dan pertapaan hendaknya tidak pernah ditinggalkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.4   Wahai yang paling baik di antara para Bharata, sekarang dengarlah keputusan-Ku tentang pelepasan ikatan. Wahai manusia yang sekuat harimau, dalam kitab suci dinyatakan bahwa ada tiga jenis pelepasan ikatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.5  Perbuatan korban suci, kedermawanan dan pertapaan tidak boleh ditinggalkan; kegiatan itu harus dilakukan. Roh-roh yang mulia sekalipun disucikan oleh korban suci, kedermawanan dan pertapaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.6 Segala kegiatan tersebut harus dilakukan tanpa ikatan maupun harapan untuk mendapat hasil. Kegiatan tersebut harus dilakukan sebagai kewajiban, wahai putera prtha. Itulah pendapat-Ku yang terakhir.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.7 Tugas kewajiban hendaknya tidak pernah ditinggalkan. Kalau seseorang meninggalkan tugas kewajiban yang telah ditetapkan karena khayalan, dikatakan bahwa pelepasan ikatan seperti itu bersifat kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18..8  Siapapun yang meninggalkan tugas kewajiban yang sudah ditetapkan karena terasa sulit atau karena takut pada hal-hal yang tidak menyenangkan badan dikatakan telah melepaskan ikatan dalam sifat nafsu. Perbuatan seperti itu tidak membawa seseorang sampai kemajuan pelepasan ikatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.9 Wahai Arjuna, bila seseorang melakukan tugas kewajibannya yang telah ditetapkan hanya karena kewajiban itu patut dilakukan, dan melepaskan ikatan terhadap segala pergaulan duniawi dan segala ikatan terhadap hasil, maka pelepasan ikatannya bersifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.10  Orang cerdas yang melepaskan ikatan dan mantap dalam sifat kebaikan, yang tidak membenci pekerjaan yang tidak menguntungkan maupun terikat pada pekerjaan yang menguntungkan, tidak ragu-ragu sama sekali tentang pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.11 Memang tidak mungkin makhluk di dalam badan meninggalkan segala kegiatan. Tetapi orang yang melepaskan ikatan terhadap hasil perbuatan disebut orang yang serius melepaskan ikatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.12 Tiga hasil perbuatan-yang diinginkan, yang tidak diinginkan dan campuran-diberikan kepada orang yang belum melepaskan ikatan sesudah ia meninggal. tetapi tidak ada hasil seperti itu yang harus diderita atau dinikmati oleh orang yang berada pada tingkatan hidup untuk melepaskan ikatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.13 Wahai Arjuna yang berlengan perkasa, menurut Vedanta, ada lima sebab untuk tercapainya segala perbuatan. Sekarang pelajarilah hal-hal ini dari-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.14 Tempat perbuatan [badan], pelaku, berbagai indria, aneka jenis usaha, dan akhirnya Roh Yang Utama-inilah lima unsur perbuatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.15 Perbuatan benar maupun salah manapun yang dilakukan seseorang dengan badan, pikiran maupun kata-kata disebabkan oleh lima unsur tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.16 Karena itu, orang yang menganggap dirinya satu-satunya pelaku, tanpa mempertimbangkan lima unsur tersebut, tentu tidak begitu cerdas dan tidak dapat melihat hal-hal dengan sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.17 Orang yang tidak digerakkan oleh keakuan palsu dan kecerdasannya tidak terikat, tidak membunuh, meskipun ia membunuh orang di dunia ini. Ia juga tidak diikat oleh perbuatannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.18 Pengetahuan, obyek pengetahuan, dan dia yang mengetahui adalah tiga unsur yang menggerakkan perbuatan; indria; pekerjaan dan pelaku adalah tiga bahan perbuatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.19 Menurut tiga sifat alam material yang berbeda, ada tiga jenis pengetahuan, perbuatan dan pelaku perbuatan. Sekarang dengarlah dari-Ku tentang hal-hal itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.20 Pengetahuan yang memungkinkan alam rohani yang satu dan tidak dipisahkan dilihat di dalam semua makhluk hidup, meskipun mereka dipisahkan menjadi bentuk-bentuk yang jumlahnya tidak dapat dihitung, hendaknya engkau pahami sebagai pengetahuan dalam sifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.21 Pengetahuan yang menyebabkan seseorang melihat jenis makhluk hidup yang lain di dalam setiap badan hendaknya engkau pahami sebagai pengetahuan dalam sifat nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.22 Pengetahuan yang menyebabkan seseorang terikat pada satu jenis pekerjaan sebagai segala-segalanya, tanpa pengetahuan tentang kebenaran, dan jumlahnya sedikit sekali, dikatakan sebagai pengetahuan dalam sifat kegelapan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.23 Perbuatan yang teratur dan dilakukan tanpa ikatan, tanpa cinta kasih maupun rasa benci dan tanpa keinginan untuk memperoleh hasil atau pahala dikatakan perbuatan dalam sifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.24  Tetapi perbuatan yang dilakukan dengan usaha yang keras oleh orang yang mencari kepuasan keinginannya, dan dilakukan berdasarkan rasa keakuan palsu, disebut perbuatan dalam sifat nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.25  Perbuatan yang dilakukan dalam khayalan, tanpa mempedulikan aturan kitab suci, dan tanpa mempedulikan ikatan pada masa yang akan datang, kekerasan maupun dukacita yang diakibatkan terhadap orang lain disebut perbuatan dalam sifat kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.26  Orang yang melakukan tugas kewajiban tanpa pergaulan dengan sifat-sifat alam material, tanpa keakuan palsu, dengan ketabahan hati dan semangat yang besar, tanpa goyah baik dalam sukses maupun dalam kegagalan dikatakan sebagai orang yang bekerja dalam sifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.27 Pekerjaan yang terikat pada pekerjaan dan hasil atau pahala dari pekerjaan, yang ingin menikmati hasil-hasil itu, yang bersifat kelobaan, selalu iri, tidak suci dan digerakkan oleh rasa riang dan rasa sedih, dikatakan sebagai pekerjaan dalam sifat nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.28 Pekerja yang selalu sibuk dalam pekerjaan yang bertentangan dengan aturan kitab suci, yang duniawi, keras kepala, menipu dan ahli menghina orang lain, malas, selalu murung dan menunda-nunda dikatakan sebagai pekerja dalam sifat kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.29&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.29 Wahai perebut kekayaan; sekarang dengarlah uraian terperinci yang akan Ku- sampaikan kepadamu tentang berbagai jenis pengertian dan ketabahan hati, menurut tiga sifat alam material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.30&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.30 Wahai putera prtha, pengertian yang memungkinkan seseorang mengetahui apa yang patut dilakukan dan apa yang seharusnya tidak dilakukan, apa yang harus ditakuti dan apa yang tidak perlu ditakuti, apa yang mengikat dan apa yang membebaskan, berada dalam sifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.31&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.31 Wahai putera prtha, pengertian yang tidak dapat membedakan antara dharma dan hal-hal yang bertentangan dengan dharma, antara perbuatan yang harus dilakukan dan perbuatan yang seharusnya tidak dilakukan, berada dalam sifat nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.32&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.32  Pengertian yang menganggap hal-hal yang bertentangan dengan dharma sebagai dharma dan dharma sebagai hal-hal yang bertentangan dengan dharma, di bawah pesona khayalan dan kegelapan, dan selalu berusaha ke arah yang salah berada dalam sifat kebodohan, wahai putera prtha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.33&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.33  Wahai putera prtha, ketabahan hati yang tidak dapat dipatahkan, dipelihara dengan sifat teguh oleh latihan yoga, dan dengan demikian mengendalikan pikiran, kehidupan dan indria-indria adalah ketabahan hati dalam sifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.34&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.34  Tetapi hati yang tabah membuat seseorang berpegang teguh pada hasil atau pahala di bidang keagamaan, pengembangan ekonomi dan kepuasan indria-indria bersifat nafsu, wahai Arjuna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.35&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.35 Ketabahan hati yang tidak dapat melampaui impian, rasa takut, penyesalan, sifat murung dan khayalan-ketabahan hati yang kurang cerdas seperti itu bersifat kegelapan, wahai putera prtha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.36&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.36  Wahai yang paling baik di antara para Bharata, sekarang harap dengar dari-Ku tentang tiga jenis kebahagiaan yang dinikmati oleh roh yang terikat, yang kadang-kadang memungkinkan segala dukacita berakhir baginya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.37&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.37 Sesuatu yang pada permulaan barangkali seperti racun tetapi akhirnya seperti minuman kekekalan dan menyadarkan seseorang terhadap keinsafan diri dikatakan sebagai kebahagiaan dalam sifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.38&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18. 38 Kebahagiaan yang didapatkan dari hubungan indria-indria dengan obyeknya dan kelihatannya seperti minuman kekekalan pada awal, tetapi akhirnya seperti racun ,dikatakan bersifat nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.39&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.39  Kebahagiaan yang buta terhadap keinsafan diri, yang bersifat khayalan dari awal sampai akhir dan berasal dari tidur, bermalas-malasan dan khayalan dikatakan bersifat kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.40&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.40 Tiada makhluk yang hidup, baik di sini maupun di kalangan para dewa di susunan planet yang lebih tinggi, yang bebas dari tiga sifat tersebut yang dilahirkan dari alam material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.41&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.41  Para brahmana, para ksatria, para vaisya, dan para sudra dibedakan oleh ciri-ciri yang dilahirkan dari watak-watak mereka sendiri menurut sifat-sifat material, wahai penakluk musuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.42&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.42 Kedamaian, mengendalikan diri, pertapaan, kesucian, toleransi, kejujuran, pengetahuan, kebijaksanaan dan taat pada prinsip keagamaan-para brahmana bekerja dengan sifat yang wajar ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.43&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.43  Kepahlawanan, kewibawaan, ketabahan hati, pandai memanfaatkan keadaan, keberanian di medan perang , kedermawanan dan kepemimpinan adalah sifat-sifat pekerjaan yang wajar bagi para ksatriya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.44&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.44 Pertanian, melindungi sapi dan perdagangan adalah pekerjaan yang wajar bagi para vaisya, dan bagi para sudra ada pekerjaan buruh dan pengabdian kepada orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.45&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.45 Dengan mengikuti sifat-sifat pekerjaannya, setiap orang dapat menjadi sempurna. Sekarang dengarlah dari-Ku bagaimana kesempurnaan ini dapat dicapai.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.46&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.46  Dengan sembahyang kepada Tuhan, sumber semua  makhluk, yang berada di mana-mana, seseorang dapat mencapai kesempurnaan dengan melakukan pekerjaan sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.47&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.47 Lebih baik menekuni kewajiban sendiri, meskipun dilakukan secara kurang sempurna, daripada menerima kewajiban orang lain dan melakukan secara sempurna. Tugas kewajiban yang ditetapkan menurut sifat seseorang tidak pernah dipengaruhi oleh reaksi-reaksi dosa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.48&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.48 Setiap usaha ditutupi oleh sejenis kesalahan, seperti halnya api ditutupi oleh asap. Karena itu, hendaknya seseorang jangan meninggalkan pekerjaan yang dilahirkan dari sifat pribadinya, meskipun pekerjaan itu penuh kesalahan, wahai putera kunti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.49&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.49  Orang yang mengendalikan diri, tidak terikat, dan mengalpakan segala kenikmatan material dapat mencapai tingkat pembebasan dari reaksi yang paling tinggi dan sempurna dengan cara mempraktekkan pelepasan ikatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.50&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.50 Wahai putera Kunti, pelajarilah dari-Ku bagaimana orang yang sudah mencapai kesempurnaan itu dapat mencapai tingkat kesempurnaan tertinggi, Brahman, tingkat pengetahuan tertinggi, dengan bertindak dengan cara yang akan kuringkas sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.51&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.52&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.53&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.51-53 Orang yang disucikan oleh kecerdasannya dan mengendalikan pikiran dengan ketabahan hati, meninggalkan obyek-obyek kepuasan indria-indria, bebas dari ikatan dan rasa benci, tinggal di tempat sunyi, makan sedikit, mengendalikan badan, pikiran dan daya pembicaraan, yang selalu khusuk bersemadi dan bebas dari ikatan, bebas dari keakuan palsu, kekuatan palsu, rasa bangga yang palsu, amarah dan kecendrungan menerima benda-benda material, bebas dari rasa hak milik yang palsu, dan damai-orang seperti itulah pasti diangkat sampai kedudukan keinsafan diri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.54&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.54  Orang yang mantap secara rohani seperti itu segera menginsafi Brahman Yang Paling Utama dan menjadi riang sepenuhnya. Ia tidak pernah menyesal atau ingin mendapatkan sesuatu. Ia bersikap yang sama terhadap setiap makhluk hidup. Dalam keadaan itulah ia mencapai bhakti yang murni kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.55&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.55  Seseorang dapat mengerti tentang-Ku menurut kedudukan-Ku yang sebenarnya, sebagai kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, hanya dengan bhakti. Apabila ia sudah sadar akan Diri-Ku sepenuhnya melalui bhakti seperti itu, ia dapat masuk kerajaan Tuhan Yang Maha Esa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.56&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.56  Meskipun penyembah-Ku yang murni yang selalu di bawah perlindungan-Ku sibuk dalam segala jenis kegiatan, ia mencapai tempat tinggal yang kekal dan tidak dapat dimusnahkan atas karunia-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.57&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.57 Dalam segala kegiatan, hanya bergantung kepada-Ku dan selalu bekerja di bawah perlindungan-Ku. Dalam bhakti seperti itu, sadarilah Aku sepenuhnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.58&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.58 Kalau engkau sadar akan-Ku, engkau akan melewati segala rintangan kehidupan yang terikat atas karunia-ku. Akan tetapi, kalau engkau tidak bekerja dengan kesadaran seperti itu melainkan bertindak karena keakuan palsu, dan tidak mendengar-Ku, engkau akan hilang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.59&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.59 Kalau engkau tidak bertindak menurut perintah-ku  dan tidak bertempur, maka engkau akan salah jalan. Menurut sifatmu, engkau akan diharuskan ikut berperang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.60&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.60  Akibat khayalan, engkau sekarang menolak bertindak menurut perintah-ku. Tetapi didorong oleh pekerjaan yang dilahirkan dari sifatmu sendiri, engkau akan bertindak juga, wahai putera kunti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.61&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.61  Tuhan Yang Maha Esa bersemayam di dalam hati semua orang, wahai Arjuna, dan Beliau mengarahkan pengembaraan semua makhluk hidup, yang duduk seolah-olah pada sebuah mesin terbuat dari tenaga material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.62&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.62 Wahai putera keluarga Bharata, serahkanlah dirimu kepada Beliau sepenuhnya. Atas karunia Beliau  engkau akan mencapai kedamaian rohani dan tempat tinggal kekal yang paling utama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.63&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.63 Demikianlah Aku sudah menjelaskan pengetahuan yang lebih rahasia lagi kepadamu. Pertimbangkanlah hal-hal ini sepenuhnya, kemudian lakukanlah apa yang ingin kau lakukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.64&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.64 Oleh karena engkau kawan-ku yang sangat ku-cintai, Aku akan menyabdakan perintah-ku yang paling utama kepadamu, yaitu pengetahuan yang paling rahasia dari segalanya. Dengarlah pelajaran ini dari-ku, sebab pelajaran itu demi kesejahteraanmu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.65&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.65 Berpikirlah tentang-ku senantiasa, menjadi penyembah-ku, bersembahyang kepada-ku dan bersujud kepada-ku. Dengan demikian, pasti engkau akan datang kepada-ku. Aku berjanji demikian kepadamu karena engkau kawan-ku yang sangat kucintai.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.66&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.66 Tinggalkanlah segala jenis dharma dan hanya menyerahkan diri pada-ku. Aku akan menyelamatkan engkau dari segala reaksi dosa. Jangan takut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.67&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.67 Pengetahuan yang rahasia ini tidak pernah boleh dijelaskan kepada orang yang tidak bertapa, tidak setia, dan tidak menekuni bhakti-ataupun kepada orang yang iri kepada-ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.68&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.68 Terjamin bahwa orang yang menjelaskan rahasia yang paling utama ini kepada para penyembah akan mencapai bhakti yang murni, dan akhirnya dia akan kembali kepada-ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.69&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.69 Tidak ada hamba di dunia ini yang lebih ku-cintai daripada dia,  dan tidak akan pernah ada orang yang lebih ku-cintai.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.70&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.70  Aku memaklumkan bahwa orang yang mempelajari percakapan kita yang suci ini bersembahyang kepada-ku dengan kecerdasannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.71&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.71 Orang yang mendengar dengan keyakinan tanpa rasa iri dibebaskan dari reaksi-reaksi dosa dan mencapai planet-planet yang menguntungkan, tempat tinggal orang saleh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.72&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.72 Wahai putera prtha, wahai perebut kekayaan, apakah engkau sudah mendengar hal-hal ini dengan perhatian? Apakah kebodohan dan khayalanmu sudah dihilangkan sekarang?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.73&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.73 Arjuna berkata; Krsna yang hamba cintai, o yang tidak pernah gagal, khayalan hamba sekarang sudah hilang. Hamba sudah memperoleh kembali ingatan hamba atas karunia-Mu. Hamba sekarang teguh, bebas dari keragu-raguan dan bersedia bertindak menurut perintah Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.74&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.74 Sanjaya berkata; Demikianlah saya sudah mendengar percakapan antara dua roh yang mulia, Krsna dan Arjuna. Betapa ajaibnya amanat itu sehingga bulu romaku tegak berdiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.75&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.75 Atas karunia vyasa, saya sudah mendengar pembicaraan yang paling rahasia ini langsung dari penguasa segala kebatinan, Krsna, yang sedang bersabda secara pribadi kepada Arjuna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.76&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.76 O Raja, begitu aku berulang kali mengenang percakapan yang ajaib dan suci ini antara Krsna dan Arjuna, aku senang, karena  terharu pada setiap saat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.77&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.77 O Baginda Raja, begitu saya ingat bentuk Sri Krsna yang ajaib, saya semakin terharu, dan saya bahagia berulang kali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 18.78&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;18.78 Di manapun ada Krsna, penguasa semua ahli kebatinan, dan di manapun ada Arjuna , pemanah yang paling utama, di sana pasti ada kekayaan, kejayaan, kekuatan luar biasa dan moralitas. Itulah pendapat saya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari; http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-18/&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8675854104982208057?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8675854104982208057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8675854104982208057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8675854104982208057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8675854104982208057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-xviii.html' title='Bhagavad Gita Bab XVIII'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8311319466764206137</id><published>2010-03-02T21:12:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:15:38.040-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab XVII</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;Golongan-golongan keyakinan&lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.1 Arjuna bertanya; o krsna, bagaimana kedudukan orang yang tidak mengikuti prinsip-prinsip kitab suci tetapi sembahyang menurut angan-angan sendiri? Apakah mereka berada dalam kebaikan, nafsu atau dalam kebodohan?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.2 kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; menurut sifat-sifat alam yang diperoleh oleh roh di dalam badan, ada tiga jenis kepercayaan yang dapat dimiliki seseorang-kepercayaan dalam kebaikan, dalam nafsu atau dalam kebodohan. Sekarang  dengarlah tentang hal ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.3 wahai putera Bharata, menurut kehidupan seseorang di bawah berbagai sifat alam, ia mengembangkan jenis kepercayaan tertentu. Dikatakan bahwa makhluk hidup memiliki kepercayaan tertentu menurut sifat-sifat yang telah diperolehnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.4 Orang dalam sifat kebaikan menyembah para dewa; orang dalam sifat nafsu menyembah para raksasa atau orang jahat; dan orang yang berada dalam sifat kebodohan menyembah hantu-hantu dan roh-roh halus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.5-6 Orang yang menjalani pertapaan dan kesederhanaan yang keras yang tidak dianjurkan dalam kitab suci, dan melakukan kegiatan itu karena rasa bangga dan keakuan palsu didorong oleh nafsu dan ikatan, yang bersifat bodoh dan menyiksa unsur-unsur material di dalam badan dan Roh Yang Utama yang bersemayam di dalam badan, dikenal sebagai orang jahat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.7 Makanan yang paling disukai setiap orang juga terdiri dari tiga jenis, menurut tiga sifat alam material. Demikian pula korban suci, pertapaan dan kedermawanan. Sekarang dengarlah perbedaan antara hal-hal itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.8 Makanan yang disukai oleh orang dalam sifat kebaikan memperpanjang usia hidup, menyucikan kehidupan dan memberi kekuatan, kesehatan, kebahagiaan dan kepuasan. Makanan tersebut penuh sari, berlemak, bergizi, dan menyenangkan hati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.9 Makanan yang terlalu pahit, terlalu asam, terlalu asin, panas sekali atau menyebabkan badan menjadi panas sekali, terlalu pedas, terlalu kering dan berisi terlalu banyak bumbu yang keras sekali disukai oleh orang dalam sifat nafsu. Makanan seperti itu menyebabkan dukacita, kesengsaraan dan penyakit.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.10 Makanan yang dimasak lebih dari tiga jam sebelum dimakan, makanan yang hambar, basi dan busuk, dan makanan terdiri dari sisa makanan orang lain dan bahan-bahan haram disukai oleh orang dalam sifat kegelapan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.11 Di antara korban-korban suci, korban suci yang dilakukan menurut kitab suci, karena kewajiban, oleh orang yang tidak mengharapkan pamrih, adalah korban suci dalam sifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.12  Tetapi hendaknya engkau mengetahui bahwa korban suci yang dilakukan demi suatu keuntungan material, atau demi rasa bangga adalah korban suci yang bersifat nafsu, wahai yang paling utama di antara para Bharata.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.13  Korban suci apa pun yang dilakukan tanpa mempedulikan petunjuk kitab suci, tanpa membagikan prasadam [makanan rohani], tanpa mengucapkan mantra-mantra veda, tanpa memberi sumbangan kepada para pendeta dan tanpa kepercayaan dianggap korban suci dalam sifat kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.14  Pertapaan jasmani terdiri dari sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa, para brahmana, guru kerohanian dan atasan seperti ayah dan ibu, dan kebersihan, kesederhanaan, berpantang hubungan suami isteri dan tidak melakukan kekerasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.15 Pertapaan suara terdiri dari mengeluarkan kata-kata yang jujur, menyenangkan, bermanfaat, dan tidak mengganggu orang lain, dan juga membacakan kesusastraan veda secara teratur.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.16  Kepuasan, kesederhanaan, sikap yang serius, mengendalikan diri dan menyucikan kehidupan adalah pertapaan pikiran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.17  Tiga jenis pertapaan tersebut, yang dilakukan dengan keyakinan rohani oleh orang yang tidak mengharapkan keuntungan material tetapi tekun hanya demi Yang Mahakuasa, disebut pertapaan dalam sifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.18 Pertapaan yang dilakukan berdasarkan rasa bangga untuk memperoleh pujian, penghormatan dan pujaan disebut pertapaan dalam sifat nafsu. Pertapaan itu tidak mantap atau kekal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.19 Pertapaan yang dilakukan berdasarkan kebodohan, dan dengan menyiksa diri atau menghancurkan atau menyakiti orang lain dikatakan sebagai pertapaan dalam sifat kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.20  Kedermawanan yang diberikan karena kewajiban, tanpa mengharapkan pamrih, pada waktu dan tempat yang tepat, kepada orang yang patut menerimanya dianggap bersifat kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17. 21  Tetapi sumbangan yang diberikan dengan mengharapkan pamrih, atau dengan keinginan untuk memperoleh hasil atau pahala, atau dengan rasa kesal, dikatakan sebagai kedermawanan dalam sifat nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.22 Sumbangan-sumbangan yang diberikan di tempat yang tidak suci, pada waktu yang tidak suci, kepada orang yang tidak patut menerimanya, atau tanpa perhatian dan rasa hormat yang benar dikatakan sebagai sumbangan dalam sifat kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.23 Sejak awal ciptaan, tiga kata om tat sat digunakan untuk menunjukkan kebenaran Mutlak yang paling utama. Tiga lambang tersebut digunakan oleh para brahmana sambil mengucapkan mantra-mantra veda dan pada waktu mengaturkan korban suci untuk memuaskan yang Mahakuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.24 Karena itu, para rohaniwan yang melakukan korban suci, kedermawanan dan pertapaan menurut aturan kitab suci selalu mulai dengan ‘om’ untuk mencapai pada yang mahakuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.25 Tanpa menginginkan hasil atau pahala, hendaknya seseorang melakukan berbagai jenis korban suci, pertapaan dan kedermawanan dengan kata ‘tat’. Tujuan kegiatan rohani tersebut ialah untuk mencapai pembebasan dari ikatan material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.26-27   Kebenaran mutlak adalah tujuan korban suci bhakti. Kebenaran mutlak ditunjukkan dengan kata ’sat’. pelaksanaan korban suci seperti itu juga disebut ‘sat’. segala pekerjaan korban suci, pertapaan dan kedermawanan yang dilaksanakan untuk memuaskan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa dan setia kepada sifat mutlak juga disebut ‘sat’. wahai putera prtha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 17.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;17.28  Apa pun yang dilakukan sebagai korban suci, kedermawanan maupun pertapaan tanpa keyakinan terhadap Yang Mahakuasa tidak bersifat kekal, wahai putera prtha. Kegiatan itu disebut ‘asat’ dan tidak berguna dalam hidup ini maupun dalam penjelmaan yang akan datang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari; http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-17/&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8311319466764206137?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8311319466764206137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8311319466764206137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8311319466764206137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8311319466764206137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-xvii.html' title='Bhagavad Gita Bab XVII'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-7556037778147209153</id><published>2010-03-02T21:10:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:11:10.226-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab XVI</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;Sifat rohani dan sifat jahat&lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.1-3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.1-3 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; kebebasan dari rasa takut; penyucian kehidupan; pengembangan pengetahuan rohani; kedermawanan; mengendalikan diri; pelaksanaan korban suci; mempelajari veda; pertapan; kesederhanaan; tidak melakukan kekerasan; kejujuran; kebasan dari amarah; pelepasan ikatan; ketenangan; tidak mencari-cari kesalahan; kasih sayang terhadap semua mahkluk hidup; pembebasan dari loba; sifat lembut; sifat malu; ketabahan hati yang mantap; kekuatan; mudah mengampuni; sifat ulet; kebersihan; kebebasan dari rasa iri dan gila hormat-sifat-sifat rohani tersebut dimiliki oleh orang suci yang  diberkati dengan sifat rohani, wahai putera Bharata.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.4 Sikap bangga, sikap sombong, sikap tak peduli, amarah, sikap kasar, dan kebodohan-sifat-sifat ini dimiliki oleh orang yang bersifat jahat, wahai putera prtha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.5  Sifat rohani menguntungkan untuk pembebasan, sedangkan sifat jahat mengakibatkan ikatan. Wahai putera pandu, jangan khawatir, sebab engkau dilahirkan dengan sifat-sifat suci.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.6 Wahai putera prtha, di dunia ini ada dua jenis makhluk yang diciptakan. Yang satu disebut suci dan yang lain jahat. Aku sudah menerangkan sifat-sifat suci kepadamu secara panjang lebar. Sekarang dengarlah dari-Ku tentang sifat-sifat jahat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.7 Orang jahat tidak mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak seharusnya. Kebersihan, tingkah laku yang pantas dan kebenaran tidak dapat ditemukan dalam diri mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.8 Mereka mengatakan bahwa dunia ini tidak nyata, tidak ada dasarnya dan tidak ada Tuhan yang mengendalikan. Mereka mengatakan bahwa dunia ini dihasilkan dari keinginan untuk hubungan kelamin, dan tidak ada sebabnya selain nafsu birahi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.9 Dengan mengikuti kesimpulan-kesimpulan seperti itu, orang-orang jahat, yang sudah kehilangan dirinya dan tidak memiliki kecerdasan sama sekali, menekuni pekerjaan yang tidak menguntungkan dan mengerikan dimaksudkan untuk menghancurkan dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.10  Dengan berlindung kepada hawa nafsu yang tidak dapat dipuaskan, terlena dalam rasa sombong dan kemasyuran yang palsu, orang jahat yang berkhayal seperti itu selalu bertekad melakukan  pekerjaan yang tidak bersih, sebab mereka tertarik kepada hal-hal yang tidak kekal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.11-12 Mereka percaya bahwa memuaskan indria-indria adalah kebutuhan utama peradaban manusia. Karena itu, sampai akhir hidupnya, kecemasan mereka  tidak dapat diukur. Mereka diikat oleh jaringan beratus-ratus ribu keinginan dan terikat dalam hawa nafsu dan amarah. Mereka mendapat uang untuk kepuasan indria-indria  dengan cara-cara yang melanggar hukum.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.13-15  Orang jahat berpikir; “Sekian banyak kekayaan kumiliki hari ini, dan aku akan memperoleh kekayaan lebih banyak lagi menurut rencana-Ku. Sekian banyak kumiliki sekarang, dan  jumlah itu bertambah semakin banyak pada masa yang akan datang. Dia musuhku, dan dia sudah kubunuh, dan musuh-musuhku yang lain juga akan terbunuh. Akulah penguasa segala sesuatu. Akulah yang menikmati. Aku sempurna, perkasa dan bahagia. Aku manusia yang paling kaya, diiringi oleh keluarga yang bersifat bangsawan. Tiada seorang pun yang seperkasa dan sebahagian diriku. Aku akan melakukan korban suci, dan memberi sumbangan, dan dengan demikian aku akan menikmati” Dengan cara seperti inilah, mereka dikhayalkan oleh kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16-16 Dibingungkan oleh berbagai kecemasan seperti itu dan diikat oleh jala khayalan, ikatan mereka terhadap kenikmatan indria-indria menjadi terlalu keras dan mereka jatuh ke dalam neraka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.17 Malas dalam diri sendiri dan selalu kurang sopan, berkhayal karena kekayaan dan penghormatan palsu, kadang-kadang mereka melakukan korban suci secara bangga hanya dalam nama saja, tanpa mengikuti aturan dan peraturan sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16. 18 Orang jahat dibingungkan oleh keakuan palsu, kekuatan, rasa bangga, hawa nafsu dan amarah sehingga mereka menjadi iri terhadap kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, yang bersemayam di dalam badan mereka sendiri dan juga di dalam badan orang lain, dan mereka menghina dharma yang sejati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.19 Orang yang iri dan nakal, manusia yang paling rendah, untuk selamanya kubuang ke dalam lautan kehidupan material, di dalam berbagai jenis kehidupan yang jahat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.20 Setelah dilahirkan berulang kali di tengah-tengah jenis-jenis kehidupan yang jahat, orang seperti itu tidak pernah dapat mendekatiku, wahai putera Kunti. Berangsur-angsur mereka merosot hingga mencapai jenis kehidupan yang paling menjijikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.21  Ada tiga pintu gerbang menuju neraka tersebut-hawa nafsu, amarah, dan loba. Setiap orang waras harus meninggalkan tiga sifat ini, sebab tiga sifat ini menyebabkan sang roh merosot.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;..16.22 Orang yang sudah bebas dari tiga gerbang neraka tersebut melakukan perbuatan yang menguntungkan untuk keinsafan diri dan dengan demikian berangsur-angsur ia mencapai tujuan yang paling utama, wahai putera Kunti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.23 Orang yang meninggalkan aturan kitab suci dan bertindak menurut kehendak sendiri tidak mencapai kesempurnaan, kebahagiaan maupun tujuan tertinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 16.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;16.24  Karena itu, seharusnya seseorang mengerti apa itu kewajiban dan apa yang bukan kewajiban menurut peraturan kitab suci. Dengan mengetahui aturan dan peraturan tersebut, hendaknya ia bertindak dengan cara supaya berangsu-angsur dirinya maju ke tingkat yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dikutipdari; http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-16/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-7556037778147209153?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/7556037778147209153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=7556037778147209153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7556037778147209153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7556037778147209153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-xvi.html' title='Bhagavad Gita Bab XVI'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6959317460115478259</id><published>2010-03-02T21:08:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:09:35.775-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab XV</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Yoga Berhubungan dengan Kepribadian Yang Paling Utama&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.1 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Dikatakan bahwa  ada pohon beringin yang tidak dapat dimusnahkan yang akarnya ke atas dan cabangnya ke bawah, dan daun-daunnya adalah mantra-mantra veda. Orang yang mengetahui tentang pohon ini mengetahui veda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.2 Cabang-cabang pohon tersebut menjulur ke bawah dan ke atas, dipelihara oleh tiga sifat alam material. Ranting-ranting adalah obyek-obyek indria. Pohon tersebut juga mempunyai akar yang turun ke bawah , dan akar-akar tersebut terikat pada perbuatan masyarakat manusia yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.3-4  Bentuk sejati pohon tersebut tidak dapat dipahami di dunia ini. Tidak ada orang yang dapat mengerti di mana pohon itu berakhir, di mana pohon itu mulai, atau di mana dasar pohon itu. Tetapi dengan ketabahan hati orang harus menebang pohon itu yang mempunyai akar yang kuat dengan memakai senjata ketidakterikatan. Kemudian, ia harus mencari suatu tempat sehingga setelah mencapai tempat itu, ia tidak akan pernah kembali lagi. Di tempat itu, ia harus menyerahkan diri kepada kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, asal mula segala sesuatu dan sumber perwujudan segala sesuatu sejak sebelum awal sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15. 5  Orang yang bebas dari kemasyuran palsu, khayalan dan pergaulan palsu, dan mengerti hal-hal yang kekal, sudah tidak mempunyai hubungan lagi dengan nafsu material, bebas dari hal-hal relatif berupa suka dan duka, tidak dibingungkan dan mengetahui bagaimana cara menyerahkan diri kepada kepribadian yang paling utama akan mencapai kerajaan yang kekal itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.6  Tempat tinggal-Ku yang paling utama itu tidak diterangi oleh matahari, bulan, api maupun listrik. Orang yang mencapai tempat tinggal itu tidak pernah kembali lagi ke dunia material ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.7   Para makhluk hidup di dunia yang terikat ini adalah bagian-bagian percikan yang kekal dari Diri-Ku. Oleh karena kehidupan yang terikat, mereka berjuang dengan keras sekali melawan enam indria, termasuk pikiran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.8 Makhluk hidup di dunia material membawa berbagai paham hidupnya dari satu badan ke badan yang lain seperti udara membawa berbagai bau. Dengan cara demikian ia menerima jenis badan tertentu, lalu sekali lagi meninggalkan badan itu untuk menerima badan lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.9  Makhluk hidup, yang menerima badan kasar lain dengan cara seperti itu, memperoleh jenis telinga, mata, lidah, hidung, dan peraba tertentu tersusun di sekitar pikiran. Dengan demikian, ia menikmati pasangan obyek-obyek indria tetentu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.10 Orang bodoh tidak dapat mengerti bagaimana makhluk hidup dapat meninggalkan badannya, dan mereka tidak dapat mengerti jenis badan mana yang dinikmatinya di bawah pesona sifat-sifat alam. Tetapi orang yang matanya sudah terlatih dalam pengetahuan dapat melihat segala hal tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.11 Para rohaniwan yang sedang berusaha, yang mantap dalam keinsafan diri, dapat melihat segala hal tersebut dengan jelas. Tetapi orang yang pikirannya belum berkembang dan belum mantap dalam keinsafan diri tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi, meskipun mereka berusaha melihat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.12 Kemuliaan matahari, yang menghilangkan kegelapan seluruh dunia ini, berasal dari-Ku. Kemudian bulan dan kemuliaan api juga berasal dari-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.13   Aku masuk ke dalam setiap planet, dan planet-planet itu tetap melintasi garis edarnya atas tenaga-Ku. Aku menjadi bulan dan dengan demikian menyediakan sari hidup kepada semua sayur.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.14  Aku adalah api pencerna di dalam badan-badan semua makhluk hidup, dan Aku bergabung dengan udara kehidupan, yang keluar dan masuk, untuk mencernakan empat jenis makanan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.15 Aku bersemayam di dalam hati setiap makhluk, ingatan, pengetahuan, dan pelupaan berasal dari-Ku. Akulah yang harus diketahui dari segala veda; memang Akulah yang menyusun Vedanta, dan Akulah yang mengetahui veda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.16  Ada dua golongan makhluk hidup, yaitu yang dapat gagal dan yang tidak. Di dunia material semua makhluk hidup dapat gagal, dan di dunia rohani setiap makhluk hidup tidak pernah gagal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.17  Di samping dua golongan tersebut, ada kepribadian yang paling utama yang hidup, yaitu Roh Yang Paling Utama, Tuhan  Yang Maha Esa sendiri yang tidak dapat dimusnahkan, yang sudah memasuki tiga dunia dan sedang memeliharanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.18  Oleh karena Aku bersifat rohani, di luar yang dapat gagal dan yang tidak pernah gagal, dan oleh karena Aku adalah Yang Mahabesar, Aku dimuliakan, baik di dunia maupun dalam veda, sebagai kepribadian yang paling utama itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.19 Siapa pun yang mengenal Aku sebagai kepribadian Tuhan Yang Maha Esa tanpa ragu-ragu, mengetahui segala sesuatu. Karena itu, ia sepenuhnya menekuni pengabdian suci bhakti kepada-Ku, wahai putera Bharata.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 15.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;15.20  Inilah bagian yang paling rahasia dari kitab-kitab veda, wahai yang tidak berdosa, dan sekarang bagian itu kuungkapkan. Siapapun yang mengerti ini akan menjadi bijaksana, dan usaha-usahanya akan mencapai kesempurnaan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari; http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-15/&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6959317460115478259?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/6959317460115478259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=6959317460115478259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6959317460115478259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6959317460115478259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-xv.html' title='Bhagavad Gita Bab XV'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8630239777797917277</id><published>2010-03-02T21:07:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:08:27.057-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab XIV</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Tiga Sifat Alam Material&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14 1   Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; sekali lagi Aku akan bersabda kepadamu tentang kebijaksanaan yang paling utama ini, yang paling baik di antara segala pengetahuan. Setelah menguasai pengetahuan ini, semua resi sudah mencapai kesempurnaan yang paling tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.2  Dengan menjadi mantap dalam pengetahuan ini, seseorang dapat mencapai sifat rohani seperti sifat-Ku sendiri. Setelah menjadi mantap seperti itu, ia tidak dilahirkan pada  masa ciptaan atau pun digoyahkan pada masa peleburan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.3 Seluruh bahan material, yang disebut Brahman, adalah sumber kelahiran, dan Aku menyebabkan Brahman itu mengandung, yang memungkinkan kelahiran semua makhluk hidup, wahai putera Bharata.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.4 Hendaknya dimengerti bahwa segala jenis kehidupan dimungkinkan oleh kelahiran di alam material ini, dan bahwa Akulah ayah yang memberi benih, wahai putera Kunti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.5 Alam material terdiri dari tiga sifat-kebaikan, nafsu, dan kebodohan. Bila makhluk hidup yang kekal berhubungan dengan alam, ia diikat oleh sifat-sifat tersebut, wahai Arjuna yang berlengan perkasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.6  Wahai  yang tidak berdosa, sifat kebaikan lebih murni daripada sifat-sifat yang lain,. Karena itu, sifat kebaikan memberi penerangan dan membebaskan seseorang dari segala reaksi dosa. Orang yang mantap dalam sifat itu diikat oleh rasa kebahagiaan dan pengetahuan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.7  Sifat nafsu dilahirkan dari keinginan dan hasrat yang tidak terhingga, wahai putera Kunti. Karena itu, makhluk hidup di dalam badan terikat terhadap perbuatan material yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.8  Wahai putera Bharata, ketahuilah bahwa sifat kegelapan, yang dilahirkan dari kebodohan, adalah khayalan bagi semua makhluk hidup yang mempunyai badan. Akibat sifat ini adalah kegoncangan jiwa, sifat malas dan kecenderungan untuk tidur, yang mengikat roh yang terikat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.9 Wahai putera Bharata, sifat kebaikan mengikat seseorang pada kebahagiaan; nafsu mengikat dirinya pada kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala; dan kebodohan, yang menutupi pengetahuanya mengikat dirinya pada kegilaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.10 Kadang-kadang sifat kebaikan menonjol, dan mengalahkan sifat nafsu dan kebodohan, wahai putera bharata. Kadang-kadang sifat nafsu mengalahkan sifat kebaikan dan kebodohan, dan pada waktu yang lain kebodohan mengalahkan kebaikan dan nafsu. Dengan cara demikian selalu ada persaingan untuk berkuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.11 Perwujudan-perwujudan sifat kebaikan dapat dialami bila pintu gerbang badan diterangi oleh pengetahuan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.12 Wahai yang paling utama di antara para putera keturunan Bharata, bila sifat nafsu meningkat, berkembanglah tanda-tanda ikatan yang besar, kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala, usaha yang keras sekali, keinginan dan hasrat yang tidak dapat dikendalikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.13 Bila sifat kebodohan meningkat, terwujudlah kegelapan, malas-malasan, keadaan gila dan khayalan, wahai putera kuru.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.14 Bila seseorang meninggal dalam sifat kebaikan, ia mencapai planet-planet murni yang lebih tinggi, tempat tinggal para resi yang mulia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.15  Bila seseorang meninggal dalam sifat nafsu , ia dilahirkan di tengah-tengah mereka yang sibuk dalam kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil. Bila seseorang meninggal dalam sifat kebodohan, ia dilahirkan di kerajaan binatang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.16 Hasil perbuatan saleh bersifat murni dan dikatakan bersifat kebaikan. Tetapi perbuatan yang dilakukan dalam sifat nafsu mengakibatkan kesengsaraan, dan perbuatan yang dilakukan dalam sifat kebodohan mengakibatkan hal-hal yang bukan-bukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.17 Pengetahuan yang sejati berkembang dari sifat yang sejati berkembang dari sifat kebaikan; loba berkembang dari sifat nafsu; dan kegiatan yang bukan-bukan, sifat gila dan khayalan berkembang dari sifat kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.18 Orang yang berada dalam sifat kebaikan berangsur-angsur naik sampai planet-planet yang lebih tinggi; orang yang berada dalam sifat nafsu hidup di planet-planet seperti bumi; orang yang berada dalam sifat kebodohan yang menjijikan turun memasuki dunia-dunia neraka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.19  Bila seseorang melihat dengan sebenarnya melihat bahwa dalam segala kegiatan tiada pelaku lain yang bekerja selain sifat-sifat alam tersebut dan ia mengenal Tuhan Yang Maha Esa, yang melampaui segala sifat tersebut, maka ia mencapai alam rohani-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.20 Bila makhluk hidup di dalam badan dapat melampaui ke tiga sifat alam yang berhubungan dengan badan jasmani, ia dapat dibebaskan dari kelahiran, kematian, usia tua dan dukacitanya hingga ia dapat menikmati minuman kekekalan bahkan dalam kehidupan ini pun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.21 Arjuna berkata; O Tuhan yang hamba cintai, melalui tanda-tanda manakah kita dapat mengetahui orang yang melampaui tiga sifat alam tersebut? Bagaimana tingkah lakunya? Bagaimana cara melampaui sifat-sifat alam?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.22 – 25  Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Wahai putera Pandu, orang yang tidak membenci penerangan, ikatan, dan khayalan bila hal-hal itu ada ataupun merindukannya bila hal-hal itu lenyap; yang tidak pernah gelisah atau goyah selama ia mengalami segala reaksi sifat-sifat alam material, tetap netral dan rohani, dengan mengetahui bahwa hanya sifat-sifat itulah yang bergerak; mantap dalam sang diri dan memandang suka dan duka  dengan sikap sama; memandang segumpal tanah, sebuah batu dan sebatang emas dengan pandangan yang sama; bersikap yang sama terhadap yang diinginkan dan yang tidak diinginkan; mantap, bersikap yang sama baik terhadap pujian maupun tuduhan, penghormatan maupun penghinaan; yang memperlakukan kawan dan musuh dengan cara yang sama; dan sudah melepaskan ikatan terhadap segala kegiatan segala kegiatan material- orang seperti itulah dikatakan sudah melampaui sifat-sifat alam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.26 Orang yang menekuni bhakti sepenuhnya, dan tidak gagal dalam segala keadaan, segera melampaui sifat-sifat alam material, dan dengan demikian mencapai tingkat Brahman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 14.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;14.27 Aku adalah sandaran Brahman yang tidak bersifat pribadi, yang bersifat kekal, tidak pernah mati, tidak dapat dimusnahkan dan bersifat kekal, kedudukan dasar kebahagiaan yang paling tinggi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dikutup dari ;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-14/&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8630239777797917277?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8630239777797917277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8630239777797917277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8630239777797917277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8630239777797917277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-xiv.html' title='Bhagavad Gita Bab XIV'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8021070457039877816</id><published>2010-03-02T21:06:00.001-08:00</published><updated>2010-03-02T21:34:04.256-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab XIII</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Alam, Kepribadian Yang Menikmati dan Kesadaran&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.1-2 Arjuna berkata; O Krsna yang hamba cintai, hamba ingin mengetahui tentang prakrti [alam] purusa [yang menikmati], lapangan dan yang mengenal lapangan, pengetahuan dan obyek pengetahuan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; wahai putera Kunti, badan ini disebut lapangan, dan yang mengetahui tentang badan ini disebut yang mengetahui lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.3  Wahai putera keluarga Bharatha, engkau harus mengerti bahwa Aku juga yang mengetahui di dalam semua badan. Pengetahuan berarti mengerti badan ini dan dia yang mengetahui badan ini. Itulah pendapa-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.4  Sekarang dengarlah uraian singkat dari-Ku tentang lapangan kegiatan ini serta bagaimana kedudukan dasar lapangan kegiatan, bagaimana perubahannya, darimana sumbernya, siapa yang mengetahui lapangan kegiatan, dan bagaimana pengaruh-pengaruhnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.5  Pengetahuan itu tentang lapangan kegiatan dan dia yang mengetahui kegiatan diuraikan oleh berbagai sastera veda. Pengetahuan itu khususnya disampaikan dalam Vedanta-sutra dengan segala logika mengenai sebab dan akibat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.6-7  Lima unsur besar, keakuan palsu, kecerdasan, yang tidak terwujud, sepuluh indria dan pikiran, lima obyek indria, keinginan, rasa benci, kebahagiaan, dukacita, jumlah gabungan, gejala-gejala hidup, dan keyakinan-keyakinan – sebagai ringkasan, semua unsur tersebut merupakan lapangan kegiatan dan hal-hal yang Saling mempengaruhi dari lapangan kegiatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.8 -12   Sifat rendah hati; kebebasan dari rasa bangga; tidak melakukan kekerasan; toleransi; kesederhanaan; mendekati seorang guru kerohanian yang dapat dipercaya; kebersihan; sifat mantap; pengendalian diri; melepaskan ikatan terhadap obyek-obyek kepuasan indria-indria; kebebasan dari keakuan palsu; mengerti buruknya kelahiran; kematian; usia tua dan penyakit; ketidakterikatan; kebebasan dari ikatan terhadap anak-anak; isteri; rumah dan sebagainya; keseimbangan pikiran di tengah-tengah kejadian yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan; bhakti kepada-Ku yang murni dan tidak pernah menyimpang; bercita-cita tinggal di tempat yang sunyi; ketidakterikatan terhadap khayalak ramai; mengakui bahwa keinsafan diri adalah hal yang penting; dan usaha mencari kebenaran mutlak dalam filsafat-Aku menyatakan bahwa segala sifat tersebut adalah pengetahuan, dan apa pun yang ada di luar sifat-sifat itu adalah kebodohan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.13 Sekarang Aku akan menjelaskan tentang apa yang dapat diketahui. Sesudah mengetahui tentang hal ini, engkau akan merasakan kekekalan, Brahman, sang roh, yang tidak berawal dan berada di bawah-Ku, berada di luar sebab dan akibat dunia material ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13. 14  Tangan, kaki, mata, kepala-kepala dan muka-muka Roh yang utama berada di mana-mana, dan Beliau mempunyai telinga di mana-mana. Roh yang utama berada dengan cara seperti ini, dan Beliau berada di dalam segala sesuatu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.15  Roh yang utama adalah sumber asli semua indria, namun Beliau tidak mempunyai indria material. Beliau tidak terikat, walaupun Beliau memelihara semua makhluk hidup. Beliau melampaui sifat-sifat alam, dan pada waktu yang sama Beliau adalah penguasa semua sifat alam material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.16  Kebenaran yang paling utama berada di luar dan di dalam semua makhluk hidup, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Oleh karena Beliau bersifat halus, Beliau di luar daya lihat atau daya mengerti indria-indria material. Kendatipun Beliau jauh sekali, Beliau juga dekat kepada semua makhluk hidup.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.17 Walaupun rupanya Roh Yang Utama dibagi antara semua makhluk, Beliau tidak pernah dibagi. Beliau mantap sebagai Yang Tunggal. Walaupun Beliau memelihara semua makhluk hidup, harus dimengerti bahwa Beliau menelan dan mengembangkan segala-galanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.18 Beliau adalah sumber cahaya dalam semua benda yang bercahaya. Beliau di luar kegelapan alam dan tidak terwujud. Beliau adalah pengetahuan, Beliau adalah obyek pengetahuan, dan Beliau adalah tujuan pengetahuan. Beliau besemayam di dalam hati semua makhluk hidup.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.19  Demikianlah lapangan kegiatan rohani [badan], pengetahuan dan apa yang dapat diketahui sudah kuuraikan sebagai ringkasan. Hanya para penyembah-Ku dapat mengerti hal ini secara panjang lebar dan dengan demikian mencapai sifat-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13 20  Harus dimengerti bahwa alam material dan para makhluk hidup tidak berawal. Perubahan-perubahan alam material, para makhluk hidup dan sifat-sifat alam dihasilkan dari alam material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.21  Dikatakan bahwa alam adalah penyebab segala sebab dan akibat material, sedangkan makhluk hidup adalah penyebab berbagai penderitaan dan kenikmatan di dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.22 Dengan cara seperti itu makhluk hidup di dalam alam material mengikuti cara-cara hidup, dan menikmati tiga sifat alam. Ini disebabkan oleh hubungan makhluk dengan alam material itu. Karena itu, ia menemukan hal yang baik dan hal yang buruk di dalam berbagai jenis kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.23 Namun di dalam badan ini ada kepribadian lain, kepribadian rohani yang menikmati, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, pemilik segala sesuatu. Beliau berada sebagai pengawas dan yang mengizinkan dan Beliau dikenal sebagai Roh yang utama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.24 Orang yang mengerti filsafat tersebut mengenal alam material. Makhluk hidup dan hal saling mempengaruhi antara sifat-sifat alam pasti mencapai pembebasan. Dia tidak akan dilahirkan lagi di sini, walaupun bagaimanapun kedudukannya sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13. 25 Beberapa orang melihat Roh Yang Utama melihat di dalam dirinya melalui semadi, orang lain melihat melalui pengembangan pengetahuan, dan orang lain lagi melihat melalui cara bekerja tanpa keinginan untuk membuahkan hasil atau pahala.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.26 Ada pula orang yang mulai menyembah kepribadian Tuhan Yang Maha Esa setelah mendengar tentang Beliau dari orang lain. Walaupun mereka sendiri belum menguasai pengetahuan rohani. Oleh karena mereka cenderung mendengar dari penguasa-penguasa, mereka pun melampaui jalan kelahiran dan kematian.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.27 Wahai yang paling utama di antara para Bhrata, ketahuilah bahwa apa pun yang engkau lihat yang sudah diwujudkan, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, hanyalah gabungan antara lapangan kegiatan dan yang mengetahui lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.28  Orang yang melihat Roh Yang Utama mendampingi roh individual di dalam semua badan, dan mengerti bahwa sang roh dan roh yang utama tidak pernah dimusnahkan di dalam badan yang dapat dimusnahkan, melihat dengan sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.29  Orang yang melihat Roh Yang Utama berada di mana-mana dengan cara yang sama di dalam setiap makhluk hidup tidak menyebabkan dirinya merosot karena pikirannya. Dengan cara demikian ia mendekati tujuan rohani.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13 30 Orang yang dapat melihat bahwa segala kegiatan dilaksanakan oleh badan, yang diciptakan oleh alam material, dan melihat bahwa sang diri tidak melakukan apa pun, melihat dengan sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.31 Bilamana orang yang mempunyai akal tidak melihat lagi berbagai identitas yang disebabkan oleh berbagai badan jasmani dan ia melihat bagaimana para makhluk hidup dijelmakan di mana-mana, ia mencapai paham Brahman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.32 Orang yang mempunyai penglihatan kekekalan dapat melihat bahwa sang roh yang tidak dimusnahkan bersifat rohani, kekal, dan di luar sifat-sifat alam. Wahai Arjuna, walaupun sang roh berhubungan dengan badan material, sang roh tidak berbuat apa-apa dan juga tidak diikat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.33 Oleh karena  angkasa bersifat  halus, angkasa tidak tercampur dengan apa pun, kendatipun angkasa berada di mana-mana. Begitu pula sang roh yang mantap dalam penglihatan Brahman tidak tercampur dengan badan, walaupun sang roh itu berada di dalam badan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13 34  Wahai Bharata, seperti halnya matahari sendiri menerangi seluruh alam semesta ini, begitu pula makhluk hidup, tunggal di dalam badan, menerangi seluruh badan dengan kesadaran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;13.35 Orang yang melihat dengan mata pengetahuan perbedaan antara badan dan yang mengetahui badan, dan juga dapat mengerti proses pembebasan dari ikatan dalam alam material, mencapai Tujuan yang paling utama.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari;http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-13/&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8021070457039877816?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8021070457039877816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8021070457039877816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8021070457039877816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8021070457039877816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-xiii.html' title='Bhagavad Gita Bab XIII'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-847732526250063221</id><published>2010-03-02T21:04:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:34:50.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab  XII</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;Pengabdian Suci Bhakti&lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.1 Arjuna bertanya; yang mana dianggap lebih sempurna; orang yang selalu tekun dalam bhakti kepada Anda dengan cara yang benar ataukah orang yang menyembah Brahman, yang tidak bersifat pribadi dan tidak terwujud?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.2  Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Orang yang memusatkan pikirannya pada bentuk pribadi-Ku dan selalu tekun menyembah-Ku dengan keyakinan besar yang rohani dan melampaui hal-hal duniawi Aku anggap paling sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.3-4  Tetapi orang yang sepenuhnya menyembah yang tidak terwujud , di luar jangkauan indria-indria, yang berada di mana-mana, tidak dapat dipahami, tidak pernah berubah, mantap dan tidak dapat dipindahkan-paham tentang kebenaran Mutlak yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan-dengan mengendalikan indria-indria, bersikap yang sama terhadap semua orang, dan sibuk demi kesejahteraan semua orang, akhirnya mencapai kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.5  Orang yang pikirannya terikat pada aspek Yang Mahakuasa yang tidak berwujud dan tidak bersifat pribadi sulit sekali maju. Kemajuan dalam disiplin itu selalu sulit sekali bagi orang yang mempunyai badan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.6 -7 Tetapi orang yang menyembah-Ku, menyerahkan segala kegiatannya kepada-Ku, setia kepada-Ku tanpa menyimpang, tekun dalam pengabdian suci bhakti, selalu bersemadi kepada-Ku, dan sudah memusatkan pikirannya kepada-Ku- cepat Kuselamatkan dari lautan kelahiran dan kematian, wahai putera Prtha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.8  Pusatkanlah pikiranmu kepada-Ku, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan gunakanlah segala kecerdasanmu dalam Diri-Ku. Dengan cara demikian, engkau akan selalu hidup di dalam Diri-Ku, tanpa keragu-raguan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.9  Arjuna yang baik hati, perebut kekayaan, kalau engkau tidak dapat memusatkan pikiranmu kepada-Ku tanpa menyimpang, ikutilah prinsip-prinsip yang mengatur bhakti-yoga. Dengan cara demikian, kembangkanlah keinginan untuk mencapai kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.10 Kalau engkau tidak sanggup mengikuti latihan aturan bhakti- yoga, cobalah bekerja untuk-Ku, sebab dengan bekerja untuk-Ku, engkau akan mencapai tingkat yang sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.11 Akan tetapi, kalau engkau tidak sanggup bekerja sambil sadar kepada-Ku seperti ini, cobalah bertindak dengan melepaskan segala hasil dari pekerjaanmu dan berusaha menjadi mantap dalam diri sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.12 Kalau engkau tidak sanggup mengikuti latihan tersebut, tekunilah pengembangan pengetahuan. Akan tetapi, semadi lebih baik daripada pengetahuan, dan melepaskan ikatan terhadap hasil perbuatan lebih baik daripada semadi, sebab dengan melepaskan ikatan seperti itu seseorang dapat mencapai kedamaian jiwa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.13-14  Orang yang tidak iri tetapi menjadi kawan baik bagi semua makhluk hidup, tidak menganggap dirinya pemilik, bebas dari keakuan palsu, bersikap sama baik dalam suka maupun duka, bersikap toleransi, selalu puas, mengendalikan diri, tekun dalam bhakti dengan ketabahan hati, dengan pikiran dan kecerdasannya dipusatkan kepada-Ku- penyembah-Ku yang seperti itu sangat Ku-cintai.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.15  Aku sangat mencintai orang yang tidak menyebabkan siapapun dipersulit, tidak digoyahkan oleh siapapun dan bersikap yang sama, baik dalam suka, duka, rasa takut maupun kecemasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.16  Aku sangat mencintai penyembah-Ku yang tidak bergantung pada jalan kegiatan yang biasa, yang suci, ahli. Bebas dari rasa prihatin, bebas dari segala dukacita, dan tidak berusaha memperoleh suatu hasil atau pahala.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.17  Orang yang tidak bersenang hati atau bersedih hati, tidak menyesalkan atau menginginkan, dan melepaskan ikatan terhadap hal-hal yang menguntungkan dan tidak menguntungkan- seorang penyembah seperti itu sangat Ku- cintai.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.18-19 Orang yang bersikap sama terhadap kawan dan musuh, seimbang dalam penghormatan dan penghinaan, panas dan dingin, suka dan duka, kemasyuran dan fitnah, selalu bebas dari pergaulan yang mencemarkan, selalu diam dan puas dengan segala sesuatu, yang tidak mempedulikan tempat tinggal apapun, mantap dalam pengetahuan dan tekun dalam bhakti-orang seperti itu sangat ku-cintai.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 12.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;12.20 Aku sangat mencintai orang yang mengikuti jalan bhakti yang kekal ini, tekun sepenuhnya dengan keyakinan, dan menjadikan Aku sebagai tujuan tertinggi&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-12/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-847732526250063221?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/847732526250063221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=847732526250063221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/847732526250063221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/847732526250063221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-xii.html' title='Bhagavad Gita Bab  XII'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-2759186232904409510</id><published>2010-03-02T21:02:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:42:01.364-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab XI</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;Bentuk Semesta&lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.1 Arjuna berkata; Dengan mendengar wejangan tentang mata pelajaran yang paling rahasia ini yang sudah Anda berikan kepada hamba atas kemurahan hati Anda, khayalan hamba sekarang sudah dihilangkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.2 O Krsna yang mempunyai mata seperti bunga padma, hamba sudah mendengar dari Anda secara terperinci tentang muncul dan menghilangnya setiap makhluk hidup dan hamba sudah menginsafi kebesaran Anda yang tidak pernah dibinasakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.3 O kepribadian yang paling mulia, bentuk yang paling utama, walaupun hamba melihat Anda berdiri di sini di hadapan hamba dalam kedudukan Anda yang sejati, sesuai dengan uraian Anda tentang Diri Anda, hamba ingin melihat bagaimana Anda masuk dalam manifestasi alam semesta ini. Hamba ingin melihat bentuk Anda tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.4  Kalau Anda berpikir hamba sanggup memandang bentuk semesta Anda, sudilah kiranya Anda memperlihatkan bentuk semesta Diri Anda yang tidak terhingga itu kepada hamba, o Tuhan yang hamba muliakan, penguasa segala kekuatan batin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.5 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Wahai Arjuna yang baik hati, wahai putera prtha, sekarang lihatlah kehebatan-Ku, beratus-ratus ribu jenis bentuk rohani yang berwarna-warni.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.6  Wahai yang paling baik di antara para Bharatha, lihatlah di sini berbagai perwujudan para Aditya, vasu, Rudra, Asvini-kumara dan semua dewa lainnya. Lihatlah banyak keajaiban yang belum pernah dilihat atau didengar oleh siapapun sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.7  Wahai Arjuna apapun yang ingin engkau lihat, lihatlah dengan segera dalam badan-Ku ini! Bentuk semesta ini dapat memperlihatkan kepadamu apapun yang engkau ingin lihat sekarang dan apapun yang engkau ingin lihat pada masa yang akan datang. Segala sesuatu- baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak-berada di sini secara lengkap, di satu tempat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.8  Tetapi engkau tidak dapat melihat-Ku dengan mata yang engkau miliki sekarang. Karena itu, Aku memberikan mata rohani kepadamu. Lihatlah kehebatan batin-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.9 Sanjaya berkata; Wahai paduka Raja, sesudah bersabda demikian, Tuhan Yang Mahakuasa, penguasa segala kekuatan batin, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, memperlihatkan bentuk semesta-Nya kepada Arjuna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.10-11  Dalam bentuk semesta itu, Arjuna melihat mulut-mulut yang tidak terhingga, mata yang tidak terhingga, dan wahyu-wahyu ajaib yang tidak terhingga. Bentuk tersebut dihiasi dengan banyak perhiasan rohani dan membawa banyak senjata rohani yang diangkat. Beliau memakai kalung rangkaian bunga dan perhiasan rohani, dan banyak jenis minyak wangi rohani dioleskan pada seluruh badan-Nya. Semuanya ajaib, bercahaya, tidak terbatas dan tersebar kemana-mana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.12 Kalau beratus-ratus ribu matahari terbit di langit pada waktu yang sama, mungkin cahayanya menyerupai cahaya dari kepribadian yang paling utama dalam bentuk semesta itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.13 Pada waktu itu, dalam bentuk semesta Tuhan, Arjuna dapat melihat perwujudan-perwujudan alam semesta yang tidak terhingga terletak di satu tempat walaupun dibagi menjadi beribu-ribu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.14 Kemudian Arjuna kebingungan dan kagum, dan bulu romanya tegak berdiri. Arjuna menundukkan kepalanya untuk bersujud, lalu mencakupkan tangannya dan mulai berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.15  Arjuna berkata; Sri Krsna yang hamba muliakan, di dalam badan Anda hamba melihat semua dewa dan berbagai jenis makhluk hidup yang lain. Hamba melihat Brahma duduk di atas bunga padma, bersama Dewa Siva, semua resi dan naga-naga rohani.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.16 O penguasa alam semesta, o bentuk semesta, di dalam badan Anda hamba melihat banyak lengan, perut, mulut dan mata, tersebar ke mana-mana, tanpa batas,. Hamba tidak dapat melihat akhir, pertengahan, maupun awal di dalam Diri Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.17 Bentuk Anda sulit dilihat karena cahaya-Nya yang menyilaukan, tersebar ke segala sisi, seperti api yang menyala atau cahaya matahari  yang tidak dapat diukur. Namun hamba melihat bentuk ini yang bernyala di mana-mana dihiasi dengan berbagai jenis mahkota, gada, dan cakra.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.18  Anda adalah tujuan pertama yang paling utama. Andalah sandaran utama seluruh jagat ini. Anda tidak dapat dimusnahkan, dan Andalah yang paling Tua. Andalah pemelihara dharma yang kekal, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Inilah pendapat hamba.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.19  Anda tidak berawal, tidak ada masa pertengahan bagi Anda dan Anda tidak berakhir. Kebesaran Anda tidak terhingga. Jumlah lengan Anda tidak terbilang. Matahari dan bulan adalah mata Anda. Hamba melihat Anda dengan api yang bernyala keluar dari mulut Anda. Anda sedang membakar seluruh jagat ini dengan cahaya pribadi Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.20 Walaupun Anda adalah satu, Anda berada di mana-mana di seluruh angkasa, planet-planet dan antariksa antar planet-planet. O kepribadian yang Mulia dengan melihat bentuk yang mengagumkan dan mengerikan ini, semua susunan planet goyah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.21 Semua kelompok dewa menyerahkan diri di hadapan Anda dan masuk ke dalam diri Anda. Beberapa di antaranya sangat ketakutan dan mereka mempersembahkan doa pujian sambil mencakupkan tangannya. Banyak resi yang mulia dan makhluk-makhluk yang sempurna yang sedang berseru, “semoga ada segala kedamaian!” sedang berdoa kepada Anda dengan menyanyikan mantra-mantra veda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.22 Segala manifestasi dari Dewa Siva, para Aditya, para vasu, para Sandya, para Visvedeva, dua Asvi, para Marut, para Leluhur, para Gandharva, para Yaksa, para Asura dan dewa-dewa yang sempurna memandang Anda dengan rasa kagum.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.23 O kepribadian yang berlengan perkasa, semua planet dengan dewa-dewanya goyah ketika melihat bentuk Anda yang maha Agung, dengan banyak muka, mata, lengan, paha, kaki, dan perutnya, dan banyak gigi Anda yang mengerikan; karena itu, mereka goyah, dan hamba juga goyah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.24 O Visnu yang berada di mana-mana, ketika hamba melihat Anda dengan berbagai warna Anda yang bercahaya dan menyentuh langit, mulut-mulut Anda yang terbuka lebar dan mata Anda yang besar dan menyala, pikiran hamba goyah karena rasa takut. Hamba tidak dapat memelihara sikap mantap maupun keseimbangan pikiran lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.25 O penguasa para dewa, pelindung dunia-dunia, mohon memberi karunia kepada hamba. Hamba tidak dapat memelihara keseimbangan ketika melihat Anda seperti ini dengan wajah-wajah Anda yang menyala seperti maut dan gigi yang mengerikan. Di segala arah hamba kebingungan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.26-27 Semua putera Dhrtarastra, bersama raja-raja yang bersekutu dengan mereka, Bhisma, Drona, Karna dan – semua pemimpin kesatria di pihak kita – lari masuk ke dalam mulut-mulut Anda yang mengerikan. Hamba melihat beberapa di antaranya tersangkut dengan kepala-kepalanya hancur di antara gigi-gigi Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.28  Bagaikan ombak-ombak banyak sungai mengalir ke dalam lautan, seperti itu pula semua kesatria yang hebat ini menyala dan masuk ke dalam mulut-mulut Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.29&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.29 Hamba melihat semua orang lari dengan kecepatan penuh ke dalam mulut-mulut Anda, bagaikan kupu-kupu yang terbang menuju kehancuran di dalam api yang menyala.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.30&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.30 O Visnu, hamba melihat Anda menelan semua orang dari segala sisi dengan mulut-mulut  Anda yang mengeluarkan banyak api. Anda menutupi seluruh alam semesta dengan cahaya Anda, Anda terwujud dengan sinar-sinar yang mengerikan dan menganguskan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.31&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.31 O penguasa semua dewa, yang mempunyai bentuk yang begitu ganas, mohon beritahukan  kepada hamba siapa Anda? Hamba bersujud kepada Anda; mohon memberi karunia kepada hamba. Anda adalah Tuhan Yang Maha Esa yang asli. Hamba ingin mengetahui tentang Anda, sebab hamba tidak mengetahui apa maksud Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.32&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.32  Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Aku adalah waktu, penghancur besar dunia-dunia, dan Aku datang ke sini untuk menghancurkan semua orang. Kecuali kalian [para Pandava], semua kesatria di sini dari kedua belah pihak akan terbunuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.33&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.33 Karena itu, bangunlah. Siap-siap untuk bertempur dan merebut kemasyuran. Kalahkanlah musuhmu dan menikmati kerajaan yang makmur. Mereka sudah dibunuh oleh apa yang telah Ku-atur, dan engkau hanya dapat menjadi alat dalam pertempuran, wahai Savyasaci.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.34&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.34 Drona, Bhisma, Jayadratha, Karna, dan kesatria-kesatria besar lainnya sudah Ku-hancurkan. Karena itu, bunuhlah  mereka dan jangan merasa goyah. Bertempur saja, dan engkau akan memusnahkan musuh-musuhmu dalam pertempuran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.35&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.35 Sanjaya berkata kepada Dhrtarastra; wahai Baginda Raja, sesudah mendengar kata-kata ini dari kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Arjuna yang sedang gemetar menghaturkan sembah sujud berulang kali dengan mencakupkan tangannya. Hati Arjuna penuh rasa takut dan dia berkata kepada Sri Krsna dengan suara yang tersendat-sendat, sebagai berikut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.36&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.36  Arjuna berkata;  O penguasa indria-indria, dunia menjadi riang dengan mendengar nama Anda, dan dengan demikian semua orang menjadi terikat kepada Anda. Kendatipun makhluk-makhluk sempurna bersujud kepada Anda dengan hormat, para raksasa ketakutan sehingga mereka lari ke sana ke mari. Segala hal ini memang patut terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.37&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.37  O Yang Mahabesar, lebih tinggi daripada Brahma, Anda adalah pencipta yang asli. Karena itu, bukankah seyogyanya mereka bersujud dengan hormat kepada Anda? O kepribadian yang tidak terhingga, Tuhan yang disembah oleh semua dewa, pelindung alam semesta! Anda adalah sumber yang tidak dapat dikalahkan, sebab segala sebab, yang melampaui manifestasi alam material ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.38&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.38  Anda adalah kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, yang paling tua, pelindung utama alam semesta yang terwujud. Andalah yang Mahatahu, dan Andalah segala sesuatu yang dapat diketahui. Andalah pelindung tertinggi, Anda berada di atas sifat-sifat material. O bentuk yang tidak terhingga Anda berada di mana-mana di seluruh manifestasi alam semesta ini!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.39&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.39  Andalah udara, dan Andalah Yang Mahakuasa! Anda adalah api, Anda adalah air, dan Anda adalah bulan! Anda adalah Brahma, makhluk hidup yang pertama, Anda adalah kakek moyang semua makhluk. Karena itu hamba bersujud dengan hormat kepada Anda seribu kali, kemudian berulang kali lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.40&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11. 40  Hamba bersujud kepada Anda dari depan, dari belakang dan dari segala sisi! O kekuatan yang tidak terbatas, Anda penguasa kewibawaan yang tidak terhingga! Anda berada di mana-mana, karena itu Andalah segala sesuatu!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.41&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.42&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.41-42  Oleh karena hamba menganggap Anda sebagai kawan, hamba terlalu berani dan menyapa kepada Anda “hai krsna”, “hai yadava”, “hai kawanku,” tanpa mengetahui kebesaran Anda. Mohon mengampuni apapun yang sudah hamba lakukan karena kebodohan atau karena cinta kasih. Berulang kali hamba kurang hormat kepada Anda, bercanda pada waktu kita sedang istirahat, berbaring di ranjang yang sama, duduk atau makan bersama-sama kadang-kadang sendirian, dan kadang-kadang di depan banyak kawan. O kepribadian yang tidak pernah gagal, ampunilah segala kesalahan itu yang hamba lakukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.43&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.43  Anda adalah ayah seluruh manifestasi alam semesta ini, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Anda adalah pemimpin jagat yang patut disembah, guru kerohanian yang paling utama. Tiada seorang pun yang sejajar dengan Anda, dan tidak mungkin seseorang bersatu dengan Anda.  Karena itu, bagaimana mungkin ada seseorang yang lebih agung daripada Anda di dalam seluruh tiga dunia ini, o penguasa yang memiliki kekuatan yang tidak terhingga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.44&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11 44  Anda adalah Tuhan Yang Maha Esa yang patut disembah oleh setiap makhluk hidup. Karena itu, hamba bersujud dengan hormat kepada Anda dan mohon karunia Anda. Seperti halnya seorang ayah membiarkan keberanian puteranya, seorang kawan membiarkan sikap kurang sopan dari kawannya, atau seorang istri membiarkan sikap akrab suaminya, mohon memaafkan kesalahan yang mungkin hamba lakukan terhadap Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.45&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.45 Sesudah melihat bentuk semesta ini yang belum pernah hamba lihat sebelumnya, hamba goyah karena ketakutan. Karena itu, mohon memberi  karunia Anda kepada hamba dan sekali lagi memperlihatkan bentuk Anda sebagai kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, o Tuhan yang disembah oleh semua dewa, pelindung alam semesta.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.46&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.46. o bentuk semesta, Tuhan Yang Maha Esa yang berlengan seribu, hamba ingin melihat Anda dalam bentuk Anda yang berlengan empat,  dengan mahkota pada kepala Anda dan gada, cakra, kerang, dan bunga padma pada tangan-tangan Anda. Hamba ingin melihat Anda dalam bentuk itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.47&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.47 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Arjuna yang baik hati, atas kekuatan dalam dari Diri-Ku, dengan senang hati bentuk semesta yang paling utama di dunia material sudah kuperlihatkan kepadamu. Sebelum engkau, belum pernah ada orang yang melihat bentuk yang abadi ini, yang tidak terhingga dan penuh cahaya yang menyilaukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.48&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.48 Wahai kesatria kuru yang paling baik, sebelum engkau, belum pernah ada orang yang melihat bentuk semesta-Ku ini, sebab Aku tidak dapat dilihat dalam bentuk ini di dunia material. Baik melalui cara mempelajari veda, melakukan korban suci, kedermawanan, kegiatan saleh, maupun pertapaan yang keras.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.49&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.49 Engkau sudah menjadi goyah dan bingung dengan melihat ciri-Ku yang mengerikan ini. Sekarang itu semua akan berakhir. Penyembah-Ku, sekarang engkau bebas lagi dari segala gangguan. Dengan pikiran yang tenang, sekarang engkau dapat melihat bentuk yang engkau inginkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.50&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.50 Sanjaya berkata  kepada  Drtarastra; setelah kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krsna bersabda seperti itu kepada Arjuna, Beliau memperlihatkan bentuknya yang sejati yang berlengan empat, dan akhirnya memperlihatkan bentuknya yang berlengan dua. Dengan demikian, Beliau memberi semangat kepada Arjuna yang sedang ketakutan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.51&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.51  Ketika Arjuna melihat Krsna seperti itu dalam bentuk-Nya yang asli, dia berkata; o Janardana, dengan melihat bentuk ini yang seperti manusia dan sangat tampan, pikiran hamba sudah tenang, dan hamba kembali pada sifat hamba yang asli.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.52&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.52  Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Arjuna yang baik hati, bentuk-Ku yang sedang engkau lihat sulit sekali dipandang. Para dewa pun senantiasa mencari kesempatan untuk melihat bentuk ini yang sangat tercinta.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.53&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.53  Bentuk yang sedang engkau lihat dengan mata rohanimu tidak dapat dimengerti hanya dengan mempelajari veda, melakukan pertapaan yang serius, melalui kedermawanan maupun sembahyang. Bukan dengan cara-cara ini seseorang dapat melihat Aku dalam bentuk-Ku yang sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.54&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.54  Arjuna yang baik hati, hanya melalui bhakti yang murni dan tidak dicampur dengan kegiatan yang lain Aku dapat dimengerti menurut kedudukan-Ku yang sebenarnya, yang sedang berdiri di hadapanmu, dan dengan demikian Aku dapat dilihat secara langsung. Hanya dengan cara inilah engkau dapat masuk ke dalam rahasia pengertian-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 11.55&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;11.55 Arjuna yang baik hati, orang yang menekuni bhakti yang murni kepada-Ku, bebas dari pengaruh kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala dan pengaruh angan-angan, yang bekerja demi-Ku, menjadikan Aku sebagai tujuan utama dalam hidupnya, dan ramah terhadap semua makhluk-dia pasti datang kepada-Ku.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari;http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-11/&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-2759186232904409510?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/2759186232904409510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=2759186232904409510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2759186232904409510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2759186232904409510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagawad-gita-bab-xi.html' title='Bhagavad Gita Bab XI'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6632450239968932216</id><published>2010-03-02T21:01:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:43:29.647-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab X</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Kehebatan Tuhan Yang Mutlak&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.1 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Dengar sekali lagi, wahai Arjuna yang berlengan perkasa. Oleh karena engkau kawan-Ku yang tercinta, demi keuntunganmu Aku akan bersabda lebih lanjut kepadamu, dan memberikan pengetahuan yang lebih bagus daripada apa yang sudah  Ku-jelaskan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.2 Baik para dewa maupun resi-resi yang mulia tidak mengenal asal mula maupun kehebatan-Ku, sebab, dalam segala hal, Aku adalah sumber dewa-dewa dan resi-resi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10,3 Orang yang mengenal Aku sebagai yang tidak dilahirkan, sebagai yang tidak berawal, sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang berkuasa atas semua dunia di kalangan manusia dia yang tidak berkhayal, dan hanya dialah yang dibebaskan dari segala dosa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.4-5 Kecerdasan, pengetahuan, kebebasan dari keragu-raguan dan khayalan, pengampunan, kejujuran, pengendalian indria-indria, pengendalian pikiran, kebahagiaan dan dukacita, kelahiran, kematian, rasa takut, kebebasan dari rasa takut, tidak melakukan kekerasan, keseimbangan sikap, kepuasan, kesederhanaan, kedermawanan, kemasyuran dan penghinaan berbagai sifat tersebut yang dimiliki oleh para makhluk hidup semua diciptakan oleh Aku sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.6 Tujuh resi yang mulia, dan sebelum mereka empat resi lainnya serta para Manu [leluhur manusia], berasal dari-Ku. Mereka dilahirkan dari pikiran-Ku, dan semua makhluk hidup yang menghuni berbagai planet adalah keturunan dari mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.7 Orang yang sungguh-sungguh yakin tentang kehebatan dan kekuatan batin-Ku ini menekuni bhakti yang murni dan tidak dicampur dengan hal-hal lain; kenyataan ini tidak dapat diragukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.8 Aku adalah sumber segala dunia rohani dan segala dunia material. Segala sesuatu berasal dari-Ku. Orang bijaksana yang mengetahui kenyataan ini secara sempurna menekuni bhakti kepada-Ku dan menyembah-Ku dengan sepenuh hatinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.9 Para penyembah-Ku yang murni selalu khusuk berpikir tentang-Ku, kehidupannya dipersembahkan sepenuhnya untuk ber-bhakti kepada-Ku, dan mereka memperoleh kepuasan dan kebahagiaan yang besar dari kegiatan senantiasa memberikan penjelasan satu sama lain dan berbicara tentang-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.10 Kepada mereka yang senantiasa setia ber-bhakti kepada-Ku dengan cinta kasih, Aku berikan pengertian yang memungkinkan mereka datang kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.11Untuk memperlihatkan karunia istimewa kepada mereka, Aku yang bersemayam di dalam hatinya, membinasakan kegelapan yang dilahirkan dari kebodohan dengan lampu pengetahuan yang cemerlang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.12-13   Arjuna berkata; Anda adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, tempat tinggal tertinggi, Yang Mahasuci, Kebenaran Mutlak, Anda adalah yang Mahaabadi, yang rohani dan melampaui  dunia ini, kepribadian yang asli dan tidak dilahirkan  dan yang Mahabesar. Semua resi yang mulia seperti Narada, Asita, Devala, dan Vyasa membenarkan kenyataan ini tentang Anda, dan sekarang Anda sendiri menyatakan demikian kepada hamba.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.14  O Krsna, hamba menerima sepenuhnya sebagai kebenaran segala sesuatu yang sudah Anda sampaikan kepada hamba. O Tuhan Yang Maha Esa, baik para dewa maupun para raksasa tidak dapat mengerti kepribadian Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.15 Memang , hanya Anda sendiri yang mengenal Diri Anda atas tenaga dalam milik Anda, o kepribadian yang paling Utama, Asal mula segala sesuatu, penguasa semua makhluk hidup, Tuhan yang disembah oleh para dewa, penguasa jagat!.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.16 Anda berada di mana-mana di semua dunia ini melalui kehebatan rohani Anda, mohon memberitahukan kepada hamba secara terperinci tentang kehebatan-kehebatan rohani itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.17  O Krsna, ahli kebatinan yang paling utama, bagaimana cara hamba dapat berpikir tentang Anda senantiasa, dan bagaimana cara hamba dapat mengenal Anda? Anda harus diingat dalam aneka bentuk yang bagaimana, o kepribadian Tuhan Yang Maha Esa?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.18 O Janardana, mohon menguraikan sekali lagi secara terperinci kekuatan batin kehebatan Anda. Hamba tidak pernah kenyang mendengar tentang Anda, sebab makin hamba mendengar makin hamba ingin merasakan manisnya minuman kekekalan sabda Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.19 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; ya, Aku akan memberitahukan kepadamu tentang perwujudan-perwujudan- Ku yang mulia, tetapi hanya yang paling terkemuka, sebab kehebatan-Ku tidak terhingga, wahai Arjuna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.20  O Arjuna, Aku adalah Roh yang Utama yang bersemayam di dalam hati semua makhluk hidup. Aku adalah awal, pertengahan, dan akhir semua makhluk.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.21 Di antara para Aditya Aku adalah Visnu, di antara sumber-sumber cahaya Aku adalah matahari yang cerah, di antara para Marut Aku adalah Marici, dan di antara bintang-bintang Aku adalah Bulan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.22 Di antara veda-veda Aku adalah Sama veda; di antara para dewa Aku adalah Indra, raja surga; di antara indria-indria Aku adalah pikiran, dan Aku adalah hidup [kesadaran] para makhluk hidup.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.23  Di antara semua Rudra Aku adalah Dewa Siva, di antara para Yaksa dan raksasa Aku adalah dewa kekayaan[kuvera], di antara para vasu Aku adalah api[agni], dan di antara gunung-gunung Aku adalah Meru.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.24 Wahai Arjuna, di antara semua pendeta, ketahuilah bahwa Aku adalah Brhaspati, pemimpinnya. Di antara para panglima Aku adalah Kartikeya, dan di antara sumber-sumber air Aku adalah lautan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.25  Di antara resi-resi yang mulia, Aku adalah Bhrgu; di antara getaran-getaran suara Aku adalah om yang bersifat rohani. Di antara korban-korban suci Aku adalah ucapan-ucapan nama-nama suci Tuhan[japa], dan di antara benda-benda yang bergerak Aku adalah pegunungan Himalaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.26 Di antara semua pohon, Aku adalah pohon beringin. Di antara resi-resi di kalangan para dewa Aku adalah Narada. Di antara para Gandharva Aku adalah Citraratha, dan di antara makhluk-makhluk yang sempurna Aku adalah resi Kapila.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.27 Ketahuilah bahwa di antara kuda-kuda Aku adalah Uccaihsrava, yang diciptakan pada waktu lautan dikocok untuk menghasilkan minuman kekekalan. Di antara gajah-gajah yang agung Aku adalah Airavata, dan di antara manusia Aku adalah raja.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.28 Di antara senjata-senjata, Aku adalah petir; di antara sapi-sapi Aku adalah Surabhi. Di antara sebab-sebab orang berketurunan, aku adalah Kandarpa, dewa asmara, dan di antara ular-ular Aku adalah Vasuki.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.29&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.29 Di antara para Naga yang berkepala banyak Aku adalah Ananta. Di antara para makhluk yang hidup di air Aku adalah dewa varuna. Di antara para leluhur yang sudah meninggal Aku adalah Aryama, dan di antara para pengatur hukum Aku adalah Yama, dewa kematian.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.30&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.30 Di antara para raksasa Daitya Aku adalah Prahlada yang ber-bhakti dengan setia. Di antara para penakluk Aku adalah waktu, di antara para binatang Aku adalah singa, dan di antara para burung Aku adalah Garuda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.31&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.31   Di antara segala sesuatu yang menyucikan, Aku adalah angin, di antara para pembawa senjata Aku adalah Rama. Di antara ikan-ikan Aku adalah ikan hiu, dan di antara sungai-sungai yang mengalir Aku adalah sungai Gangga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.32&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10 32  Di antara segala ciptaan Aku adalah permulaan, akhir dan juga pertengahan, wahai Arjuna. Di antara segala ilmu pengetahuan, Aku adalah ilmu pengetahuan rohani tentang sang diri, dan di antara para ahli logika, Aku adalah kebenaran sebagai kesimpulan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.33&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.33 Di antara semua huruf Aku adalah A. Di antara kata-kata majemuk, Aku adalah kata majemuk setara. Aku adalah waktu yang tidak dapat dimusnahkan, dan di antara para pencipta Aku adalah Brahma.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.34&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.34 Aku adalah maut yang memakan segala sesuatu, dan Aku adalah prinsip yang menghasilkan segala sesuatu yang belum terjadi. Di kalangan kaum wanita, Aku adalah kemasyuran, keuntungan, bahasa yang halus, ingatan, kecerdasan, ketabahan dan kesabaran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.35&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.35  Di antara mantra-mantra dalam Sama veda Aku adalah Brhat-sama. Di antara sanjak-sanjak Aku adalah Gayatri. Di antara bulan-bulan Aku adalah Margasirsa[Nopember-Desember], dan di antara musim-musim Aku adalah musim semi, waktu bunga mekar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.36&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.36 Aku adalah perjudian kaum penipu, Aku adalah kemuliaan segala sesuatu yang mulia. Aku adalah kejayaan, Aku adalah petualangan dan Aku adalah kekuatan orang yang kuat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.37&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.37  Di antara keturunan vrsni, Aku adalah vasudeva. Di antara para pandava Aku adalah Arjuna. Di antara resi-resi Aku adalah vyasa, dan di antara para ahli pikir yang mulia Aku adalah Usana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.38&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.38  Di antara segala cara untuk melarang pelanggaran hukum, Aku adalah hukuman, dan di antara orang yang mencari kejayaan Aku adalah moralitas. Di antara segala hal yang rahasia Aku adalah sikap diam, dan Aku adalah kebijaksanaan orang bijaksana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.39&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.39  Wahai Arjuna, di samping itu Aku adalah benih yang menghasilkan segala kehidupan. Tiada satu makhlukpun-baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak- yang dapat hidup tanpa-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.40&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.40  Wahai penakluk musuh yang agung, perwujudan-perwujudan rohani-Ku tidak ada batasnya. Apa yang telah kusabdakan kepadamu hanya sekedar petunjuk saja tentang kehebatan rohani-Ku yang tidak terhingga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.41&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.41  Ketahuilah bahwa segala ciptaan yang hebat, indah dan mulia hanya berasal dari segelintir kemuliaan-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 10.42&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;10.42 Wahai Arjuna, mengapa segala pengetahuan yang terperinci ini diperlukan? Dengan satu bagian percikan saja dari Diri-Ku Aku berada di mana-mana dan menyangga seluruh alam semesta.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-10/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6632450239968932216?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/6632450239968932216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=6632450239968932216' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6632450239968932216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6632450239968932216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagawad-gita-bab-x.html' title='Bhagavad Gita Bab X'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-2192321430389900556</id><published>2010-03-02T20:58:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:41:08.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab IX</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;" class="entry-title"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Pengetahuan Yang Paling Rahasia&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;                 &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.1 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Arjuna yang baik hati, oleh karena engkau tidak pernah iri hati kepada-Ku, Aku aka menyampaikan pengetahuan dan keinsafan yang paling rahasia ini kepadamu. Dengan mengenal pengetahuan rahasia dan keinsafan ini, engkau akan dibebaskan dari kesengsaraan kehidupan material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.2  Pengetahuan ini adalah raja pendidikan, yang paling rahasia diantara segala rahasia. Inilah pengetahuan yang paling murni, pengetahuan ini adalah kesempurnaan dharma, karena memungkinkan seseorang melihat sang diri secara langsung melalui keinsafan. Pengetahuan ini kekal dan dilaksanakan dengan riang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.3 Orang yang tidak yakin dan setia melaksanakan bhakti ini, tidak dapat mencapai kepada-Ku wahai penakluk musuh. Karena itu, mereka kembali ke jalan kelahiran dan kematian di dunia material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.4  Aku berada di mana-mana di seluruh alam semesta dalam bentuk-Ku yang tidak terwujud. Semua makhluk hidup berada dalam diri-Ku, tetapi Aku tidak berada di dalam mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.5 Namun segala sesuatu yang diciptakan tidak bersandar di dalam diri-Ku.  Lihatlah kehebatan batin-Ku! Walaupun Aku memelihara semua makhluk hidup dan walaupun Aku   berada di mana-mana, namun Aku bukan bagian dari manifestasi alam semesta ini, sebab Diri-Ku adalah asal mula ciptaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.6 Mengertilah bahwa semua makhluk hidup yang diciptakan bersandar dalam Diri-Ku bagaikan angin besar yang tertiup di mana-mana selalu berada di angkasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.7 Wahai putera Kunti, pada akhir jaman, semua manifestasi material masuk ke dalam tenaga-Ku, dan pada awal jaman lain, Aku menciptakannya sekali lagi dengan kekuatan-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.8 Seluruh susunan alam semesta di bawah-Ku. Atas kehendak-Ku alam semesta dengan sendirinya diwujudkan berulang kali. Atas kehendak-Ku akhirnya alam semesta dileburkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.9 Wahai Dhananjaya, segala pekerjaan ini tidak dapat mengikat Diri-Ku. Aku tetap tidak pernah terikat terhadap segala kegiatan material itu, dan Aku tetap netral.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.10 Alam material ini, salah satu di antara tenaga-tenaga-Ku, bekerja di bawah perintah-Ku, dan menghasilkan semua makhluk baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, wahai putera Kunti. Di bawah hukum-hukum alam material, manifestasi ini diciptakan dan dilebur berulang kali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.11 Orang bodoh mengejek diri-Ku bila Aku menurun dalam bentuk seperti manusia. Mereka tidak mengenal sifat rohani-Ku sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang berkuasa atas segala sesuatu yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.12 Orang yang dibingungkan seperti itu tertarik pada pandangan jahat dan pandangan yang tidak percaya kepada Tuhan. Dalam khayalan seperti itu, harapan mereka adalah untuk mencapai pembebasan, kegiatannya yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala, serta pengembangan pengetahuannya semua dikalahkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.13 Wahai putera Prtha, orang yang tidak dikhayalkan, roh-roh yang mulia, di bawah perlindungan alam rohani. Mereka tekun sepenuhnya dalam bhakti karena mereka mengenal Diri-Ku sebagai kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, asal mula yang tidak dapat dimusnahkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.14 Roh-roh yang mulia ini selalu memuji kebesaran-Ku, berusaha dengan ketabahan hati yang mantap, bersujud di hadapan-Ku, dan senantiasa sembahyang kepada-Ku dengan bhakti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.15  Orang lain, yang menekuni korban suci dengan mengembangkan pengetahuan, menyembah Tuhan Yang Maha Esa sebagai yang satu yang tiada duanya, sebagai yang mempunyai aneka sifat dalam banyak bentuk, dan dalam bentuk semesta.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.16 Tetapi Akulah ritual, Akulah korban suci,  persembahan kepada leluhur, ramuan yang menyembuhkan, dan mantera rohani. Aku adalah mentega, api dan apa yang dipersembahkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.17 Akulah ayah alam semesta ini, ibu, penyangga dan kakek. Akulah obyek pengetahuan, yang menyucikan dan suku kata om. Aku juga Rg, Sama, dan Yajur veda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.18  Aku adalah tujuan, pemelihara, penguasa, saksi, tempat tinggal, pelindung, dan kawan yang paling tercinta. Aku adalah ciptaan dan peleburan, dasar segala sesuatu, sandaran dan benih yang kekal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.19 Wahai Arjuna, Aku memberi panas dan Aku menahan dan mengirim hujan. Aku adalah pembebasan dari kematian, dan Aku juga kepribadian maut. Baik yang bersifat rohani maupun material berada di dalam Diri-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.20  Orang yang mempelajari veda dan minum air soma dalam usaha mencapai planet-planet surga, menyembah-Ku secara tidak langsung. Setelah mereka disucikan dari reaksi-reaksi dosa, mereka dilahirkan di planet indra yang saleh di surga. Di sana mereka menikmati kesenangan para dewa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.21 Bila mereka sudah menikmati kesenangan indria-indria yang luas di surga seperti itu dan hasil kegiatan salehnya sudah habis, mereka kembali lagi ke planet ini, tempat kematian. Jadi, orang yang mencari kenikmatan indria-indria dengan mengikuti prinsip-prinsip dari tiga veda hanya mencapai kelahiran dan kematian berulang kali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.22 Tetapi oaring yang selalu menyembah-Ku dengan bhakti tanpa tujuan yang lain dan bersemadi pada bentuk rohani-Ku – Aku bawakan apa yang dibutuhkannya, dan Aku memelihara apa yang dimilikinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.23 Orang yang menjadi penyembah dewa-dewa lain dan menyembah dewa-dewa itu dengan kepercayaan sebenarnya hanya menyembah-Ku, tetapi mereka berbuat demikian dengan cara yang keliru, wahai putera Kunti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.24 Satu-satunya Aku yang menikmati dan menguasai semua korban suci. Karena itu, orang yang tidak mengakui sifat rohani-Ku yang sejati jatuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.25  Orang yang menyembah dewa-dewa akan dilahirkan di antara para dewa, orang yang menyembah leluhur akan pergi ke leluhur, orang yang menyembah hantu dan roh halus akan dilahirkan di tengah-tengah makhluk-makhluk seperti itu, dan orang yang menyembah-Ku akan hidup bersama-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.26 Kalau seseorang mempersembahkan daun, bunga, buah, atau air dengan cinta bhakti, Aku akan menerimanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.27 Apapun yang engkau lakukan, apapun yang engkau makan, apapun yang engkau persembahkan atau berikan sebagai sumbangan serta pertapaan dan apapun yang engkau lakukan-lakukanlah kegiatan itu sebagai persembahan kepada-Ku, wahai putera Kunti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.28  Dengan cara seperti ini engkau akan dibebaskan dari ikatan terhadap pekerjaan serta hasil yang menguntungkan dan tidak menguntungkan dari pekerjaan itu. Dengan pikiran dipusatkan kepada-Ku dalam prinsip pelepasan ikatan ini, engkau akan mencapai pembebasan dan datang kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.29&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.29 Aku tidak iri kepada siapapun, dan Aku tidak berat sebelah kepada siapapun. Aku bersikap yang sama terhadap semuanya. Tetapi siapapun yang mengabdikan diri kepada-Ku dalam bhakti adalah kawan, dia berada di dalam Diri-Ku, dan Aku pun kawan baginya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.30&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.30 Meskipun seseorang melakukan perbuatan yang paling jijik, kalau ia tekun dalam bhakti, ia harus diakui sebagai orang suci karena ia mantap dalam ketabahan hatinya dengan cara yang benar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.31&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.31 Dalam waktu yang singkat ia menjadi saleh dan mencapai kedamaian yang abadi. Wahai putera Kunti, nyatakanlah dengan berani bahwa penyembah-Ku tidak akan pernah binasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.32&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.32 Wahai putera Prtha, orang yang berlindung kepada-Ku, walaupun mereka dilahirkan dalam keadaan yang lebih rendah, atau wanita, vaisya [pedagang] dan sudra [buruh] semua dapat mencapai tujuan tertinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.33&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.33 Betapa lebih benar lagi kenyataan ini bagi para brahmana yang saleh, para penyembah dan raja-raja yang suci. Karena itu, sesudah datang ke dunia fana yang sengsara ini, tekunilah cinta-bhakti kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 9.34&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;9.34  Berpikirlah tentang-Ku senantiasa, jadilah penyembah-Ku, bersujud kepada-Ku dan menyembah-Ku. Dengan berpikir tentang-Ku sepenuhnya secara khusuk, pasti engkau akan datang kepada-Ku.&lt;/p&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari;http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-9/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-2192321430389900556?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/2192321430389900556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=2192321430389900556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2192321430389900556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2192321430389900556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagawad-gita-bab-ix_02.html' title='Bhagavad Gita Bab IX'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-2611891168362829767</id><published>2010-03-02T20:56:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:40:30.879-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab VIII</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;Cara Mencapai Kepada Yang Mahakuasa&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.1 Arjuna berkata; O Tuhan Yang Maha Esa, o kepribadian yang  paling utama, apa arti Braman? Apa itu sang diri? Apa arti kegiatan untuk membuahkan hasil? Apa arti manifestasi material ini? Apa arti para dewa? Mohon menjelaskan hal-hal ini kepada hamba.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.2 siapakah penguasa korban suci, dan bagaimana cara beliau bersemayam di dalam badan, wahai Madhusudana? Bagaimana cara orang yang tekun dalam bhakti dapat mengenal Anda pada saat meninggal?.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.3  Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Makhluk hidup yang tidak dapat dimusnahkan dan bersifat rohani disebut Brahman, dan sifatnya yang  kekal disebut adhyatma, atau sang diri. Perbuatan berhubungan dengan perkembangan badan-badan jasmani para mahluk hidup disebut karma atau kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.4  wahai yang paling baik diantara para mahluk yang berada di dalam badan, alam, Yang berubah senantiasa, disebut adhibhuta(manifestasi material). Bentuk semesta tuhan, termasuk semua dewa, seperti dewa matahari dan dewa bulan, disebut adhidaiva. Aku, Tuhan Yang Maha Esa, yang berwujud sebagai Roh Yang Utama di dalam hati setiap makhluk yang berada di dalam badan, disebut adhiyajna (penguasa korban suci ).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.5 Siapapun yang meninggalkan badannya pada saat ajalnya sambil ingat kepada-Ku, segera mencapai sifat-Ku. Kenyataan ini tidak dapat diragukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;yaà yaà väpi smaran bhävaà&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;tyajaty ante kalevaram&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;taà tam evaiti kaunteya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;sadä tad-bhäva-bhävitaù&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.6  Keadaan hidup manapun yang diingat seseorang pada saat ia meninggalkan badannya, pasti keadaan itulah yang akan dicapainya, wahai putera Kunti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;tasmät sarveñu käleñu&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;mäm anusmara yudhya ca&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;mayy arpita-mano-buddhir&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;mäm evaiñyasy asaàçayaù&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.7  Wahai Arjuna, karena itu, hendaknya engkau selalu berpikir tentang-Ku dalam bentuk Krsna dan pada waktu yang sama melaksanakan tugas kewajibanmu, yaitu bertempur. Dengan kegiatanmu dipersembahkan kepada-Ku pikiran dan kecerdasanmu dipusatkan kepada-Ku, tidak dapat diragukan bahwa engkau akan mencapai kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.8  Orang yang bersemadi kepada-Ku sebagai kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dengan pikirannya senantiasa tekun ingat kepada-Ku, dan tidak pernah menyimpang dari jalan itu, dialah yang pasti mencapai kepada-Ku, wahai Partha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.9  Hendaknya seseorang bersemadi kepada kepribadian Yang Paling Utama sebagai yang Mahatahu. Yang paling tua, yang mengendalikan, lebih kecil daripada yang paling kecil, pemelihara segala sesuatu, yang berada di luar segala paham material, yang tidak dapat dibayangkan, dan selalu bersifat kepribadian. Beliau bercahaya seperti matahari, dan Beliau bersifat rohani, di luar alam material ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.10 Pada saat meninggal, orang yang memusatkan udara kehidupannya di tengah-tengah antara kedua alis matanya dan tekun ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam bhakti sepenuhnya melalui kekuatan yoga, dengan pikiran yang tidak pernah menyimpang, pasti akan mencapai kepada kepribadian Tuhan Yang Maha Esa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.11 Orang yang berpengetahuan tentang veda, yang mengucapkan omkara dan menjadi resi-resi yang mulia pada tingkatan hidup untuk meninggalkan hal-hal duniawi masuk ke dalam Brahman. Jika seseorang menginginkan kesempurnaan seperti itu, ia berpantang hubungan suami istri. Sekarang Aku akan menjelaskan kepadamu secara singkat proses yang memungkinkan seseorang mencapai pembebasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.12 Keadaan yoga ialah ketidakterikatan terhadap segala kesibukan indria-indria. Dengan menutup segala pintu indria-indria dan memusatkan pikiran pada jantung dan udara kehidupan pada ubun-ubun, seseorang menjadi mantap dalam yoga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.13 Sesudah seseorang mantap dalam latihan yoga ini dan mengucapkan suku kata suci Om, gabungan huruf yang paling utama, kalau dia berpikir tentang kepribadian Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan badannya, pasti dia akan mencapai planet-planet rohani.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.14 Wahai putera Prtha, Aku mudah sekali dicapai oleh orang yang selalu ingat kepada-Ku tanpa menyimpang sebab dia senantiasa tekun dalam bhakti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.15  Sesudah mencapai kepada-Ku, roh-roh yang mulia, yogi-yogi dalam bhakti, tidak pernah kembali  ke dunia fana yang penuh kesengsaraan, sebab mereka sudah mencapai kesempurnaan tertinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.16 Dari planet tertinggi di dunia material sampai dengan planet yang paling rendah, semuanya tempat-tempat kesengsaraan, tempat kelahiran dan kematian dialami berulang kali. Tetapi orang yang mencapai tempat tinggal-Ku tidak akan pernah dilahirkan lagi, wahai putera Kunti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.17 Menurut perhitungan manusia, seribu jaman sama dengan kurun waktu satu hari bagi Brahma. Malam hari bagi Brahma sepanjang itu pula.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.18 Pada awal satu hari bagi Brahma, semua makhluk hidup diwujudkan dari keadaan tidak terwujud. Sesudah itu, bila malam hari mulai, sekali lagi mereka terlebur ke dalam keadaan tidak berwujud.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.19 Semua makhluk hidup terwujud berulangkali bila hari sudah siang bagi Brahma, lalu dengan mulainya malam hari bagi Brahma, mereka dilebur dalam keadaan tidak berdaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.20 Namun ada alam lain yang tidak terwujud, kekal, dan melampaui alam ini yang terwujud dan tidak terwujud.  Alam itu bersifat utama dan tidak pernah dibinasakan. Bila seluruh dunia ini dilebur, bagian itu tetap dalam kedudukannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.21 Yang diuraikan sebagai yang tidak terwujud dan tidak pernah gagal oleh para ahli Vedanta, yang dikenal sebagai tujuan tetinggi, dan sesudah mencapai tempat itu, seseorang tidak kembali lagi- itulah tempat tinggal-Ku yang paling tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.22 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, yang lebih agung daripada semua kepribadian lainnya, dapat dicapai oleh bhakti yang murni. Walaupun Beliau berada di tempat tinggal-Nya, Beliau berada di mana-mana, dan segala sesuatu berada di dalam Diri-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.23Wahai yang paling baik di antara para Bharata, sekarang Aku akan menjelaskan kepadamu tentang berbagai jenis waktu untuk meninggal dunia. Kalau seorang yogi meninggal dunia pada saat-saat tertentu itu, dia kembali atau tidak kembali ke dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.24 Orang yang mengenal Brahman Yang paling utama mencapai kepada Yang Mahakuasa dengan cara meninggal dunia selama pengaruh dewa api, dalam cahaya, pada saat suci pada waktu siang , selama dua minggu menjelang bulan purnama, atau selama enam bulan pada waktu matahari berjalan menuju utara.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. 25 Seorang ahli kebatinan yang meninggal dunia selama masa asap, malam hari, selama dua minggu menjelang bulan mati, atau selama enam bulan pada waktu matahari berjalan menuju selatan akan mencapai planet bulan, tetapi dia akan kembali lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 8.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.26  Menurut pendapat veda, ada dua cara untuk meninggalkan dunia ini-yang satu dalam cahaya dan yang lain dalam kegelapan. Jika seseorang meninggal dunia dalam cahaya ia tidak akan kembali lagi; tetapi kalau ia meninggal dalam kegelapan, ia akan kembali lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 8.27&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8.27 Kendatipun para penyembah mengenal dua jalan tersebut, mereka tidak pernah dibingunkan, wahai Arjuna. Karena itu, jadilah selalu mantap dalam bhakti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 8.28&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8.28 Orang yang mulai mengikuti jalan bhakti tidak kekurangan hasil yang diperoleh dari mempelajari  veda, melakukan korban suci dengan kesederhanaan dan pertapaan, memberi sumbangan atau mengikuti kegiatan di bidang filsafat atau kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala. Hanya dengan melakukan bhakti, ia mencapai segala hasil tersebut, dan akhirnya ia mencapai tempat tinggal kekal yang paling utama.&lt;/p&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari; http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-8/&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-2611891168362829767?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/2611891168362829767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=2611891168362829767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2611891168362829767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2611891168362829767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagawad-gita-bab-viii.html' title='Bhagavad Gita Bab VIII'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6303445317995838969</id><published>2010-03-02T20:54:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:42:21.625-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab VII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGETAHUAN TENTANG YANG MUTLAK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.1 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Wahai Putera Prtha, sekarang dengarlah bagaimana engkau dapat mengenal Diri-Ku sepenuhnya, bebas dari  keragu-raguan, dengan cara mempraktekkan yoga dan menyadari Aku sepenuhnya, dengan pikiran terikat kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.2 Sekarang Aku akan menyatakan pengetahuan ini kepadamu secara keseluruhan,  baik yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat. Dengan menguasai pengetahuan ini, tidak akan ada hal lain lagi yang belum engkau ketahui.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.3 Di antara beribu-ribu orang, mungkin ada satu yang berusaha untuk mencapai kesempurnaan, dan di antara mereka yang sudah mencapai kesempurnaan, hampir tidak ada satupun yang mengetahui tentang diri-Ku dengan sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.4 Tanah, api, udara, angkasa, pikiran, kecerdasan, dan keakuan yang palsu-secara keseluruhan delapan unsur ini merupakan tenaga-tenaga material yang terpisah dari Diri-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.5 Wahai Arjuna yang berlengan perkasa, di samping tenaga-tenaga tersebut, ada pula tenaga-Ku, yang lain yang bersifat utama, terdiri dari para makhluk hidup yang menggunakan sumber-sumber alam material yang rendah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.6 Semua makhluk yang diciptakan bersumber dari kedua alam tersebut. Ketahuilah dengan pasti bahwa Aku adalah sumber perwujudan dan peleburan segala sesuatu di dunia ini, baik yang bersifat material maupun yang bersifat rohani.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.7 Wahai perebut kekayaan, tidak ada kebenaran yang lebih tinggi daripada-Ku. Segala sesuatu bersandar kepada-Ku, bagaikan mutiara diikat pada seutas tali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.8 Wahai putera Kunti ( Arjuna ), Aku adalah rasa air, cahaya matahari dan bulan, suku kata Om dalam mantra-mantra veda; Aku adalah suara di angkasa dan kesanggupan dalam manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.9 Aku adalah harum yang asli dari tanah, dan Aku adalah panas dalam api. Aku adalah nyawa segala sesuatu yang hidup, dan Aku adalah pertapaan semua orang yang bertapa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.10 Wahai putera Prtha, ketahuilah bahwa Aku adalah benih asli segala kehidupan, kecerdasan orang yang cerdas, dan kewibawaan orang yang perkasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.11 Aku adalah kekuatan orang yang kuat, bebas dari nafsu dan keinginan. Aku adalah hubungan suami isteri yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip keagamaan, wahai prabhu dari keluarga Bharata (Arjuna ).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.12 Ketahuilah bahwa segala keadaan hidup; baik kebaikan, nafsu maupun kebodohan-diwujudkan oleh tenaga-Ku. Menurut suatu pengertian, Aku adalah segala sesuatu, tetapi Aku bebas. Aku tidak berada di bawah pengaruh sifat-sifat alam material, sebaiknya sifat-sifat alam berada di dalam Diri-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.13 Dikhayalkan oleh tiga sifat ( kebaikan, nafsu, dan kebodohan ), seluruh dunia tidak mengenal Diri-Ku, yang berada di atas sifat-sifat alam dan tidak dapat dimusnahkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.14 Tenaga rohani-Ku, terdiri dari tiga sifat alam material, sulit diatasi. Tetapi orang yang sudah menyerahkan diri kepada-Ku dengan mudah sekali dapat menyeberang melampaui tenaga itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.15  Orang jahat yang bodoh secara kasar, manusia yang paling rendah, yang kehilangan pengetahuannya akibat khayalan, dan yang ikut dalam sifat orang jahat yang tidak percaya kepada Tuhan tidak menyerahkan diri kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.16 o yang paling baik di antara para Bharata, empat jenis orang saleh mulai ber-bhakti kepada-Ku-orang yang berduka cita, orang yang menginginkan kekayaan, orang yang ingin tahu, dan orang yang mencari pengetahuan tentang yang mutlak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.17  Di antara orang tersebut, orang yang memiliki pengetahuan sepenuhnya dan selalu tekun dalam bhakti yang murni adalah yang paling baik. Sebab dia sangat mencintai-Ku dan Aku sangat mencintainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.18 Semua penyembah tersebut tentu saja roh yang murah hati, tetapi orang yang mantap dalam pengetahuan tentang-Ku Aku anggap seperti Diri-Ku sendiri. Oleh karena dia tekun dalam bhakti rohani kepada-Ku, dia pasti mencapai kepada-Ku, tujuan tertinggi yang paling sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.19 Sesudah dilahirkan dan meninggal berulang kali, orang yang sungguh-sungguh memiliki pengetahuan menyerahkan diri kepada-Ku, dengan mengenal-Ku sebagai sebab segala sebab dan segala sesuatu yang ada. Roh yang mulia seperti itu jarang sekali ditemukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.20  Orang yang kecerdasannya sudah dicuri oleh keinginan duniawi menyerahkan diri kepada para dewa dan mengikuti aturan dan peraturan sembahyang tertentu menurut sifatnya masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.21 Aku bersemayam di dalam hati semua orang sebagai Roh Yang Utama. Begitu seseorang menyembah dewa tertentu, Aku menjadikan kepercayaannya mantap supaya ia dapat menyerahkan diri kepada dewa itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.22 Setelah diberi kepercayaan seperti itu, dia berusaha menyembah dewa tertentu dan memperoleh apa yang diinginkannya.  Tetapi sebenarnya hanya Aku sendiri yang menganugerahkan berkat-berkat itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.23 Orang yang kurang cerdas menyembah para dewa, dan hasilnya terbatas dan sementara. Orang yang menyembah para dewa pergi ke planet-planet para dewa, tetapi para penyembah-Ku akhirnya mencapai planet-Ku yang paling tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.24  Orang yang kurang cerdas, tidak mengenal Diri-Ku secara sempurna, menganggap bahwa dahulu Aku, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krsna, tidak bersifat pribadi dan sekarang Aku sudah berwujud dalam kepribadian ini.  Oleh karena pengetahuan mereka sangat kurang, mereka tidak mengenal sifat-Ku yang lebih tinggi, yang tidak dapat dimusnahkan dan bersifat Mahakuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.25 Aku tidak pernah terwujud kepada orang yang bodoh dan kurang cerdas. Bagi mereka, aku ditutupi oleh kekuatan dalam dari Diri- ku. Karena itu, mereka tidak mengetahui bahwa Aku tidak dilahirkan dan tidak pernah gagal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.26  Wahai Arjuna, sebagai kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Aku mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada masa lampau, segala sesuatu yang sedang terjadi sekarang, dan segala sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Aku juga mengenal semua makhluk hidup, namun tiada seorangpun yang mengenal Diri-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.27 Wahai prabhu dari keluarga Bharata, wahai penakluk musuh, semua makhluk hidup dilahirkan ke dalam khayalan, dan dibingungkan oleh hal-hal relatif yang timbul dari keinginan dan rasa benci.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.28 Orang yang sudah bertindak dengan cara yang saleh dalam penjelmaan-penjelmaan yang lalu dan dalam hidup ini dan dosanya sudah dihilangkan sepenuhnya, dibebaskan dari hal-hal relatif berupa khayalan, dan mereka menekuni bhakti kepada-Ku dengan ketabahan hati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.29&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.29 Orang  cerdas yang sedang berusaha mencapai pembebasan dari usia tua dan kematian berlindung kepada-Ku dalam bhakti. Mereka sungguh-sungguh Brahman karena mereka mengetahui sepenuhnya segala sesuatu tentang kegiatan rohani yang melampaui hal-hal duniawi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 7.30&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.30 Orang yang sadar kepada-Ku sepenuhnya, yang mengenal Diri-Ku, Yang Mahakuasa, sebagai prinsip yang mengendalikan manifestasi material, para dewa dan segala cara korban suci, dapat mengerti dan mengenal Diri-Ku, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, bahkan pada saat meninggal dunia sekalipun.&lt;/p&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari:http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-7/&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6303445317995838969?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/6303445317995838969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=6303445317995838969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6303445317995838969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6303445317995838969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagawad-gita-bab-vii.html' title='Bhagavad Gita Bab VII'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8217921707650254943</id><published>2010-03-02T20:52:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T21:40:16.261-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab VI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dhyana yoga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry-content"&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.1 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; orang yang tidak terikat pada hasil pekerjaan dan bekerja menurut tugas kewajibannya berada pada tingkatan hidup untuk meninggalkan hal-hal duniawi. Dialah ahli kebatinan yang sejati, bukanlah orang tidak pernah menyalakan api dan tidak melakukan pekerjaan apapun yang menjadi sannyasi dan yogi yang sejati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.2 Hendaknya engkau mengetahui bahwa apa yang disebut melepaskan ikatan sama dengan yoga atau mengadakan hubungan antara diri kita dengan Yang Mahakuasa, wahai putera Pandu, sebab seseorang tidak akan pernah dapat menjadi yogi kecuali ia melepaskan keinginan untuk memuaskan indria-indria.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.3 Dikatakan bahwa pekerjaan adalah cara untuk orang yang baru mulai belajar sistem yoga yang terdiri dari delapan tahap, sedangkan menghentikan segala kegiatan material dikatakan sebagai cara untuk orang yang sudah maju dalam yoga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.4 Dikatakan bahwa seseorang sudah maju dalam yoga apabila dia tidak bertindak untuk kepuasan indria-indria atau menjadi sibuk dalam kegiatan untuk membuahkan hasil setelah meninggalkan segala keinginan material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.5 Seseorang harus menyelamatkan diri dengan bantuan pikirannya, dan tidak menyebabkan dirinya merosot. Pikiran adalah kawan bagi roh yang terikat, dan pikiran juga musuhnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.6 Pikiran adalah kawan yang paling baik bagi orang yang sudah menaklukkan pikiranku; tetapi bagi orang yang gagal mengendalikan pikiran, maka pikirannya akan tetap sebagai musuh yang paling besar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.7 Orang yang sudah menaklukan pikiran sudah mencapai kepada Roh Yang Utama, sebab dia sudah mencapai ketenangan. Bagi orang seperti itu, suka dan duka, panas dan dingin, penghormatan dan penghinaan semua sama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.8 Dikatakan bahwa seseorang sudah mantap dalam keinsafan diri dan dia disebut seorang yogi (atau ahli kebatinan) apabila ia puas sepenuhnya atas dasar pengetahuan yang telah diperoleh dan keinsafan. Orang seperti itu mantap dalam kerohanian dan sudah mengendalikan diri. Dia melihat segala sesuatu- baik batu kerikil, batu maupun emas- sebagai  hal yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.9 Seseorang dianggap lebih maju lagi apabila dia memandang orang jujur yang mengharapkan kesejahteraan, penolong yang penuh kasih sayang, orang netral, perantara, orang iri, kawan dan musuh, orang saleh dan orang yang berdosa dengan  sikap pikiran yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.10 Seorang rohaniwan seharusnya selalu menjadikan badannya, pikiran dan dirinya tekun dalam hubungan dengan Yang Mahakuasa. Hendaknya dia hidup sendirian di tempat yang sunyi dan selalu mengendalikan pikirannya dengan hati-hati. Seharusnya dia bebas dari keinginan dan rasa memiliki sesuatu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.11-12 Untuk berlatih yoga, seseorang harus pergi ke tempat sunyi dan menaruh rumput kusa di atas tanah, kemudian menutupi rumput kusa itu dengan kulit rusa dan kain yang lunak. Tempat duduk itu hendaknya tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, dan sebaiknya terletak di tempat suci. Kemudian yogi harus duduk di atas tempat duduk itu dengan teguh sekali dan berlatih yoga untuk menyucikan hatinya dengan mengendalikan pikiran, indria-indria dan kegiatannya dan memusatkan pikiran pada satu titik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.13-14 Seseorang harus menjaga badan, leher dan kepalanya tegak dalam garis lurus dan memandang ujung hidung dengan mantap. Seperti itu, dengan pikiran yang tidak goyah dan sudah ditaklukkan, bebas dari rasa takut, bebas sepenuhnya dari hubungan suami-istri, hendaknya ia bersemadi kepada-Ku di dalam hati dan menjadikan Aku sebagai tujuan hidup yang tertinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.15 Dengan berlatih mengendalikan badan, pikiran dan kegiatan senantiasa seperti itu, seorang ahli kebatinan yang melampaui keduniawian dengan pikiran yang teratur mencapai kerajaan Tuhan  (atau tempat tinggal krisna )dengan cara menghentikan kehidupan material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.16 Wahai Arjuna, tidak mungkin seseorang menjadi yogi kalau dia makan terlalu banyak , makan terlalu sedikit, tidur terlalu banyak atau tidak tidur secukupnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.17 Orang yang teratur dalam kebiasaan makan, tidur, berekreasi, dan bekerja dapat menghilangkan segala rasa sakit material dengan berlatih sistem yoga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.18 Apabila seorang yogi mendisiplinkan kegiatan pikirannya dan menjadi mantap dalam kerohanian yang melampaui hal-hal duniawi-bebas dari segala keinginan material- dikatakan bahwa dia sudah mantap dengan baik dalam yoga.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.19 Ibarat lampu di tempat yang tidak ada angin tidak bergoyang, seorang rohaniwan yang pikirannya terkendalikan selalu mantap dalam semadinya pada sang diri yang rohani dan melampaui hal-hal duniawi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.20-23 Pada tingkat kesempurnaan yang disebut semadi atau Samadhi, pikiran seseorang terkekang sepenuhnya dari kegiatan pikiran yang bersifat material melalui latihan yoga. Ciri kesempurnaan itu ialah bahwa seseorang sanggup melihat sang diri dengan pikiran yang murni ia menikmati dan riang dalam sang diri. Dalam keadaan riang itu, seseorang berada dalam kebahagiaan rohani yang tidak terhingga, yang diinsafi melalui indria-indria rohani. Setelah menjadi mantap seperti itu, seseorang tidak pernah menyimpang dari kebenaran, dan setelah mencapai kedudukan ini, dia berpikir tidak ada keuntungan yang lebih besar lagi. Kalau ia sudah mantap dalam kedudukan seperti itu, ia tidak pernah tergoyahkan, bahkan di tengah-tengah kesulitan yang paling besar sekali pun. Ini memang kebebasan yang sejati dari segala kesengsaraan yang berasal dari hubungan material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.24 Hendaknya seseorang menekuni latihan yoga dengan ketabahan hati dan keyakinan dan jangan disesatkan dari jalan itu. Hendaknya ia meninggalkan segala keinginan material yang dilahirkan dari angan-angan tanpa terkecuali, dan dengan demikian mengendalikan segala indria di segala sisi melalui pikiran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.25 Berangsur-angsur, selangkah demi selangkah, seseorang harus mantap dalam semadi dengan menggunakan kecerdasan yang diperkokoh oleh keyakinan penuh, dan dengan demikian pikiran harus dipusatkan hanya kepada sang diri dan tidak memikirkan sesuatu selain itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.26  Dari manapun pikiran mengembara karena sifatnya yang berkedip-kedip dan tidak mantap, seseorang dengan pasti harus menarik pikirannya dan membawanya kembali di bawah pengendalian sang diri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.27 Seorang yogi yang pikirannya sudah dipusatkan pada-Ku pasti mencapai kesempurnaan tertinggi kebahagiaan rohani. Dia berada di atas pengaruh sifat nafsu, dia menginsafi persamaan sifat antara dirinya dan Yang Mahakuasa, dan dengan demikian dia di bebaskan dari segala reaksi perbuatan dari dahulu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.28 Dengan demikian, seorang yogi yang sudah mengendalikan diri dan senantiasa menekuni latihan yoga dibebaskan dari segala pengaruh material dan mencapai tingkat tertinggi kebahagiaan yang sempurna dalam cinta-bhakti rohani kepada Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.29&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.29 Seorang yogi yang sejati melihat Aku bersemayam di dalam semua makhluk hidup, dan dia juga melihat setiap makhluk hidup di dalam diri-Ku. Memang, orang yang sudah insaf akan dirinya melihat Aku, Tuhan Yang Maha Esa yang sama di mana-mana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.30&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.30 Aku tidak pernah hilang bagi orang yang melihat Aku di mana-mana dan melihat segala sesuatu berada di dalam diri-Ku dan diapun tidak pernah hilang bagi-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.31&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.31 Seorang yogi seperti itu, yang menekuni pengabdian yang patut dihormati kepada Roh Yang Utama, dengan mengetahui bahwa Aku dan Roh Yang Utama adalah satu, selalu tetap di dalam diri-Ku dalam segala keadaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.32&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.32 Orang yang melihat persamaan sejati semua makhluk hidup, baik yang dalam suka maupun dalam dukanya, menurut perbandingan dengan dirinya sendiri, adalah yogi yang sempurna, wahai Arjuna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.33&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.33 Arjuna berkata; o Madhusudana, sistem yoga yang sudah Anda ringkas kelihatannya kurang praktis dan hamba tidak tahan melaksanakannya, sebab pikiran gelisah dan tidak mantap.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.34&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.34 Sebab pikiran gelisah, bergelora, keras dan kuat sekali, o Krsna, dan hamba pikir menaklukkan pikiran lebih sulit daripada mengendalikan angin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.35&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.35  Sri Krsna bersabda; Wahai putera Kunti yang berlengan perkasa, tentu saja sulit mengendalikan pikiran yang gelisah, tetapi hal ini dimungkinkan dengan latihan yang cocok dan ketidakterikatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.36&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.36  Keinsafan diri adalah pekerjaan yang sulit bagi orang yang pikirannya tidak terkendali. Tetapi orang yang pikirannya terkendali yang berusaha dengan cara yang cocok terjamin akan mencapai sukses, itulah pendapat-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.37&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.37  Arjuna berkata; o Krsna, bagaimana nasib seorang rohaniwan yang tidak mencapai sukses, yang mulai mengikuti proses keinsafan diri pada permulaan dengan kepercayaan, tetapi kemudian berhenti karena pikiran yang duniawi dan dengan demikian tidak mencapai kesempurnaan dalam kebatinan?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.38&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.38  O Krsna yang berlengan perkasa, bukankah orang seperti itu yang telah dibingungkan hingga menyimpang dari jalan kerohanian jatuh dari sukses rohani maupun sukses material hingga dirinya musnah, bagaikan awan yang diobrak- abrik, tanpa kedudukan di lingkungan manapun?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.39&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.39 Inilah keragu-raguan hamba, o Krsna, dan hamba memohon agar Anda menghilangkan keragu-raguan ini sepenuhnya. Selain Anda, tiada seorang pun yang dapat ditemukan untuk membinasakan keragu-raguan ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.40&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.40 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Putera Prtha, seorang rohaniwan yang sibuk dalam kegiatan yang mujur tidak mengalami kemusnahan baik di dunia ini maupun di dunia rohani; orang yang berbuat baik tidak pernah dikuasai oleh kejahatan, wahai kawan-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.41&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.41 Sesudah seorang yogi yang tidak mencapai sukses menikmati selama bertahun-tahun di planet-planet makhluk yang saleh, ia dilahirkan dalam keluarga orang saleh atau dalam keluarga bangsawan yang kaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.42&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.42 Atau (kalau dia belum mencapai sukses sesudah lama berlatih yoga) dia dilahirkan dalam keluarga rohaniwan yang pasti memiliki kebijaksanaan yang tinggi. Memang, jarang sekali seseorang dilahirkan dalam keadaan seperti itu di dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.43&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.43 Sesudah dilahirkan seperti itu, sekali lagi dia menghidupkan kesadaran suci dari penjelmaannya yang dahulu, dan dia berusaha maju lebih lanjut untuk mencapai sukses yang lengkap, wahai Putera Kuru.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.44&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.44  Berkat kesadaran suci dari penjelmaan sebelumnya, dengan sendirinya dia tertarik kepada prinsip-prinsip yoga-kendati pun tanpa diupayakan. Seorang rohaniwan yang ingin menemukan jawaban seperti itu selalu berada di atas prinsip-prinsip ritual dari kitab suci.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.45&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.45  Apabila seorang yogi tekun dengan usaha yang tulus ikhlas untuk maju lebih lanjut, dengan disucikan dari segala pencemaran, akhirnya ia mencapai kesempurnaan sesudah melatihnya selama banyak penjelmaan, dan ia mencapai tujuan tertinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.46&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.46 Seorang yogi lebih mulia daripada orang yang bertapa, lebih mulia daripada orang yang mempelajari filsafat berdasarkan percobaan dan lebih mulia daripada orang yang bekerja dengan maksud mendapatkan hasil atau pahala. Karena itu, dalam segala keadaan, jadilah seorang yogi, wahai Arjuna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 6.47&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.47  Di antara semua yogi, orang yang mempunyai keyakinan yang kuat dan selalu tinggal di dalam Diri-Ku, berpikir tentang-Aku di dalam dirinya, dan mengabdikan diri kepada-Ku dalam cinta bhakti rohani sudah bersatu dengan-Ku dalam yoga dengan cara yang paling dekat, dan dialah yang paling tinggi diantara semuanya. Itulah pendapat-Ku.&lt;/p&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari;http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-6/&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8217921707650254943?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8217921707650254943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8217921707650254943' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8217921707650254943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8217921707650254943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagawad-gita-bab-vi.html' title='Bhagavad Gita Bab VI'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-1599583212125136738</id><published>2010-03-02T20:51:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T20:52:30.048-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita BAb V</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KARMA-YOGA PERBUATAN DALAM KESADARAN KRISHNA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.1 Arjuna berkata; O Krsna, pertama-tama Anda meminta supaya hamba melepaskan ikatan terhadap pekerjaan, kemudian sekali lagi Anda menganjurkan bekerja dengan bhakti. Sekarang mohon memberitahukan kepada hamba secara pasti yang mana di antara keduanya lebih bermanfaat?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.2 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa menjawab; Melepaskan ikatan terhadap pekerjaan dan bekerja dalam bhakti maka kedua-duanya bermanfaat untuk mencapai pembebasan. Tetapi diantara keduanya, pekerjaan dalam bhakti lebih baik daripada melepaskan ikatan terhadap pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.3 Orang yang tidak membenci atau pun menginginkan hasil atau pahala dari kegiatannya dikenal sebagai orang yang selalu melepaskan ikatan. Orang seperti itu, yang bebas dari segala hal yang relatif, dengan mudah mengatasi ikatan material dan mencapai pembebasan sepenuhnya, wahai Arjuna yang berlengan perkasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.4 Hanya orang yang bodoh membicarakan bhakti  (karma yoga) sebagai hal yang berbeda dari mempelajari dunia material secara analisis (sankhya). Orang yang benar-benar bijaksana mengatakan bahwa orang yang menekuni salah satu di antara kedua jalan tersebut dengan baik akan mencapai hasil dari kedua-duanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.5 orang yang mengetahui bahwa kedudukan yang dicapai dengan cara belajar secara analisis juga dapat dicapai dengan bhakti, dan karena itu melihat bahwa pelajaran analisis dan bhakti sejajar, melihat hal-hal dengan sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.6 Kalau seseorang hanya melepaskan segala kegiatan namun tidak menekuni bhakti kepada Tuhan, itu tidak dapat membahagiakan dirinya. Tetapi orang yang banyak berpikir yang menekuni bhakti dapat mencapai kepada Yang Mahakuasa dengan segera, wahai yang berlengan perkasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.7 Orang yang bekerja dalam bhakti, yang menjadi roh yang murni, yang mengendalikan pikiran dan indria-indria, dicintai oleh semua orang, dan diapun mencintai semua orang. Walaupun dia selalu bekerja, dia tidak pernah terikat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.8-9 Walaupun orang yang sadar secara rohani sibuk dapat melihat, mendengar, meraba, mencium, makan, bergerak ke sana ke mari, tidur dan tarik nafas, dia selalu menyadari di dalam hatinya bahwa sesungguhnya dia sama sekali tidak berbuat apa-apa. Ia mengetahui bahwa berbicara, membuang hajat, menerima sesuatu, membuka atau memejamkan mata, ia selalu mengetahui bahwa hanyalah indria-indria material yang sibuk dengan obyek-obyeknya dan bahwa dirinya menyisih dari indria-indria material tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.10 Orang yang melakukan tugas kewajibannya tanpa ikatan, dengan menyerahkan hasil perbuatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak dipengaruhi oleh perbuatan yang tidak berdosa, ibarat daun bunga padma yang tidak disentuh oleh air.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.11 Para yogi melepaskan ikatan, bertindak dengan badan, pikiran, kecerdasan dan bahkan dengan indria-indria pun hanya dimaksudkan untuk penyucian diri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.12 Orang yang berbhakti secara mantap mencapai kedamaian yang murni karena dia mempersembahkan hasil segala kegiatan kepada-Ku; sedangkan orang yang tidak bergabung dengan Yang Mahasuci, dan kelobaan untuk mendapat hasil dari pekerjaannya, menjadi terikat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.13 Apabila makhluk hidup yang membadan mengendalikan sifatnya dan secara mental melepaskan ikatan terhadap segala perbuatan, ia akan tinggal dengan bahagia di kota yang mempunyai sembilan pintu gerbang (badan jasmani), dan ia tidak bekerja ataupun menyebabkan pekerjaan dilakukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.14 Sang roh di dalam badan, penguasa kota badannya, tidak menciptakan kegiatan, tidak menyebabkan orang bertindak ataupun menciptakan hasil perbuatan. Segala hal tersebut dilaksanakan oleh sifat-sifat alam  material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.15 Tuhan Yang Maha Esa tidak mengambil kegiatan yang berdosa atau kegiatan saleh yang dilakukan oleh siapapun. Akan tetapi, makhluk yang berbadan dibingungkan karena kebodohan yang menutupi pengetahuan mereka yang sejati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.16 Akan tetapi, apabila seseorang dibebaskan dari kebodohan dengan pengetahuan yang membinasakan kebodohan, pengetahuannya mengungkapkan segala sesuatu, seperti matahari menerangi segala sesuatu pada waktu siang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.17 Apabila kecerdasan, pikiran, maupun kepercayaan dan tempat berlindung seseorang semua mantap dalam Yang Mahakuasa, dia disucikan sepenuhnya dari keragu-raguan mengetahui pengetahuan yang lengkap dan dengan demikian dia maju lurus menempuh jalan pembebasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.18 Para resi yang rendah hati, berdasarkan pengetahuan yang sejati, melihat seorang brahmana yang bijaksana dan lemah lembut, seekor sapi, seekor gajah, seekor anjing dan orang yang makan anjing dengan penglihatan yang sama&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.19 Orang yang pikirannya telah mantap dalam persamaan dan kemerataan sikap, telah mengalahkan keadaan kelahiran dan kematian. Bagaikan Brahman mereka bebas dari kelemahan, dan karena itu mereka sudah mantap dalam Brahman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.20 Seseorang sudah mantap dalam kerohanian jika ia tidak merasa riang bila mendapatkan sesuatu yang menyenangkan ataupun menyesal bila ia mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan,  paham tentang dirinya sendiri, tidak dibingungkan, dan menguasai ilmu pengetahuan tentang Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.21 Orang yang sudah mencapai pembebasan seperti itu tidak tertarik kesenangan indria-indria material, melainkan dia selalu berada dalam semadi, dan menikmati kebahagiaan di dalam hatinya. Dengan cara demikian, orang yang sudah insaf  akan dirinya menikmati kebahagiaan yang tidak terhingga, sebab ia memusatkan pikirannya kepada Yang Mahakuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.22  Orang cerdas tidak ikut serta dalam sumber-sumber kesengsaraan, yang disebabkan oleh hubungan dengan indria-indria material. Wahai putera Kunti, kesenangan seperti itu berawal dan berakhir, karena itu, orang bijaksana tidak bersenang hati dengan hal-hal itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.23 Kalau seseorang dapat menahan dorongan indria-indria material dan menahan kekuatan keinginan dan amarah sebelum ia meninggalkan badan yang dimilikinya sekarang, maka kedudukannya baik dan ia berbahagia di dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.24 Orang yang berbahagia di dalam dirinya, giat dan riang  di dalam dirinya, dan tujuannya di dalam dirinya, sungguh-sungguh ahli kebatinan yang sempurna. Dia mencapai pembebasan dalam Yang Mahakuasa, dan akhirnya dia mencapai kepada Yang Mahakuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.25 Orang yang berada di luar hal-hal yang relatif yang berasal dari keragu-raguan, dengan pikirannya tekun di dalam hati, selalu sibuk bekerja demi kesejahteraan semua makhluk hidup, dan bebas dari segala dosa, mencapai pembebasan Yang Mahakuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.26 Orang yang bebas dari amarah dan segala keinginan material, insaf  akan diri, berdisiplin- diri dan senantiasa berusaha mencapai kesempurnaan, pasti akan mencapai pembebasan dalam Yang Mahakuasa dalam waktu yang dekat sekali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.27-28 Dengan menutup indria terhadap segala obyek indria dari luar, menjaga mata dan penglihatan dipusatkan antara kedua alis mata, menghentikan napas keluar dan masuk di dalam lobang hidung, dan dengan cara demikian mengendalikan pikiran, indria-indria dan kecerdasan, seorang rohaniwan yang bertujuan mencapai pembebasan menjadi bebas dari keinginan, rasa takut dan amarah. Orang yang selalu berada dalam keadaan demikian pasti mencapai pembebasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 5.29&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.29 Orang yang sadar kepada-Ku sepenuhnya, karena ia mengenal Aku sebagai penerima utama segala korban suci dan pertapaan, Tuhan Yang Maha Esa penguasa semua planet dan dewa, dan penolong yang mengharapkan kesejahteraan semua makhluk hidup, akan mencapai kedamaian dari penderitaan kesengsaraan material.&lt;/p&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari;http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-5/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-1599583212125136738?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/1599583212125136738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=1599583212125136738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/1599583212125136738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/1599583212125136738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-v.html' title='Bhagavad Gita BAb V'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-4270160031848175258</id><published>2010-03-02T20:47:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T20:49:01.772-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab IV</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;PENGETAHUAN ROHANI&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.1  Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krsna, bersabda; Aku telah mengajarkan  ilmu pengetahuan yoga ini yang tidak dapat dimusnahkan kepada dewa matahari , vivasvan, kemudian vivasvan mengajarkan ilmu pengetahuan ini kepada Manu, ayah manusia, kemudian Manu mengajarkan ilmu pengetahuan itu kepada iksvaku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.2 Ilmu pengetahuan yang paling utama ini diterima dengan cara sedemikian rupa melalui rangkaian garis perguruan guru-guru kerohanian, dan para raja yang suci mengerti ilmu pengetahuan tersebut dengan cara seperti itu. Tetapi sesudah beberapa waktu, garis perguruan itu terputus; karena itu, rupanya ilmu pengetahuan yang asli itu sudah hilang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.3 Ilmu pengetahuan yang abadi tersebut mengenai hubungan dengan  Yang Mahakuasa hari ini Kusampaikan kepadamu, sebab engkau adalah penyembah dan kawan-Ku; karena itulah engkau dapat mengerti rahasia rohani ilmu pengetahuan ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.4 Arjuna berkata; vivasvan, dewa matahari, lebih tua daripada Anda menurut kelahiran. Bagaimana hamba dapat mengerti bahwa pada awal Anda mengajarkan ilmu pengetahuan ini kepada beliau?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.5 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Engkau dan Aku sudah dilahirkan berulangkali. Aku dapat ingat segala kelahiran itu, tetapi engkau tidak dapat ingat, Wahai penakluk musuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.6 Walaupun Aku tidak dilahirkan dan badan rohani-Ku tidak pernah merosot, dan walaupun Aku penguasa semua makhluk hidup, Aku masih muncul pada setiap jaman dalam bentuk rohani-Ku yang asli.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.7 Kapan pun dan di mana pun pelaksanaan dharma merosot dan hal-hal yang bertentangan dengan dharma merajalela-pada waktu itulah Aku sendiri menjelma, Wahai putera keluarga Bharata.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.8 Untuk menyelamatkan orang saleh, membinasakan orang jahat dan untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip dharma, Aku sendiri muncul pada setiap jaman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.9 Orang yang mengenal sifat rohani kelahiran dan kegiatan-Ku tidak dilahirkan lagi di dunia material ini setelah meninggalkan badan, melainkan ia mencapai tempat tinggal-Ku yang kekal, wahai Arjuna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.10  Banyak orang pada masa lampau disucikan oleh pengetahuan tentang-Ku dengan dibebaskan dari ikatan, rasa takut dan amarah, khusuk sepenuhnya berpikir tentang-Ku dan berlindung kepada-Ku dan dengan demikian mereka semua mencapai cinta-bhakti rohani kepada-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.11 Sejauh mana semua orang menyerahkan diri kepada-Ku, Aku menganugerahi mereka sesuai dengan penyerahan dirinya itu. Semua orang menempuh jalan-Ku dalam segala hal, wahai putera Prtha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.12 Orang di dunia ini menginginkan sukses dalam kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil; karena itu, mereka menyembah para dewa. Tentu saja, manusia cepat mendapat hasil dari pekerjaan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil di dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.13 Menurut tiga sifat alam dan pekerjaan yang ada hubungannya dengan sifat-sifat itu, empat bagian masyarakat manusia diciptakan oleh-Ku. Walaupun Akulah yang menciptakan sistem ini, hendaknya engkau mengetahui bahwa Aku tetap sebagai yang tidak berbuat, karena Aku tidak dapat diubah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.14  Tidak ada pekerjaan yang mempengaruhi Diri-Ku; Aku juga tidak bercita-cita mendapat hasil dari perbuatan. Orang yang mengerti kenyataan ini tentang Diri-Ku juga tidak akan terikat dalam reaksi-reaksi hasil pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.15 Semua orang yang sudah mencapai pembebasan pada jaman purbakala bertindak dengan pengertian tersebut tentang sifat rohani-Ku. Karena itu, sebaiknya engkau melaksanakan tugas kewajibanmu dengan mengikuti langkah-langkah mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.16 Orang cerdaspun bingung dalam menentukan apa itu perbuatan dan apa arti tidak melakukan perbuatan. Sekarang Aku akan menjelaskan kepadamu apa arti perbuatan, dan setelah mengetahui tentang hal ini engkau akan dibebaskan dari segala nasib yang malang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.17 Seluk beluk perbuatan sulit sekali dimengerti. Karena itu, hendaknya seseorang mengetahui dengan sebenarnya apa arti perbuatan, apa arti perbuatan yang terlarang, dan apa arti tidak melakukan perbuatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.18 Orang yang melihat keadaan tidak melakukan perbuatan dalam perbuatan, dan perbuatan dalam keadaan tidak melakukan perbuatan, adalah orang cerdas dalam masyarakat manusia. Dia berada dalam kedudukan rohani, walaupun ia sibuk dalam segala jenis kegiatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;419  Dimengerti bahwa seseorang memiliki pengetahuan sepenuhnya kalau setiap usahanya beb as dari keinginan untuk kepuasan indria-indria. Para resi mengatakan bahwa reaksi pekerjaan orang yang bekerja seperti itu sudah dibakar oleh api pengetahuan yang sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.20  Dengan melepaskan segala ikatan terhadap segala hasil kegiatannya, selalu puas dan bebas, dia tidak melakukan perbuatan apapun yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala, walaupun ia sibuk dalam segala jenis usaha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.21 Orang yang mengerti bertindak dengan pikiran dan kecerdasan dikendalikan secara sempurna. Ia meninggalkan segala rasa memiliki harta bendanya dan hanya bertindak untuk kebutuhan dasar hidup. Bekerja dengan cara seperti itu, ia tidak dipengaruhi oleh reaksi-reaksi dosa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.22 Orang yang puas dengan keuntungan yang datang dengan sendirinya, bebas dari hal-hal relatif, tidak iri hati, dan mantap baik dalam sukses maupun kegagalan, tidak pernah terikat, walaupun ia melakukan perbuatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.23  Pekerjaan orang yang tidak terikat kepada sifat-sifat alam material dan mantap sepenuhnya dalam pengetahuan rohani menunggal sepenuhnya ke dalam kerohanian.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.24  Orang yang tekun sepenuhnya dalam kesadaran krsna pasti akan mencapai kerajaan rohani karena dia sudah menyumbang sepenuhnya kepada kegiatan rohani. Dalam kegiatan rohani tersebut penyempurnaan bersifat mutlak dan apa yang dipersembahkan juga mempunyai sifat rohani yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.25 Beberapa yogi menyembah para dewa yang sempurna dengan cara mengaturkan berbagai jenis korban suci kepada mereka, dan beberapa di antaranya mempersembahkan korban-korban suci dalam api Brahman yang paling utama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.26 Beberapa orang (para brahmacari yang tidak ternoda)mengorbankan proses mendengar dan indria-indria di dalam api pengendalian pikiran, dan orang lain (orang yang berumah tangga yang teratur) mengorbankan obyek-obyek indria ke dalam api indria-indria.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.27 Orang lain, yang berminat mencapai keinsafan diri dengan  cara mengendalikan pikiran dan indria-indria, mempersembahkan fungsi-fungsi semua indria, dan nafas kehidupan, sebagai persembahan ke dalam api pikiran yang terkendali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.28 Setelah bersumpah dengan tegas, beberapa di antara mereka dibebaskan dari kebodohan dengan cara mengorbankan harta bendanya, sedangkan orang lain dengan melakukan pertapaan yang keras, dengan berlatih yoga kebatinan terdiri dari delapan bagian, atau dengan mempelajari veda  untuk maju dalam pengetahuan rohani.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.29&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.29 Ada orang lain yang tertarik pada proses menahan nafas agar tetap dalam semadi. Mereka berlatih dengan mempersembahkan gerak nafas ke luar ke dalam nafas yang masuk, dan nafas yang masuk ke dalam nafas yang ke luar, dan dengan demikian akhirnya mereka mantap dalam semadi, dengan menghentikan nafas sama sekali. Orang lain membatasi proses makan, dan mempersembahkan nafas ke luar ke dalam nafas yang ke luar sebagai korban suci.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.30&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.30  Semua pelaksanaan kegiatan tersebut yang mengetahui arti korban suci disucikan dari reaksi-reaksi dosa, dan sesudah merasakan rasa manis yang kekal hasil korban-korban suci, mereka maju menuju alam kekal yang paling utama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.31&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.31 Wahai yang paling baik dari keluarga besar Kuru, tanpa korban suci seseorang tidak pernah dapat hidup dengan bahagia baik di planet ini maupun dalam hidup ini; kalau demikian bagaimana tentang penjelmaan yang akan datang?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.32&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.32 Segala jenis korban suci tersebut dibenarkan dalam veda, dan semuanya dilahirkan dari berbagai jenis pekerjaan. Dengan mengetahui jenis-jenis korban suci tersebut dengan cara seperti itu, engkau akan mencapai pembebasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.33&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.33 Wahai penakluk musuh, korban suci yang dilakukan dengan pengetahuan lebih baik daripada hanya mengorbankan harta benda material. Wahai putera prtha, bagaimanapun, maka segala korban suci yang terdiri dari pekerjaan memuncak dalam pengetahuan rohani.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.34&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.34  Cobalah mempelajari kebenaran dengan cara mendekati seorang guru kerohanian. Bertanya kepada beliau dengan tunduk hati dan mengabdikan diri kepada beliau. Orang yang sudah insaf akan dirinya dapat memberikan pengetahuan kepadamu karena mereka sudah melihat kebenaran itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.35&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.35 Setelah memperoleh pengetahuan yang sejati dari orang yang sudah insaf akan dirinya, engkau tidak akan pernah jatuh ke dalam khayalan seperti ini, sebab dengan pengetahuan ini engkau dapat melihat bahwa semua makhluk hidup tidak lain daripada bagian Yang Mahakuasa, atau dengan kata lain, bahwa mereka milik-Ku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.36&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.36 Walaupun engkau dianggap sebagai orang yang paling berdosa di antara semua orang yang berdosa, namun apabila engkau berada di dalam kapal pengetahuan rohani, engkau akan dapat menyeberangi lautan kesengsaraan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.37&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.37 Seperti halnya api yang berkobar mengubah kayu bakar menjadi abu, begitu pula api pengetahuan membakar segala reaksi dari kegiatan material hingga menjadi abu, wahai Arjuna&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.38         .&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.38 Di dunia ini, tiada sesuatupun yang semulia dan sesuci pengetahuan yang melampaui hal-hal duniawi. Pengetahuan seperti itu adalah buah matang dari segala kebatinan. Orang yang sudah ahli dalam latihan bhakti menikmati pengetahuan ini dalam dirinya sesudah beberapa waktu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.39&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.39 Orang setia yang sudah menyerahkan diri kepada pengetahuan yang melampaui hal-hal duniawi dan menaklukkan indria-indrianya memenuhi syarat untuk mencapai pengetahuan seperti itu, dan setelah mencapai pengetahuan itu, dengan cepat sekali ia mencapai kedamaian rohani yang paling utama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.40&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.40 Tetapi orang yang bodoh dan tidak percaya yang ragu-ragu tentang kitab-kitab suci yang diwahyukan, tidak akan mencapai kesadaran terhadap Tuhan Yang Maha Esa; melainkan mereka jatuh. Tidak ada kebahagiaan bagi orang yang ragu-ragu, baik di dunia ini maupun dalam penjelmaan yang akan datang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.41&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.41  Orang yang bertindak dalam bhakti, dan melepaskan ikatan terhadap hasil perbuatannya, dan keragu-raguannya sudah dibinasakan oleh pengetahuan rohani sungguh-sungguh mantap dalam sang diri. Dengan demikian, ia tidak diikat oleh reaksi pekerjaan, wahai perebut kekayaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 4.42&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.42 Karena itu, keragu-raguan yang telah timbul dalam hatimu karena kebodohan harus dipotong dengan senjata pengetahuan. Wahai Bharata, dengan bersenjatakan yoga, bangunlah dan bertempur.&lt;/p&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari;http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-4/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-4270160031848175258?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/4270160031848175258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=4270160031848175258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4270160031848175258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4270160031848175258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-iv.html' title='Bhagavad Gita Bab IV'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-7761019288371486027</id><published>2010-03-02T20:45:00.000-08:00</published><updated>2010-06-23T23:24:42.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab III</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;   KARMA-YOGA&lt;/div&gt;&lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.1 Arjuna berkata; O Janardana, o Kesava, mengapa Anda ingin supaya hamba menjadi sibuk dalam perang yang mengerikan ini, kalau Anda menganggap kecerdasan lebih baik dari pekerjaan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.2 Kecerdasan hamba dibingungkan oleh pelajaran Anda yang mengandung dua arti. Karena itu, mohon beritahukan kepada hamba dengan pasti mana yang paling bermanfaat untuk hamba.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.3&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.3 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; o Arjuna yang tidak berdosa, Aku sudah menjelaskan bahwa ada dua golongan manusia yang berusaha menginsafi sang diri. Beberapa orang berminat mengerti tentang hal itu melalui angan-angan filsafat berdasarkan percobaan, sedangkan orang lain berusaha mengerti tentang hal itu melalui bhakti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.4&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.4 bukan hanya dengan menghindari pekerjaan  seseorang dapat mencapai pembebasan dari reaksi, dan bukan hanya dengan melepaskan ikatan saja seseorang dapat mencapai kesempurnaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.5 Semua orang dipaksakan bekerja tanpa berdaya menurut sifat-sifat yang telah diperolehnya dari sifat-sifat alam material; karena itu, tiada seorangpun yang dapat menghindari berbuat sesuatu, bahkan selama sesaatpun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.6&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.6 Orang yang mengekang indria-indria yang bekerja tetapi pikirannya merenungkan obyek-obyek indria pasti menipu dirinya sendiri dan disebut orang yang berpura-pura.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.7&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.7 Di pihak lain, kalau orang yang tulus ikhlas berusaha mengendalikan indria-indria yang giat dengan pikiran dan mulai melakukan karma yoga (dalam kesadaran Krisna ) tanpa ikatan, ia jauh lebih maju.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.8&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.8 Lakukanlah tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan, sebab melakukan hal demikian lebih baik daripada tidak bekerja. Seseorang bahkan tidak dapat memelihara badan jasmani tanpa bekerja.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.9&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.9 Pekerjaan yang dilakukan sebagai korban suci untuk  visnu harus dilakukan. Kalau tidak, pekerjaan mengakibatkan ikatan di dunia material ini. Karena itu lakukanlah tugas-kewajibanmu yang telah ditetapkan guna memuaskan Beliau, Wahai putera Kunti. Dengan cara demikian, engkau akan selalu tetap bebas dari ikatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.10&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.10  Pada awal ciptaan, penguasa semua mahluk mengirim generasi-generasi manusia dan dewa, beserta korban- korban suci untuk visnu, dan memberkahi mereka dengan bersabda; Berbahagialah engkau dengan yadna (korban suci) ini sebab pelaksanaannya akan menganugerahkan segala sesuatu yang dapat diinginkan untuk hidup secara bahagia dan mencapai pembebasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.11 Para dewa, sesudah dipuaskan dengan korban-korban suci, juga akan memuaskan engkau. Dengan demikian, melalui kerja sama antara manusia dengan para dewa, kemakmuran akan berkuasa bagi  semua.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.12 Para dewa mengurus berbagai kebutuhan hidup. Bila para dewa dipuaskan  dengan pelaksanaan yajna (korban suci), mereka akan menyediakan segala kebutuhan untukmu.Tetapi orang yang menikmati berkat-berkat itu tanpa mempersembahkannya kepada para dewa sebagai balasan pasti adalah pencuri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.13&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.13 Para penyembah Tuhan dibebaskan dari segala jenis dosa karena mereka makan makanan yang dipersembahkan terlebih dahulu untuk korban suci. Orang lain, yang menyiapkan makanan untuk kenikmatan indria-indria pribadi, sebenarnya hanya makan dosa saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.14&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.14 Semua badan yang bernyawa hidup dengan cara makan biji-bijian, yang dihasilkan dari hujan. Hujan dihasilkan oleh pelaksanaan yajna (korban suci) dan yajna dilahirkan dari tugas kewajiban yang sudah ditetapkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.15&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.15 Kegiatan yang teratur dianjurkan di dalam veda dan veda diwujudkan secara langsung dari kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, yang melampaui hal-hal duniawi dan berada di mana-mana untuk selamanya dalam perbuatan korban suci.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.16&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.16 Arjuna yang baik hati, orang yang tidak mengikuti sistem korban suci tersebut yang ditetapkan dalam veda pasti hidup dengan cara yang penuh dosa. Sia-sialah kehidupan orang seperti itu yang hanya hidup untuk memuaskan indria-indria.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.17&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.17 Tetapi orang yang bersenang hati di dalam sang diri, yang hidup sebagai manusia demi keinsafan diri, dan berpuas hati di dalam sang diri saja, puas sepenuhnya-bagi orang tersebut tidak ada tugas kewajiban.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.18&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.18 Orang yang sudah insaf akan dirinya tidak mempunyai maksud untuk dipenuhi dalam pelaksanaan tugas-tugas kewajibannya, dan dia juga tidak mempunyai alasan untuk tidak  melaksanakan pekerjaan seperti itu. Dia juga tidak perlu bergantung pada makhluk hidup manapun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.19&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.19 Karena itu hendaknya seseorang bertindak karena kewajiban tanpa terikat terhadap hasil kegiatan, sebab dengan bekerja tanpa ikatan terhadap hasil seseorang sampai kepada Yang Mahakuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.20&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.20  Raja-raja yang seperti Janaka mencapai kesempurnaan hanya dengan pelaksanaan tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan. Karena itu, untuk mendidik rakyat umum, hendaknya engkau melakukan pekerjaanmu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.21&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.21 Perbuatan apapun yang dilakukan orang besar, akan diikuti oleh orang awam. Standar apa pun yang ditetapkan dengan perbuatannya sebagai teladan, diikuti oleh seluruh dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.22&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.22 Wahai putera prtha, tidak ada pekerjaan yang ditetapkan bagi-Ku dalam seluruh tiga susunan planet. Aku juga tidak kekurangan apapun dan Aku tidak perlu memperoleh sesuatu, namun Aku sibuk melakukan tugas-tugas kewajiban yang sudah ditetapkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.23&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.23 Sebab kalau Aku pernah gagal menekuni pelaksanaan tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan dengan teliti, tentu saja semua orang akan mengikuti jalan-Ku, wahai putera Partha.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.24&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.24 Kalau Aku tidak melakukan tugas-tugas kewajiban yang sudah ditetapkan, maka semua dunia ini akan hancur. Kalau Aku berbuat demikian, berarti Aku menyebabkan penduduk yang tidak diinginkan diciptakan, dan  dengan demikian Aku menghancurkan kedamaian semua makhluk hidup.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.25&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.25 Seperti halnya orang bodoh melakukan tugas-tugas kewajibannya dengan ikatan terhadap hasil, begitu pula orang bijaksana dapat bertindak dengan cara yang serupa, tetapi tanpa ikatan, dengan tujuan memimpin rakyat dalam menempuh jalan yang benar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.26&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.26 Agar tidak mengacaukan pikiran orang bodoh yang terikat terhadap hasil atau pahala dari tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan, hendaknya orang bijaksana jangan menyuruh mereka berhenti bekerja. Melainkan, sebaiknya ia beker ja dengan semangat bhakti dan menjadikan mereka sibuk dalam segala jenis kegiatan (untuk berangsur-angsur mengembangkan kesadaran Krisna)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.27&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.27 Sang roh yang dibingungkan  oleh pengaruh keakuan palsu menganggap dirinya pelaku kegiatan yang sebenarnya dilakukan oleh tiga sifat alam material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.28&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.28 Orang yang memiliki pengetahuan tentang kebenaran  mutlak tidak menjadi sibuk dalam indria-indria dan kepuasan indria-indria,  sebab ia mengetahui dengan baik perbedaan antara pekerjaan dalam bhakti dan pekerjaan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala, Wahai yang berlengan perkasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.29&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.29  Oleh karena orang bodoh dibingungkan oleh sifat-sifat alam material, maka mereka sepenuhnya menekuni kegiatan material hingga menjadi terikat. Tetapi sebaiknya orang bijaksana jangan menggoyahkan mereka, walaupun tugas-tugas tersebut lebih rendah karena yang melakukan tugas-tugas itu kekurangan pengetahuan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.30&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.30 O Arjuna, karena itu, dengan menyerahkan segala pekerjaanmu kepada-Ku, dengan pengetahuan sepenuhnya tentang –Ku, bebas dari keinginan untuk keuntungan, tanpa tuntutan hak milik, dan bebas dari sifat malas, bertempurlah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.31&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.31 Orang yang melakukan tugas-tugas kewajibannya menurut perintah-perintah-Ku dan mengikuti ajaran ini dengan setia, bebas dari rasa iri, dibebaskan dari ikatan perbuatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.32&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.32 Tetapi orang yang tidak mengikuti ajaran ini secara teratur karena rasa iri dianggap kehilangan segala pengetahuan, dijadikan bodoh, dan dihancurkan dalam usahanya untuk mencari kesempurnaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.33&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.33 Orang yang berpengetahuanpun bertindak menurut sifatnya sendiri, sebab semua orang mengikuti sifat yang telah diperolehnya dari tiga sifat alam. Karena itu apa yang dapat dicapai dengan pengekangan?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.34&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.34 Ada prinsip-prinsip untuk mengatur ikatan dan rasa tidak suka berhubungan dengan indria-indria dan obyek-obyeknya. Hendaknya seseorang jangan dikuasi oleh ikatan dan rasa tidak  suka  seperti itu, sebab hal-hai itu merupakan batu-batu rintangan pada jalan menuju keinsafan diri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.35&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.35 Jauh lebih baik melaksanakan tugas-tugas kewajiban yang sudah ditetapkan untuk diri kita. Walaupun kita berbuat kesalahan dalam tugas-tugas itu, daripada melakukan tugas kewajiban orang lain secara sempurna. Kemusnahan sambil melaksanakan tugas kewajiban sendiri lebih baik daripada menekuni tugas kewajiban orang lain, sebab mengikuti jalan orang lain berbahaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.36&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.36 Arjuna berkata; Apa yang  mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan yang berdosa, walaupun dia tidak menginginkan demikian, seolah-olah dia dipaksakan untuk berbuat begitu?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.37&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.37  Kepribadiaan Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Wahai Arjuna, hanya hawa nafsu saja; yang dilahirkan dari hubungan dengan sifat nafsu material dan kemudian diubah menjadi amarah, yang menjadi musuh dunia ini. Musuh itu penuh dosa dan menelan segala sesuatu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.38&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.38   Seperti halnya api ditutupi oleh asap, cermin ditutupi oleh debu, atau janin ditutupi oleh kandungan, begitu pula mahluk hidup ditutupi oleh berbagai tingkat hawa nafsu ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.39&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.39   Seperti itulah kesadaran murni mahluk hidup yang bijaksana ditutupi oleh musuhnya yang kekal dalam bentuk nafsu, yang tidak pernah puas dan membakar bagaikan api.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.40&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.40  Indria-indria, pikiran dan kecerdasan adalah tempat duduk hawa nafsu tersebut. Melalui indria-indria, pikiran dan kecerdasan hawa nafsu menutupi pengetahuan sejati mahluk hidup dan membingungkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.41&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.41  Wahai Arjuna, yang paling baik diantara para Bharata, karena itu,  pada awal sekali batasilah lambang dosa yang besar ini ( hawa nafsu ) dengan mengatur indria-indria, dan bunuhlah pembinasa pengetahuan dan keinsafan diri ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.42&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.42  Indria-indria yang bekerja lebih halus daripada alam yang bersifat mati. Pikiran lebih halus daripada indria-indria; kecerdasan lebih halus lagi daripada pikiran; dan Dia (sang roh ) lebih halus lagi daripada kecerdasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhagavad-gita 3.43&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.43  Dengan mengetahui dirinya melampaui indria-indria material, pikiran dan kecerdasan, hendaknya seseorang memantapkan pikiran dengan kecerdasan rohani yang bertabah hati ( kesadaran Krsna ), dan  dengan demikian- melalui kekuatan rohani, mengalahkan hawa nafsu, musuh yang tidak pernah puas, wahai Arjuna yang berlengan  perkasa.&lt;/p&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari; http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/bab-3/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-7761019288371486027?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/7761019288371486027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=7761019288371486027' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7761019288371486027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7761019288371486027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-iii.html' title='Bhagavad Gita Bab III'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6116243235526207482</id><published>2010-03-02T20:43:00.001-08:00</published><updated>2010-03-02T21:41:42.680-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Bhagavad Gita Bab II</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RINGKASAN ISI BHAGAVAD-GĪTĀ&lt;/span&gt;&lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.1&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.1 Sanjaya berkata; setelah melihat Arjuna tergugah rasa kasih sayang dan murung, matanya penuh air mata, Madhusudana, krisna, bersabda sebagai berikut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.2&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.2 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Arjuna yang baik hati, bagaimana sampai hal-hal yang kotor ini menghinggapi dirimu? Hal-hal ini sama sekali tidak pantas bagi orang yang mengetahui nilai hidup. Hal-hal seperti itu tidak membawa seseorang ke planet-planet yang lebih tinggi. Melainkan menjerumuskan dirinya kedalam penghinaan.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.3&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.3 Wahai putera prtha, jangan menyerah pada kelemahan yang hina ini. Itu tidak pantas bagimu. Tinggalkanlah kelemahan hati yang remeh itu dan bangunlah. Wahai yang menghukum musuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.4&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.4 Arjuna berkata; O Pembunuh musuh, o Pembunuh Madhu, bagaimana saya dapat membalas serangan orang seperti Bhisma dan Drona dengan panah pada medan perang, padahal seharusnya saya menyembah mereka?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.5&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.5 Lebih baik saya hidup di dunia ini dengan cara mengemis daripada hidup sesudah mencabut nyawa roh-roh mulia seperti itu, yaitu guru-guru saya. Kendatipun mereka menginginkan keuntungan duniawi, mereka tetap atasan. Kalau mereka terbunuh, segala sesuatu yang kita nikmati akan ternoda dengan darah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.6&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.6 Kita juga tidak mengetahui mana yang lebih baik-mengalahkan mereka atau dikalahkan oleh mereka. Kalau Kita membunuh para putera Dhrtarastra, kita tidak mau hidup. Namun mereka sekarang berdiri di hadapan kita di medan perang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.7&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.7 Sekarang hamba kebingungan tentang kewajiban hamba dan sudah kehilangan segala ketenangan karena kelemahan yang picik. Dalam keadaan ini, hamba mohon agar Anda memberi tahukan dengan pasti apa yang paling baik untuk hamba. Sekarang hamba menjadi murid Anda, dan roh yang sudah menyerahkan diri kepada Anda. Mohon memberi pelajaran kepada hamba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.8&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.8 Hamba tidak dapat menemukan cara untuk menghilangkan rasa sedih ini yang menyebabkan indria-indria hamba menjadi kering. Hamba tidak akan dapat menghilangkan rasa itu, meskipun hamba memenangkan kerajaan yang makmur yang tiada taranya di bumi ini dengan kedaulatan seperti para dewa di surga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.9&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.9 Sanjaya berkata; Setelah berkata demikian, Arjuna, perebut musuh, menyatakan kepada krsna,’’Govinda,hamba tidak akan bertempur,’’lalu diam.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.10&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.10 Wahai putera keluarga Bharata, pada waktu itu, krsna, yang tersenyum di tengah-tengah antara tentara-tentara kedua belah pihak, bersabda kepada Arjuna yang sedang tergugah oleh rasa sedih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.11&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.11 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Sambil berbicara dengan cara yang pandai engkau menyesalkan sesuatu yang tidak patut disesalkan. Orang bijaksana tidak pernah menyesal, baik untuk yang masih hidup maupun untuk yang sudah meninggal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.12&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.12 Pada masa lampau tidak pernah ada suatu saat pun Aku, engkau maupun semua raja ini tidak ada; dan pada masa yang akan datang tidak satupun di antara kita semua akan lenyap.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.13&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.13 Seperti halnya sang roh terkurung di dalam badan terus menerus mengalami perpindahan, di dalam badan ini, dari masa kanak-kanak sampai masa remaja sampai usia tua, begitu juga sang roh masuk ke dalam badan lain pada waktu meninggal. Orang yang tenang tidak bingung karena penggantian itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.14&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.14 Wahai putera kunti, suka dan duka muncul untuk sementara dan hilang sesudah beberapa waktu, bagaikan mulai dan berakhirnya musim dingin dan musim panas. Hal-hal itu timbul dari penglihatan indria, dan seseorang harus belajar cara mentolerir hal-hal itu tanpa goyah, Wahai putera keluarga Bharata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.15&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.15 Wahai manusia yang paling baik (Arjuna), orang yang tidak goyah karena suka ataupun duka dan mantap dalam kedua keadaan itu pasti memenuhi syarat untuk mencapai pembebasan.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.16&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.16 Orang yang melihat kebenaran sudah menarik kesimpulan bahwa apa yang tidak ada (badan jasmani) tidak tahan lama dan yang kekal (sang roh ) tidak berubah. Inilah kesimpulan mereka setelah mempelajari sifat kedua-duanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.17&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.17 Hendaknya engkau mengetahui bahwa  apa yang ada dalam seluruh badan tidak dapat dimusnahkan. Tidak seorang pun dapat membinasakan sang roh yang tidak dapat dimusnahka itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.18&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.18 Mahluk hidup yang tidak dapat dimusnahkan atau diukur dan bersifat kekal, memiliki badan jasmani yang pasti akan berakhir. Karena itu, bertempurlah, Wahai putera keluarga Bharata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.19&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.19 Orang yang menganggap bahwa makhluk hidup membunuh ataupun makhluk hidup dibunuh tidak memiliki pengetahuan, sebab sang diri tidak membunuh dan tidak dapat dibunuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.20&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.20  Tidak ada kelahiran maupun kematian bagi sang roh pada saat manapun. Dia tidak diciptakan pada masa lampau, ia tidak diciptakan pada masa sekarang, dan dia tidak akan diciptakan pada masa yang akan datang. Dia tidak dilahirkan,  berada untuk  selamanya dan bersifat abadi. Dia tidak terbunuh apabila badan dibunuh.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.21&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.21 Wahai Partha, bagaimana mungkin orang yang mengetahui bahwa sang roh tidak dapat dimusnahkan, bersifat kekal, tidak dilahirkan dan tidak pernah berubah dapat membunuh seseorang atau menyebabkan seseorang membunuh?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.22&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.22 Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dan membuka pakaian lama, begitu pula sang roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan lama yang tidak berguna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.23&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.23 Sang roh tidak pernah dapat dipotong menjadi bagian-bagian oleh senjata manapun, dibakar oleh api, dibasahi oleh air, atau dikeringkan oleh angin.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.24&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.24 Roh yang individual ini tidak dapat dipatahkan dan tidak dapat dilarutkan, dibakar ataupun dikeringkan. Ia hidup untuk selamanya, berada di  mana-mana, tidak dapat diubah, tidak dapat dipindahkan dan tetap sama untuk selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.25&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.25 Dikatakan bahwa sang roh itu tidak dapat dilihat, tidak dapat dipahami dan tidak dapat diubah. Mengingat kenyataan itu, hendaknya engkau jangan menyesal karena badan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.26&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.26 Akan tetapi, kalau engkau berpikir bahwa sang roh (atau gejala-gejala hidup) senantiasa dilahirkan dan selalu mati, toh engkau masih tidak mempunyai alasan untuk menyesal, wahai Arjuna yang berlengan perkasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.27&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.27 Orang yang sudah dilahirkan pasti akan meninggal, dan sesudah kematian, seseorang pasti akan dilahirkan lagi. Karena itu, dalam melaksanakan tugas kewajibanmu yang tidak dapat dihindari, hendaknya engkau jangan menyesal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.28&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.28 Semua makhluk yang diciptakan tidak terwujud pada awalnya, terwujud pada pertengahan, dan sekali lagi tidak terwujud pada waktu dileburkan. Jadi apa yang perlu disesalkan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.29&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.29 Beberapa orang memandang bahwa sang roh sebagai                                                                               sesuatu yang mengherankan, beberapa orang menguraikan dia sebagai sesuatu yang mengherankan, dan beberapa orang mendengar tentang dia sebagai sesuatu yang mengherankan juga, sedangkan orang lain tidak dapat mengerti sama sekali tentang sang roh, walaupun mereka sudah mendengar tentang dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.30&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.30 O putera keluarga Bharata, dia yang tinggal dalam badan tidak pernah dapat dibunuh. Karena itu, engkau tidak perlu bersedih hati untuk makhluk manapun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.31&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.31 Mengingat tugas kewajibanmu yang khusus sebagai seorang ksatriya, hendaknya engkau mengetahui bahwa tiada kesibukan yang lebih baik untukmu daripada bertempur berdasarkan prinsip-prinsip dharma; karena itu, engkau tidak perlu ragu-ragu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.32&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.32 Wahai partha, berbahagialah para ksatriya yang mendapatkan kesempatan untuk bertempur seperti itu tanpa mencarinya-kesempatan yang membuka pintu gerbang planet-planet surga bagi mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.33&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.33 Akan tetapi, apabila engkau tidak melaksanakan kewajiban dharmamu, yaitu bertempur, engkau pasti menerima dosa akibat melalaikan kewajibanmu, dan dengan demikian kemasyuranmu sebagai kesatria akan hilang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.34&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.34 Orang akan selalu membicarakan engkau sebagai orang yang hina, dan bagi orang yang terhormat; penghinaan lebih buruk daripada kematian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.35&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.35 Jendral-jendral besar yang sangat menghargai nama dan kemasyuranmu akan menganggap engkau meninggalkan medan perang karena rasa takut saja, dan dengan demikian mereka akan meremehkan engkau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.36&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.36 Musuh-musuhmu akan menjuluki engkau dengan banyak kata yang tidak baik dan mengejek kesanggupanmu. Apa yang dapat lebih menyakiti hatimu daripada itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.37&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.37 Wahai putera kunti, engkau akan terbunuh di medan perang dan mencapai  planet-planet  surga atau engkau akan menang dan menikmati kerajaan di dunia. Karena itu, bangunlah dan bertempur dengan ketabahan hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.38&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.38 Bertempurlah demi pertempuran saja, tanpa mempertimbangkan suka atau duka, rugi atau laba, menang atau kalah-dengan demikian, engkau tidak akan pernah dipengaruhi oleh dosa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.39&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.39 Sampai sekarang, Aku sudah menguraikan tentang pengetahuan ini kepadamu melalui pelajaran analisis. Sekarang, dengarlah penjelasanku tentang hal ini menurut cara bekerja tanpa mengharapkan hasil atau pahala. Wahai putera prtha, bila engkau bertindak dengan pengetahuan seperti itu engkau dapat membebaskan diri dari ikatan pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.40&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.40 Dalam usaha ini tidak ada kerugian ataupun pengurangan, dan sedikitpun kemajuan dalam menempuh jalan ini dapat melindungi seseorang   terhadap  rasa takut  yang  paling berbahaya.&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.41&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.41 Orang yang menempuh jalan ini bertabah hati dengan mantap,  dan tujuan mereka satu saja. Wahai putera kesayangan para kuru, kecerdasan orang yang tidak  bertabah hati mempunyai banyak cabang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.42&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.43&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.42-43 Orang yang kekurangan pengetahuan sangat terikat pada kata-kata kiasan dari weda, yang menganjurkan berbagai kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan pahala agar dapat naik tingkat sampai planet-planet surga, kelahiran yang baik sebagai hasilnya, kekuatan dan sebagainya. Mereka menginginkan kepuasan indria-indria dan kehidupan yang mewah, sehingga mereka mengatakan bahwa tiada sesuatu pun  yang lebih tinggi dari ini. Wahai putera prtha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.44&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.44 Ketabahan hati yang mantap untuk ber-bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah ti  mbul di dalam pikiran orang yang terlalu terikat pada kenikmatan indria-indria dan kekayaan material.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.45&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.45 Veda sebagaian besar menyangkut tiga sifat alam. Wahai Arjuna, lampauilah tiga sifat alam itu.   Bebaskanlah dirimu dari segala hal yang relatif  dan  segala kecemasan untuk keuntungan  dan keelamatan dan jadilah mantap dalam sang diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.46&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.46 Segala tujuan yang dipenuhi oleh sumur kecil  dapat segera dipenuhi oleh sumber air yang besar. Begitu pula, segala tujuan veda dapat segera dipenuhi bagi  orang yang mengetahui maksud dasar veda itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.47&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.47 Engkau berhak melakukan tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan, tetapi engkau tidak berhak atas hasil perbuatan. Jangan menganggap dirimu penyebab hasil kegiatanmu, dan jangan terikat  pada kebiasaan tidak  melakukan kewajibanmu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.48&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.48 Wahai Arjuna, lakukanlah kewajibanmu dengan sikap seimbang,  lepaskanlah segala ikatan  terhadap sukses maupun kegagalan. Sikap seimbang seperti itu disebut yoga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.49&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2 .49 Wahai Dhananjaya, jauhilah segala yang menjijikan melalui bhakti dan dengan kesadaran seperti itu serahkanlah dirimu kepada Tuhan Yang Mha Esa. Orang yang ingin menikmati hasil pekerjaannya adalah orang pelit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.50&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.50 Orang yang menekuni bhakti membebaskan dirinya dari perbuatan yang baik dan buruk bahkan dalam kehidupan ini pun. Karena itu, berusahalah untuk yoga, ilmu segala pekerjaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.51&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.51 Dengan menekuni bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa seperti itu, resi-resi yang mulia dan penyembah-penyembah membebaskan diri dari hasil pekerjaan di dunia material. Dengan cara demikian mereka dibebaskan dari perputaran kelahiran dan kematian dan mencapai keadaan di luar segala kesengsaraan  (dengan kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.52&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.52 Bila kecerdasanmu  sudah keluar dari hutan khayalan yang lebat, engkau akan acuh terhadap segala sesuatu yang sudah didengar dan segala sesuatu yang akan didengar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.53&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.53 Bila pikiranmu tidak goyah lagi karena bahasa kiasan veda , dan pikiran mantap dalam semadi keinsafan diri, maka  engkau sudah mencapai kesadaran rohani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.54&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.54  Arjuna berkata; o Krsna, bagaimanakah ciri-ciri orang yang kesadarannya sudah khusuk dalam kerohanian seperti itu? Bagaimana cara bicaranya serta bagaimana bahasanya? Dan bagaimana ia duduk dan bagaimana ia berjalan?.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.55&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.55 Kpribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; o partha, bila seseorang meninggalkan segala jenis keinginan untuk kepuasan indria-indria, yang muncul dari tafsiran pikiran, dan bila pikirannya yang sudah disucikan dengan cara seperti itu hanya puas dalam sang diri, dikatakan ia sudah berada dalam kesadaran rohani yang murni.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.56&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.56 Orang yang pikirannya tidak goyah bahkan di tengah-tengah tiga jenis kesengsaraan, tidak gembira pada waktu ada kebahagiaan, dan bebas dari ikatan, rasa takut dan marah, disebut resi yang mantap dalam pikirannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.57&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.57 Di dunia material, orang yang tidak dipengaruhi oleh hal yang baik dan hal yang buruk  yang diperolehnya, dan tidak memuji  maupun mengejeknya, sudah mantap dengan teguh dalam pengetahuan yang sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.58&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.58 Orang yang dapat menarik indria-indria dari obyek-obyek indria,bagaikan  kura-kura yang menarik kakinya ke dalam cangkangnya, mantap dengan teguh dalam kesadaran yang sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.59&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.59  Barangkali kepuasan indria-indria sang roh yang berada dalam badan dibatasi, walaupun keinginan terhadap obyek-obyek indria tetap ada. Tetapi bila ia menghentikan kesibukan seperti itu dengan mengalami rasa yang lebih tinggi, kesadarannya menjadi mantap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.60&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.60 Wahai Arjuna, alangkah kuat dan bergeloranya indria-indria sehingga pikiran orang bijaksana yang sedang berusaha untuk mengendalikan indria-indrianya pun dibawa lari dengan paksa oleh indria-indria itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.61&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.61 Orang yang mengekang dan mengendalikan indria-indria sepenuhnya dan memusatkan kesadarannya sepenuhnya kepada-ku, dikenal sebagai orang yang mempunyai kecerdasan yang mantap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.62&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.62  Selama seseorang merenungkan obyek-obyek indria-indria, ikatan terhadap obyek-obyek indria itu berkembang. Dari ikatan seperti itu berkembanglah hawa nafsu,dan dari hawa nafsu timbullah amarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.63&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.63 Dari amarah timbullah khayalan yang lengkap , dari khayalan menyebabkan ingatan bingung. Bila ingatan bingung, kecerdasan hilang,  bila kecerdasan hilang, seseorang jatuh lagi ke dalam lautan material.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.64&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.64 Tetapi orang yang sudah bebas dari segala ikatan dan rasa tidak suka serta sanggup mengendalikan indria-indria melalui prinsip-prinsip kebebasan yang teratur dapat memperoleh karunia sepenuhnya dari Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.65&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.65 Tiga jenis kesengsaraan kehidupan material tidak ada lagi pada orang yang puas seperti itu (dalam kesadaran Krisna); dengan kesadaran yang puas seperti itu, kecerdasan seseorang mantap dalam waktu singkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.66&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.66 Orang yang tidak mempunyai hubungan dengan  Yang Maha Kuasa(dalam kesadaran Krisna) tidak mungkin memiliki kecerdasan rohani maupun pikiran yang mantap. Tanpa kecerdasan rohani dan pikiran pikiran yang mantap tidak mungkin ada kedamaian. Tanpa kedamaian, bagaimana mungkin ada kebahagiaan?&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.67&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.67 Seperti perahu yang berada pada permukaan air dibawa lari oleh angin kencang, kecerdasan seseorang dapat dilarikan bahkan oleh satu saja di antara indria-indria yang mengembara dan menjadi titik pusat untuk pikiran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.68&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.68 Karena itu, orang yang indria-indrianya terkekang dari obyek-obyeknya pasti mempunyai kecerdasan yang mantap, wahai yang berlengan perkasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.69&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.69 Malam hari bagi semua makhluk adalah waktu sadar bagi orang yang mengendalikan diri, dan waktu sadar bagi semua makhluk adalah malam hari bagi resi yang mawas diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.70&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.70 Hanya orang yang tidak terganggu oleh arus keinginan yang mengalir terus menerus yang masuk bagaikan sungai-sungai ke dalam lautan,yang senantiasa diisi tetapi selalu tetap tenang , dapat mencapai kedamaian. Bukan orang yang berusaha memuaskan keinginan itu yang dapat mencapai kedamaian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.71&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.71  Hanya orang yang sudah meninggalkan segala jenis keinginan untuk kepuasan indria-indria, hidup bebas dari keinginan, sudah meninggalkan segala rasa ingin memilik sesuatu dan bebas dari keakuan palsu dapat mencapai kedamaian yang sejati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bhagavad-gita 2.72&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;2.72  Itulah cara hidup yang suci dan rohani. Sesudah mencapai kehidupan seperti itu, seseorang tidak dibingungkan. Kalau seseorang mantap seperti itu bahkan pada saat kematian sekalipun, ia dapat masuk ke kerajaan Tuhan.&lt;/p&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6116243235526207482?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/6116243235526207482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=6116243235526207482' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6116243235526207482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6116243235526207482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/bhagavad-gita-bab-ii.html' title='Bhagavad Gita Bab II'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6366706736919904335</id><published>2010-03-02T19:52:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:54:32.612-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Sinopsis singkat Bhagavad-gītā</title><content type='html'>&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Sinopsis singkat  Bhagavad-gītā&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="entry-content"&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;BAB SATU&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Meninjau tentara-tentara di medan perang  kuruksetra&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentara-tentara kedua belah pihak siap siaga  untuk bertempur. Arjuna, seorang kesatria yang perkasa, melihat sanak keluarga,  guru-guru dan kawan-kawannya dalam tentara-tentara kedua belah pihak siap untuk  bertempur dan mengorbankan nyawanya. Arjuna tergugah kenestapaan dan rasa kasih  sayang, sehingga kekuatannya menjadi lemah, pikirannya bingung, dan dia tidak  dapat bertabah hati untuk bertempur.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB DUA&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ringkasan isi Bhagavad Gita&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Arjuna menyerahkan diri sebagai murid kepada Sri  Krishna, kemudian Krishna memulai pelajaran-Nya kepada Arjuna dengan menjelaskan  perbedaan pokok antara badan jasmani yang bersifat sementara dan sang roh yang  bersifat kekal. Sri Krishna menjelskan proses perpindahan sang roh, sifat  pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa tanpa mementingkan diri sendiri dan  ciri-ciri orang yang sudah insaf akan dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB TIGA&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Karma-yoga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semua orang harus melakukan kegiatan di dunia  material. Tetapi perbuatan dapat mengikat diri seseorang pada dunia ini atau  membebaskan dirinya dari dunia. Seseorang dapat dibebaskan dari hukum karma dan  mencapai pengetahuan rohani tentang sang diri dan Yang Maha Kuasa dengan cara  bertindak untuk memuaskan Yang Maha Kuasa, tanpa mementingkan diri sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB EMPAT&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengetahuan Rohani&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengetahuan rohani tentang sang roh, Tuhan Yang  Maha Esa, dan hubungan antara sang roh dengan Tuhan – menyucikan dan membebaskan  diri manusia. Pengetahuan seperti itu adalah hasil perbuatan bhakti tanpa  mementingkan diri sendiri (karma yoga). Krishna menjelaskan sejarah Bhagavad  Gita sejak jaman purbakala, tujuan dan makna Beliau ketika menurun ke dunia  material, serta pentingnya mendekati seorang guru kerohanian yang sudah insaf  akan dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB LIMA&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Karma-yoga;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Perbuatan dalam Kesadaran akan  Krishna&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang bijaksana yang sudah disucikan oleh api  pengetahuan rohani, secara lahiriah melakukan segala kegiatan tetapi melepaskan  ikatan terhadap hasil perbuatan dalam hatinya. Dengan cara demikian, orang  bijaksana dapat mencapai kedamaian, ketidakterikatan, kesabaran, penglihatan  rohani dan kebahagiaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB ENAM&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dhyana-yoga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Astangga-yoga, jenis latihan meditasi lahiriah,  pengendalian pikiran dan indria-indria dan memusatkan perhatian kepada Paramaman  (Roh yang utama yang bersemayam di dalam hati). Puncak latihan ini adalah  samadhi. Samadhi berarti kesadaran sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB TUJUH&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengetahuan &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;tentang Yang  Mutlak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sri Krishna adalah Kepribadian Yang Paling Utama,  Penyebab yang paling utama dan kekuatan yang memelihara segala sesuatu, baik  material maupun rohani. Roh-roh yang sudah maju menyerahkan diri kepada Krishna  dalam pengabdian suci bhakti, sedangkan roh yang tidak saleh mengalihkan  pikirannya kepada obyek-obyek sesembahan yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB DELAPAN&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Cara mencapai kepada Yang Maha  Kuasa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seseorang dapat mencapai tempat tingal Krishna,  Kepribadian Yang paling Utama, di luar dunia material, dengan cara ingat kepada  Sri Krishna dalam bhakti semasa hidupnya, dan khususnya pada saat meninggal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB SEMBILAN&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengetahuan yang paling  rahasia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Krishna adalah Tuhan Yang Maha Esa dan tujuan  tertinggi kegiatan sembahyang. Sang roh mempunyai hubungan yang kekal dengan  Krishna melalui pengabdian suci bhakti yang bersifat rohani. Dengan menghidupkan  kembali bhakti yang murni, seseorang dapat kembali kepada Sri Krishna di alam  rohani.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB SEPULUH&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kehebatan Tuhan Yang Mutlak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Segala fenomena ajaib yang memperlihatkan  kekuatan, keindahan, sifat agung atau mulia, baik di dunia material maupun di  dunia rohani, tidak lain dari pada perwujudan sebagian tenaga-tenaga dan  kehebatan rohani Tuhan, Sri Krishna. Sebagai sebab utama segala sebab serta  sandaran dan hakekat segala sesuatu. Krishna, Tuhan Yang Maha Esa, adalah tujuan  sembahyang tertinggi bagi para mahluk.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB SEBELAS&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Bentuk Semesta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sri Krishna menganugrahkan penglihatan rohani  kepada Arjuna. Krishna memperlihatkan bentuk-Nya yang tidak terhingga dan  mengagumkan sebagai alam semesta. Dengan cara demikian, Krishna membuktikan  secara meyakinkan identitas-Nya sebagai Yang Maha Kuasa. Krishna menjelaskan  bahwa bentuk-Nya sendiri yang serba tampan dan dekat dengan bentuk manusia  adalah bentuk asli Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang dapat melihat bentuk ini hanya  dengan bhakti yang murni.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB DUA BELAS&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pengabdian suci bhakti&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bhakti-yoga, pengabdian suci yang murni kepada  sri Krishna, adalah cara tertinggi dan paling manjur untuk mencapai cinta bhakti  yang murni kepada Krishna, tujuan tertinggi kehidupan rohani. Orang yang  menempuh jalan tertinggi ini dapat mengembangkan sifat-sifat suci.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB TIGA BELAS&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Alam, Kepribadian Yang Menikmati dan  Kesadaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mengerti perbedaan antara badan,  dengan sang roh dan Roh Yang Utama yang melampaui badan dan roh, akan mencapai  pembebasan dari dunia material.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB EMPAT BELAS&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Tiga sifat alam material&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semua roh terkungkung dalam badan di bawah  pengendalian tiga sifat alam material; kebaikan, nafsu dan kebodohan. Sri  Krishna menjelaskan arti sifat-sifat alam tersebut, bagaimana sifat-sifat itu  mempengaruhi diri kita, bagaimana cara melampaui sifat-sifat alam sera  cirri-ciri orang yang sudah mencapai keadaan rohani.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB LIMA BELAS&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Yoga berhubungan dengan Kepribadian Yang  Paling Utama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tujuan utama pengetahuan Veda adalah melepaskan  diri dari ikatan terhadap dunia material dan mengerti Sri Krishna sebagai  Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang mengerti identitas Krishna yang  paling utama menyerahkan diri kepada Krishna dan menekuni pengabdian suci kepada  Krishna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB ENAM BELAS&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sifat rohani dan sifat jahat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mempunyai sifat-sifat jahat dan hidup  seska hatinya, tanpa mengikuti peraturan Kitab Suci, dilahirkan dalam kehidupan  yang lebih rendah dan diikat lebih lanjut secara material. Tetapi orang yang  memiliki sifat-sifat suci dan hidup secara teratur, dengan mematuhi kekuasaan  Kitab Suci, berangsur-angsur mencapai kesempurnaan rohani.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB TUJUH BELAS&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Golongan-golongan keyakinan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga jenis keyakinan, yang masing-masing  berkembang dari salah satu di antara tiga sifat alam. Perbuatan yang dilakukan  oleh orang yang keyakinannya bersifat nafsu dan kebodohan hanya membuahkan hasil  material yang bersifat sementara, sedangkan perbuatan yang dilakukan dalam sifat  kebaikan, menurut Kitab Suci, menyucikan hati dan membawa seseorang sampai  tingkat keyakinan murni terhadap Sri Krishna dan bhakti kepada Krishna.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BAB DELAPAN BELAS&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kesempurnaan pelepasan  ikatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Krishna menjelakan arti pelepasan ikatan dan efek  dari sifat-sifat alam terhadap kesadaran dan kegiatan manusia. Krishna  menjelaskan keinsafan Brahman, kemuliaan Bhagavad Gita, dan kesimpulan utama  Bhagavad gita; jalan kerohanian tertinggi berarti menyerahkan diri sepenuhnya  tanpa syarat dalam cinta bhakti kepada sri Krishna. Jalan ini membebaskan  seseorang dari segala dosa, membawa dirinya sampai pembebasan sepenuhnya dari  kebodohan dan kemungkian ia kembali ke tempat tinggal rohani Krishna yang  kekal.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- &lt;rdf:rdf rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" trackback="http://madskills.com/public/xml/rss/module/trackback/"&gt;    &lt;rdf:description about="http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/" identifier="http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/" title="Bhagavad-gītā" ping="http://ngarayana.web.ugm.ac.id/bhagavad-gita/trackback/"&gt; &lt;/rdf:RDF&gt; --&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6366706736919904335?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6366706736919904335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6366706736919904335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/03/sinopsis-singkat-bhagavad-gita.html' title='Sinopsis singkat Bhagavad-gītā'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-4808704975027846919</id><published>2010-02-21T23:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T23:44:18.220-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info sehat'/><title type='text'>Mungkinkah Salah Resep Ya??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit wazir ini mesti diobati, pikirku. Tapi apa daya biaya untuk berobat ke dokter tidak ada. Maklum penghasilan yang masih pas-pasan membuat saya harus rela bertahan dalam keadaan ini. Tapi tak mau berputus asa, saya terus berusaha mencari informasi tentang pengobatan alami (herbal) yang mungkin bisa saya tempuh dengan biaya yang lebih terjangkau. Saat searching di google, saya temukan informasi mengenai salah satu tanaman obat yang sangat berkhasiat. Namanya daun Binahong atau yang dikenal dengan nama asli Dheng San Chi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut informasi yang saya dapat, daun Binahong adalah tanaman obat dari daratan Tiongkok yang diken&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S4IyJX9rT3I/AAAAAAAAALg/T663tNkRn3Q/s1600-h/daunbinahong.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S4IyJX9rT3I/AAAAAAAAALg/T663tNkRn3Q/s320/daunbinahong.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440966436449898354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;al dengan nama asli Dheng San Chi. Tumbuhan ini telah dikenal memiliki kasiat penyembuhan yang luar biasa dan telah ribuan tahun dikonsumsi oleh bangsa Tiongkok, Korea, Taiwan dll. Di kawasan Asia Tenggara, tumbuhan ini merupakan konsumsi wajib penduduk Vietnam ketika melawan invansi Amerika, namun sayangnya tanaman ini masih asing untuk daerah Indonesia. Tumbuhan merambat ini misterius karena belum banyak literatur maupun penelitian ilmiah yang mengungkapkan khasiatnya. Namun, secara empiris, masyarakat memanfaatkannya untuk membantu proses penyembuhan beragam penyakit.&lt;br /&gt;Adapun khasiat dari daun ini antara lain;&lt;br /&gt;Kasiat Utama&lt;br /&gt;1.Mempercepat pemulihan kesehatan setelah operasi, melahirkan, khitan, segala luka-luka dalam, radang usus.&lt;br /&gt;2.Melancarkan dan menormalkan peredaran dan tekanan darah.&lt;br /&gt;3.Mencegah stroke, maag, asam urat.&lt;br /&gt;4.Menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh.&lt;br /&gt;5.Wazir (ambeien)&lt;br /&gt;6.Melancarkan buang air kecil, buang air besar.&lt;br /&gt;7.Diabetes dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasiat Tambahan&lt;br /&gt;1.Sariawan berat.&lt;br /&gt;2.Pusing-pusing.&lt;br /&gt;3.Sakit perut.&lt;br /&gt;Dari informasi yang saya dapat di internet itu, kemudian saya mencari daun itu dan akhirnya dapat. Saya mencoba-coba meramu obat herbal dari daun Binahong ini ditambah sedikit pengetahuan yang saya baca juga di internet tentang khasiat tanaman lain yang berkhasiat obat. Kemuadian saya membuat ramuan daun Binahong ini dengan mencampurnya dengan beberapa irisan kunyit. Kalau dari informasi yang pernah saya baca dan dengar, katanya kunyit bisa untuk mengurangi peradangan. Jadi hanya dengan berbekal itu dan logika, saya coba merebus beberapa lembar daun binahong itu dan beberapa irisan kunyit ditambah sedikit garam.&lt;br /&gt;Saya minum air rebusan ini kadang pagi dan juga malam hari. Hampir sudah satu minggu saya meminumnya, hanya saja kidak rutin dua kali sehari. Kadang hanya sekali saja sehari. Belakangan ini saya merasa seperti sering mengantuk di siang hari. Entah, apakah ini efek dari ramuan itu apa memang kondisi tubuh saya yang sudah demikian parah sehingga stamina rasanya sangat lemah. Saya juga belum bisa menyimpulkannya sendiri.&lt;br /&gt;Tapi hari ini, saya ada keinginan untuk browsing lagi tentang daun Binahong ini.(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mumpung belum ada project...hehehe...&lt;/span&gt;) dan saya temukan informasi tambahan mengenai berapa banyak jumlah daun yang harus dipakai untuk penyakit tertentu. Berikut adalah resepnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATEGORI PENYAKIT BERAT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-batuk/ muntah darat: 10 lembar daun/hari&lt;br /&gt;-paru-paru bolong : 10 lembar/hari&lt;br /&gt;-kencing manis : 11 lembar/hari&lt;br /&gt;-sesak nafas : 7 lembar/hari&lt;br /&gt;-borok akut menahun : 12 lembar/hari&lt;br /&gt;- patah tulang : 20 lembar/hari&lt;br /&gt;-darah rendah : 8 lembar/hari&lt;br /&gt;-radang ginjal : 7 lembar/hari&lt;br /&gt;-gatal2/eksim kulit : 9 lembar/hari&lt;br /&gt;-gegar otak : 15 lembar/hari&lt;br /&gt;gejala liver : 10 lembar /hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kategori penyakit berat dibutuhkan waktu penyembuhan 1-6 bulan, dibutuhkan kesabaran. dapat direbus dan airnya diminum, atau langsung dikunyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATEGORI PENYAKIT RINGAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· disentri atau buang air besar ; 10 lembar daun ini diminum setiap hari&lt;br /&gt;· ambeien ; 16 lembar setiap hari&lt;br /&gt;· hidung mimisan ; 4 lembar setiap hari&lt;br /&gt;· habis operasi; 20 lembar setiap hari&lt;br /&gt;· luka bakar ; 10 lembar tiap hari&lt;br /&gt;· luka akibat kecelakaan; 10 lembar tiap hari&lt;br /&gt;· jerawat ; 8 lembar setiap hari&lt;br /&gt;· usus bengkak ; 3 lembar tiap hari&lt;br /&gt;· gusi berdarah ; 4 lemba tiap hari&lt;br /&gt;· kurang nafsu makan ; 5 lembar tiap hari&lt;br /&gt;· melancarkan haid ; 3 lembar tiap hari(diminum selama masa haid)&lt;br /&gt;· habis bersalin/melahirkan : 7 lembar daun diminum setiap hari ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah mendapat info tambahan ini, saya baru sadar kalau biasanya saya tidak mengikuti aturan pakai daun binahong itu sesuai penyakit yang saya keluhkan. Pantas saja tidak ada efek positif yang signifikan yang saya rasakan. Dan mungkin juga penambahan kunyit dan garam ini juga tidak tepat, sehingga tidak membuat daun ini berkhasiat sebagaimana mestinya. Tapi untuk pastinya saya sih tidak tahu juga, saya hanya mencoba-coba dan merasakan langsung efeknya di tubuh saya ini. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hehehehe.....jadi kelinci percobaan buat diri sendiri.....&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah, mungkin dengan mendapat tambahan informasi di atas saya akan membuat ramuan sesuai yang diresepkan tersebut dan silakan anda tunggu kabar berikutnya dari saya.( &lt;span style="font-style: italic;"&gt;klau masih hidup, wekekekekek....&lt;/span&gt;). Tenang, saya pasti berbagi pengalaman saya nanti ke anda, dan semoga saja informasi ini bermanfaat bagi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;gambar dicopy dari http://andisup.wordpress.com/2008/07/02/binahong-2/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-4808704975027846919?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/4808704975027846919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=4808704975027846919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4808704975027846919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4808704975027846919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/02/mungkinkah-saah-resep-ya.html' title='Mungkinkah Salah Resep Ya??'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S4IyJX9rT3I/AAAAAAAAALg/T663tNkRn3Q/s72-c/daunbinahong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-4261336521641096704</id><published>2010-02-03T00:33:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T01:40:58.121-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Mau Ngirit malah "Gerit"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Malam itu aku pulang kantor sekitar jam 7 malam. Hari sudah gelap ditambah lagi cuaca mendung yang agak tebal meyelimuti langit. Seperti biasa aku kendarai "belalang tempurku" pulang pergi kantor yang menempuh jarak kurang lebih 120km sehari. Hari ini aku pacu sepeda motorku masih seperti biasanya di kecepatan normalku (&lt;em&gt;kalau di jalan bypass lagi sepi paling banter larinya cuma 100km/jam&lt;/em&gt;). Tapi saat baru sampai di kerobokan, kecepatan sepeda motorku aku turunkan ke angka 40-an km/jam karena di depanku sebuah mobil Phanter biru tua bau asapnya pas sekali dengan selera hidungku (&lt;em&gt;hehehehe....aneh kan.&lt;/em&gt;.). Terus terang aku punya kesenangan mencium asap mobil diesel (&lt;em&gt;tapi tidak sembarang asap lho..tahu kok kalau asap itu beracun, tapi...gimana ya..&lt;/em&gt;.). Nah, mobil itu aku ikuti sampai akhirnya di desa Pandak Tabanan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika melewati sebuah tikungan di jalan di desa Pandak itu, aku merasa ada yang aneh dengan setang motorku. Rasanya agak berat untuk dibelokkan dan sedikit bergoyang-goyang. "Wah...ini pasti gembos lagi ban-nya", pikirku. Karena kebetulan di sekitar situ tidak ada bengkel, maka aku kendarai motorku itu pelan-pelan. Sampai akhirnya sekitar 10km dari tempat pertama terasa ban motorku ada masalah, akhirnya aku melihat ada sebuah bengkel yang sudah tutup. Di depan bengkel tersebut ada penjual gorengan dan setelah aku tanya ternyata dia sendiri yang punya bengkelnya. (&lt;em&gt;wah..hebat bapak itu, selesai kerja di bengkelnya masih juga cari uang dengan berjualan gorengan&lt;/em&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian aku tanyakan apakah dia mau mengganti ban motorku. Tapi sebelumnya aku cek isi dompetku dulu, untungnya aku bawa uang 200 ribu rupiah malam itu. Akhirnya aku ganti saja ban motorku itu luar dan dalam. Setelah selesai aku membayar 130 ribu rupiah. Mengapa aku ganti ban luar dan dalamnya, karena sudah 3 kali bocor dalam waktu 2 minggu. Tiap kali bocor harus ngeluarin uang 7.000 rupiah untuk nambal (&lt;em&gt;wah..lumayan juga kan 21.000 kalau buat makan). &lt;/em&gt;Menurut bengkel yang nambal ban motorku &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S2lD6LL0BII/AAAAAAAAAIs/v2oCX4YkXW8/s1600-h/DSCF4388.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433949092113024130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 227px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S2lD6LL0BII/AAAAAAAAAIs/v2oCX4YkXW8/s320/DSCF4388.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;waktu bocor sebelumnya, hal itu terjadi karena aku menggunakan ban vulkanisir (&lt;em&gt;katanya sih namanya begitu, entah tulisannya benar nggak ya...hehehe&lt;/em&gt;). Ban vulkanisir itu maksudnya adalah ban luar bekas yang di press lagi dengan alur ban yang baru sehingga memiliki alur seperti ban baru. Harganya bisa setengah dari harga ban baru.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Flashback sedikit, sekitar 3 bulan yang lalu aku memutuskan mengganti ban depan motorku yang sudah gundul dengan ban vulkanisir itu karena kekurangan dana (&lt;em&gt;hehehehe....maklum banyak keperluan&lt;/em&gt;). Harganya 60 ribu rupiah. Selain pertimbangan harga, aku juga ingin mencoba apakah memakai ban seperti itu bisa bertahan lama atau tidak. Dan ternyata begitu hasilnya, baru 3 bulan pakai sudah harus ganti lagi karena ngerepotin dan jatuhnya mahal juga harganya (60.000 + 21.000 = 81.000). Dibandingkan ban baru yang harganya 120.000 yang bisa dipakai kurang lebih 1 tahun atau lebih, ternyata masih jauh lebih ekonomis memakai ban baru. Selain kurang ekonomis, pemakaian ban vulkanisir ini menurutku juga kurang nyaman karena jika dipakai di ban depan dan kendaraan digeber pada kecepatan diatas 90km/jam, setang akan terasa goyang karena ketidakseimbangan massa ban (&lt;em&gt;mungkin karena alasan seperti itulah ban mobil itu perlu di balancing ya..&lt;/em&gt;). Nah, kesimpulannya ternyata masih lebih baik mengeluarkan uang sedikit lebih banyak di awal untuk kualitas yang lebih baik daripada maunya ngirit tapi malah &lt;em&gt;"gerit" (gerit = istilah dalam bahasa bali yang maksudnya tidak punya uang atau mengalami masalah keuangan, hehehe...&lt;/em&gt;.&lt;em&gt;kurang lebih begitu artinya&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itu satu cerita yang aku alami dalam perjalanan pulang pergi Tabanan-Tuban dan semoga ada manfaat bagi anda. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-4261336521641096704?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/4261336521641096704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=4261336521641096704' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4261336521641096704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4261336521641096704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/02/mau-ngirit-malah-gerit.html' title='Mau Ngirit malah &quot;Gerit&quot;'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S2lD6LL0BII/AAAAAAAAAIs/v2oCX4YkXW8/s72-c/DSCF4388.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6242153975993906394</id><published>2010-01-31T18:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T01:22:49.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Dari Narkoba, Rokok sampai ke Permainan Tali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari ini di kantor sedang tidak ada pekerjaan karena belum ada project yang kejar tayang. Suasana pagi di ruang kerja saya hari ini terasa berbeda dari biasanya. Kalau biasanya sedang ada pekerjaan, a&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S2ZXWgpxaaI/AAAAAAAAAIc/kGus9Nd7HL0/s1600-h/tali.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433126044702960034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 179px; CURSOR: hand; HEIGHT: 157px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S2ZXWgpxaaI/AAAAAAAAAIc/kGus9Nd7HL0/s320/tali.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tmosfer ruangan yang berisi 18 orang ini terasa sangat "dingin" karena begitu datang di kantor jam 08.00, kami sudah langsung menyalakan komputer dan langsung disibukkan dengan tugas kami masing-masing untuk mengejar produksi harian kami tanpa sempat melemparkkan sedikit senda gurau diantara kami sebagai penghangat suasana. Paling-paling akhirnya kalau kami mau sedikit ngobrol, kami menggunakan bantuan Ym atau skype. Yah, walaupun sedikit meyiksa jika harus menahan tawa saat chatting tatkala salah satu dari kami melemparkan guyonan atau banyolan, tapi itu saya rasa masih lebih baik daripada mati dalam kebekuan suasana pagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini agak sedikit berbeda. Suasana mendadak menjadi sedikit lebih hangat ketika pak bos membuka sebuah obrolan tentang kritiknya terhadap sebuah kalimat yang dilihatnya di sebuah spanduk yang terpampang di jalan. Kalimat itu berbunyi; &lt;em&gt;Mari Berprestasi Tanpa Narkoba. &lt;/em&gt;Pak bos kami ini memang sangat getol dengan yang namanya bahasa sehingga kalimat yang menurut orang kebanyakan sudah tersusun dengan benar tapi menurut beliau masih mengandung kesalahan atau kekeliruan. Memang susah untuk dimengerti dimana letak kesalahan atau kekeliruan dari sebuah kalimat yang sudah dianggap benar oleh kebanyakan kita karena itu memerlukan pemikiran yang cukup mendalam dan analisa-analisa mengenai kata-kata yang digunakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah, kali ini saya tidak akan membahas hal itu mengenai salah benarnya sebuah kalimat karena saya sendiri tidak begitu mengerti secara mendalam tentang bahasa. Tapi k&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S2ZW7K1oxwI/AAAAAAAAAIU/7bv5vEDTBRk/s1600-h/rokok.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433125574990677762" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 156px; CURSOR: hand; HEIGHT: 129px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S2ZW7K1oxwI/AAAAAAAAAIU/7bv5vEDTBRk/s320/rokok.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ali ini saya terinspirasi untuk mengisi blog ini lagi karena dari perdebatan kecil di ruangan saya pagi ini tentang kritik atasan kami terhadap kalimat diatas tadi. Saya tertarik saat perdebatan itu masuk kedalam perbandingan rokok dan narkoba. Saat mendengar kata rokok inilah saya menjadi teringat pada kebiasaan saya yang kadang-kadang suka juga menghisap rokok barang sebatang dua batang sehari, tapi tidak rutin. Kemudian pikiran saya teringat pada kata orang bahwasanya merokok itu tidak baik terhadap kesehatan dan bahkan secara tegas telah dituliskan juga disetiap pembungkus rokok mengenai peringatan bahaya merokok tersebut (MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER,SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN). Kemudian terbersit di benak saya untuk mencari tau lebih jauh tentang rokok di internet dan saya menemukan sebuah artikel yang memberi informasi tentang rokok dan bahayanya. Berikut saya kutipkan sedikit dibawah ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sudah sejak ribuan tahun yang lalu, daun dari tanaman tembakau, Nicotiana tabacum, digunakan oleh manusia, entah untuk dicampur dalam makanan sebagai penyedap rasa (mesir kuno), ataupun untuk dikunyah dan dihisap baunya dalam prosesi suci (Aztec, Inca). Daun tembakau adalah elemen utama untuk membuat sebatang rokok. Menurut literatur yang ada, Tembakau pernah kali ditemukan dan dibudidayakan di daerah Amerika Utara. Seiring dengan penemuan dan penaklukan benua baru oleh orang-orang Eropa, tembakau pun mencapai daratan eropa dan akhirnya menyebar hingga ke seluruh dunia. Pada awalnya, terutama di masa dark-age di Eropa, karena ketidaktahuan, tembakau bahkan digunakan sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit. Beruntunglah kita yang hidup di masa kini. Seiring perjalanan waktu dan banyaknya studi yang dilakukan, kita bisa lebih banyak mengetahui manfaat dan kerugian dari tembakau ini.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Teman saya yang seorang perokok pernah mengatakan bahwa merokok ataupun mengunyah tembakau dapat membuat dia merasa “feel good” dan relaks. Lantas, kenapa merokok dapat menimbulkan rasa nyaman? Dari begitu banyak bahan kimia yang terkandung dalam sebatang rokok, ada satu yang sangat menarik perhatian. Anda benar, Nikotin. Zat inilah yang menghasilkan semua good feeling dan rasa nyaman disaat seseorang merokok. Tak heran, habis sepuntung, tangan kita pun dengan nyamannya menyalakan puntung berikutnya. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Apa itu Nikotin?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nikotin(C10H14N2) merupakan senyawa organic alkaloid, yang umumnya terdiri dari Karbon, Hydrogen, Nitrogen dan terkadang juga Oksigen. Senyawa kimia alkaloid ini memiliki efek kuat dan bersifat stimulant terhadap tubuh manusia. Contoh lain dari senyawa alkaloid ini misalnya, Kafein. Bagi pencinta kopi, tentu bisa merasakan effek stimulant dari kafein ini ketika meminum secangkir kopi di pagi hari.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Konsentrasi Nikotin biasanya sekitar 5% dari per 100 gram berat tembakau. Sebatang rokok biasanya mengandung 8-20 mg Nikotin, walaupun tentu saja, sangat bergantung pada merk rokok tersebut. Jika anda perokok, ketahuilah, tubuh kita menyerap 1mg Nikotin untuk satu batang rokok yang dihisap.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Nikotin dalam tubuh manusia&lt;br /&gt;Layaknya zat additive lainnya, ada beberapa cara bagi Nikotin untuk terserap dalam tubuh manusia, yaitu melalui: Kulit, Paru-paru, Mucous membranes (maaf, saya tidak tau bahasa Indonesianya, tapi contoh mucous membrane misalnya pada bagian dalam mulut, atau lapisan dalam hidung kita).&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Setelah terserap melalui salah satu cara diatas, Nikotin akan masuk ke dalam system peredaran darah menuju ke otak dan diedarkan ke seluruh system tubuh.Merokok, atau proses inhalasi, adalah cara yang paling umum dan tercepat bagi Nikotin untuk terserap dalam darah. Paru-paru kita mengandung banyak alveolus. Alveolus adalah semacam kantung kecil, tempat terjadinya pertukaran antara udara kotor dan bersih yang kita hisap. Setelah berada dalam system peredaran darah, Nikotin dengan cepat akan sampai ke otak, dan bereaksi dengan sel-sel otak sehingga terciptalah perasaan nyaman tersebut. Dibutuhkan 5-15 detik setelah setelah hisapan pertama bagi Nikotin untuk bereaksi dalam tubuh (otak) kita. Dalam satu kali merokok, kira-kira 0,031 mg Nikotin yang akan tertinggal dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;Bagaimana tubuh memproses Nikotin?&lt;br /&gt;Di dalam organ hati, enzyme yang disebut CYP2A6 akan mencerna sekitar 80% nikotin akan menjadi Kotinin.&lt;br /&gt;Proses metabolisme Nikotin terjadi juga di dalam paru-paru. Disini, Nikotin akan diubah menjadi Kotinin dan Nikotin oksida.&lt;br /&gt;Kotinin dapat dikeluarkan melalui urin. Itulah mengapa, urin seorang perokok akan menimbulkan bau yang sangat tajam. Kotinin memiliki waktu paruh 24 jam. Artinya, 24 jam setelah merokok, zat kotinin dalam tubuh akan tersisa setengahnya.&lt;br /&gt;Nikotin yang tersisa dalam darah, juga akan disaring di dalam ginjal dan akan dikeluarkan melalui urin.&lt;br /&gt;Tingkat metabolisme Nikotin dalam tubuh tiap individu dapat berbeda satu sama lain. Seseorang yang memiliki kelainan pada enzyme CYP2A6, akan membuat organ hati menjadi kurang efektif dalam mencerna Nikotin. Akibatnya, kadar Nikotin dalam darah masih berada pada level yang tinggi. Perokok dengan kelainan fungsi enzyme ini, biasanya merokok lebih sedikit namun merasakan efek Nikotin yang lebih besar dari perokok lain pada umumnya.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Efek dari Nikotin&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Nikotin sangat mempengaruhi dan dapat mengubah fungsi otak dan tubuh kita. Nikotin membuat si perokok merasa relaks dan kemuadian merasa lebih energik dan bersemangat, atau sebaliknya. Efek ini umum dikenal sebagai biphase effect. Sialnya, semakin sering seseorang merokok, akan semakin merasa ketagihan dan bertambah pula dosis yang akan kita gunakan.&lt;br /&gt;Saat seseorang menghisap sebatang rokok, nikotin akan diserap dalam tubuh (darah), diringi dengan pelepasan Adrenalin dan pemblokade-an hormone insulin. Adrenalin lebih dikenal sebagai hormon “Fight or Flight”. Jika anda mencintai film horror, atau sangat suka dengan roller-coaster, pasti sangat familiar sekali dengan efek Adrenalin ini, yang juga akan anda alami saat merokok:&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;-Detak jantung yang sangat cepat&lt;br /&gt;-Meningkatnya tekanan darah&lt;br /&gt;-Tarikan nafas yang berat dan cepat&lt;br /&gt;Saat Adrenalin dilepas tubuh kita pun akan melepaskan cadangan glukosa ke dalam darah. Kemudian, insulin akan memerintahkan sel tubuh untuk menyerap kelebihan glukosa dalam darah. Efek ini sering disebut sebagai hyperglycaemic, yaitu tingginya kadar gula dalam darah. Inilah alasan kenapa saat merokok, seseorang tidak merasa lapar dan akan tahan untuk tidak makan selama berjam-jam. Lebih banyak dijumpai perokok yang berbadan kurus dibandingkan perokok yang kelebihan berat badan.&lt;br /&gt;Dalam jangka panjang, Nikotin dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, mengakibatkan si perokok, walaupun sudah lama berhenti merokok, sangat rentan terhadap serangan jantung dan stroke. Ini sebagai akibat dari rusaknya pembuluh arteri dalam darah, yang salah satu fungsinya, mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.&lt;br /&gt;Di dalam otak, sebagai respon terhadap Nikotin, otak akan memerintahkan tubuh untuk membuat zat endorphin lebih banyak lagi. Endorphin adalah senyawa protein yang lebih tepat disebut sebagai body’s natural pain killer. Struktur kimia Endorphin tidaklah jauh berbeda dengan painkiller kelas atas seperti morphine. Endorhpin dapat membuat seseorang merasa relaks dan euphoria. Terkadang, merokok (endorphin) dapat menstimulus sex anda. Contohnya, saya teringat saat nge-date. Tiba-tiba si cewek meminta rokok. Alasannya, ia merasa lebih hot dan panas saat melakukan hubungan sex sambil menghisap rokok.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ketagihan dan Berhenti Merokok&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Para peneliti sepakat bahwa Nikotin adalah salah satu zat addiktif yang berbahaya. Zat ini memenuhi dua efek sekaligus:&lt;br /&gt;Psykologis – Seseorang perokok, karena ketagihan, tetap akan merokok dan merokok, walaupun sangat tahu akan bahaya merokok bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;Fisiologis – Para ahli syaraf menyatakan, karena merokok men-stimulus system syaraf sehingga si perokok merasa nyaman dan relax, maka si perokok akan mengulanginya lagi dan lagi demi mendapatkan perasaan nyaman tersebut&lt;br /&gt;Sialnya, efek Nikotin berbanding lurus dengan dosis yang digunakan. Setelah beberapa lama merokok, seseorang akan melewati batas toleran, artinya, jika sebelumnya butuh 1 batang rokok perhari untuk merasa nyaman, maka, setelah merokok selama satu bulan, ia akan membutuhkan 2 batang rokok per hari untuk merasakan kembali perasaan nyaman tersebut dan bertambah di bulan berikutnya.&lt;br /&gt;Lantas, apa yang terjadi, saat seorang perokok tiba-tiba berhenti merokok seketika? Saat mengkonsumsi Nikotin, fungsi otak dan tubuh akan berubah, beradaptasi sebagai kompensasi atas adanya efek yang ditimbulkan oleh Nikotin. Sebagai contoh, otak akan beradaptasi, memperbanyak atau mengurangi jumlah sel syaraf reseptor akibat dari adanya Nikotin. Saat berhenti merokok, efek fisiologis ini tetap tertinggal dalam otak. Akibatnya, tubuh (otak) bereaksi dan tidak bisa berfungsi dengan baik selayaknya ketika Nikotin masih berada dalam tubuh. Umumnya, seseorang yang mencoba berhenti mengkonsumsi Nikotin, akan mengalami gejala berikut:&lt;br /&gt;Irritabilitas, biasanya menjadi lebih sensitif dan mudah marah&lt;br /&gt;-Gampang cemas dan merasa depresi&lt;br /&gt;-Dan tentu saja, kebutuhan yang amat-amat sangat terhadap Nikotin&lt;br /&gt;-Dalam beberapa bulan pertama sejak berhenti mengkonsumsi Nikotin (baca: merokok), gejala dan efek fisiologis akan berkurang sedikit demi sedikit. Namun, bagi seorang perokok, satu hari tanpa rokok, ibarat tertusuk jarum neraka. Itulah mengapa, hanya kurang dari 3% yang berhasil untuk benar-benar tidak merokok lagi.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tidak perlu diperdebatkan lagi, dari tinjauan kesehatan, merokok memiliki lebih banyak sisi negatifnya, seperti dapat menimbulkan kanker paru-paru dan emphysema Emphysema adalah kerusakan kronis pada kantung udara di paru-paru (alveolus), dimana kantung-kantung tersebut membesar dari ukuran normal sehingga menjadi kurang fleksibel. Akibatnya, menarik nafas menjadi lebih sulit dan paru-paru pun rentan terhadap infeksi. Satu puntung rokok, mengandung puluhan zat berbahaya. Dan Nikotin bersama zat-zat lainnya tersebut, sangatlah bersifat karsinogenik.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wah, ternyata merokok memang berbahaya ya...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke dunia nyata tempat saya bekerja. Perdebatan kecil mengenai kalimat &lt;em&gt;Mari Berprestasi Tanpa Narkoba &lt;/em&gt;telah beralih pada sebuah permainan tali yang disodorkan oleh salah seorang dari kami kepada atasan kami. Wah, saya jadi sangat tertarik, karena saya sangat senang dengan permainan-permainan yang menggunakan trik dan logika seperti itu. Suasana menjadi lebih hidup ketika pak bos mencoba memecahkan masalah dalam permainan tali tersebut. Setelah beberapa kali dicoba, ternyata belum terpecahkan juga rahasia permainan tali itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rupanya beliau tidak mau kalah. Pak bos mengeluarkan juga sebuah permainan tali yang tak kalah ruwet dan sepertinya sangat tidak masuk akal untuk dipecahkan. Tapi menurut beliau permainan itu bisa ia selesaikan dalam waktu 30 detik. Wah keren tuh bos....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masing-masing pihak yang melemparkan permainan sama-sama belum bisa memecahkan kunci permainan dan mungkin masih akan dipikirkan dan dipecahkan di lain kesempatan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah kurang lebih 20 menitan suasana "dihangatkan" oleh permainan tersebut, akhirmya masing-masing dari kami melanjutkan kegiatan didepan layar komputer kami masing-masing. Dan saya menyempatkan diri menuliskan cerita ini di blog ini. Selamat menikmati hari, semoga keadaan hari ini lebih baik dari kemarin. Tetap semangat!!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artikel tentang rokok dikutip dari;&lt;a href="http://community.kompas.com/read/artikel/2380"&gt;http://community.kompas.com/read/artikel/2380&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gambar diambil dari;&lt;a href="http://santika-pks-sulsel.blogspot.com/2009_03_01_archive.html"&gt;http://santika-pks-sulsel.blogspot.com/2009_03_01_archive.html&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://meekaela.wordpress.com/2007/12/page/2/"&gt;http://meekaela.wordpress.com/2007/12/page/2/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6242153975993906394?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/6242153975993906394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=6242153975993906394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6242153975993906394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6242153975993906394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/01/dari-narkoba-rokok-sampai-ke-permainan.html' title='Dari Narkoba, Rokok sampai ke Permainan Tali'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S2ZXWgpxaaI/AAAAAAAAAIc/kGus9Nd7HL0/s72-c/tali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-2019485260896934680</id><published>2010-01-10T22:10:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T00:36:04.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Patiwangi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Waduh..sudah lama sekali saya tidak corat-coret di blog ini, maklum padatnya kesibukan pekerjaan ditambah lagi kemiskinan imajinasi dan ide kreatif yang makin berkurang..hehehehe.. Nah, mumpung lagi nganggur ni..saya ingin berceloteh sedikit tentang sedikit pengalaman saya beberapa hari terakhir ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh ya, bulan December 2009 lalu tepatnya tanggal 28 saya dan istri melangsungkan upacara pernikahan (mesakapan). Acara yang boleh dikatakan cukup sederhana, namun begitu penting karena kalau &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S0rb_9RiGdI/AAAAAAAAAIE/AtpfJu1FZnQ/s1600-h/DSCF5072.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425390592947526098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 241px; CURSOR: hand; HEIGHT: 164px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S0rb_9RiGdI/AAAAAAAAAIE/AtpfJu1FZnQ/s320/DSCF5072.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;belum melaksanakan upacara tersebut kata orang, saya dan istri saya belumlah bersih secara niskala. Prosesi upacara yang boleh dikatakan lancar dan mungkin terbilang sangat lancar karena dilakukan begitu cepat. Malahan seperti dikejar-kejar trantib saja rasanya, hehehe... Dimulai dari upacara prayascita, patiwangi, banten pedeman, medagang-dagangan, metuakan, dan persembahyangan di kemulan. Itu prosesi yang saya ingat dan secara garis besarnya saja. Semuanya telah terlewati dan kami sekarang sudah dikatakan bersih secara niskala sebagai suami istri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari semua rangkaian upacara waktu itu, ada satu prosesi upacara yang begitu menyentuh dan terasa sangat mengharukan saat itu. Namanya Patiwangi. Menurut beliau yang "muput" upacara pernikahan kami, upacara patiwangi tersebut adalah upacara untuk menyamakan wangsa kami. Berhubung istri saya dari wangsa brahmana dan saya dari wangsa ksatria yang mana menurut orang-orang Bali, wangsa brahmana berada pada posisi yang lebih tinggi. Ditambahkannya lagi, bila diistilahkan untuk mengawinkan itik dan ayam itu tidak bisa, maka harus disamakan dulu jadi itik atau ayam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Upacara ini yang saya rasa paling mengharukan saat itu, mengingat pernikahan kami tidak dihadiri ibu mertua saya karena sampai saat ini kami belum memperoleh restu darinya. Tapi beruntung waktu itu Ajik mertua (ayah mertua) berkenan hadir menyaksikan upacara pernikahan kami. Dan beliaulah yang diminta oleh Ida yang "muput" upacara untuk melakukan prosesi pemotongan rambut istri saya sebagai simbol melepas wangsa bramananya yang kemudian dikembalikan ke Bhetara kawitannya. Melalui upacara ini diharapkan agar kami bisa menemui keselamatan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan berumah tangga dikemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S0rc3FEIvHI/AAAAAAAAAIM/mxt7MttfFeg/s1600-h/DSCF5114.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walaupun upacara tersebut telah berlalu beberapa hari terhitung dari saat saya memijit keyboard untuk menuliskan ini, namun masih ada satu hal yang masih menggelayut di pikiran saya. Yang pertama, apakah benar manusia itu dibeda-bedakan berdasarkan wangsa atau kasta sehingga dianggap memiliki derajat yang berbeda-beda dan kemudian sampai diimplementasikan lewat upacara penyamaan wangsa/kasta yang dinamakan patiwangi?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, pengalaman saya saat itu saya melihat dan mengalami sebuah prosesi upacara yang demikian cepat dan seperti tak merasakan kekhidmatan sedikitpun serta tak tahu apa makna dari semua itu. Jadi timbul pertanyaan di benak saya, apakah hanya seperti itu upacara yadnya orang bali yang mengatakan diri beragama Hindu? Banten yang demikian banyak dan dibuat dari berbagai macam sarana yang beraneka macam dan menghabiskan waktu serta biaya yang tak sedikit dalam pembuatannya akhirnya terpakai dan slesai hanya dalam waktu beberapa menit yang terburu-buru tanpa kekhidmatan dan kesan yang dalam dari sebuah upacara yadnya. Sungguh ironis, tapi itulah kenyataan yang sudah terjadi. Tapi bagaimanpun saya bersyukur, upacara itu telah berhasil terlaksana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kembali pada pertanyaan pertama yang ada di benak saya itu, mengenai upacara patiwangi. Setelah saya membaca-baca beberapa artikel di internet yang berhubungan dengan kasta/wangsa di Bali, saya mendapat sedikit pencerahan walaupun selama ini samar-samar saya tahu kalau dalam agama Hindu itu tidak mengenal kasta/wangsa tetapi varna. Seperti yang saya kutip dari artikel di &lt;a href="http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/07/hindu-mengajarkan-sistem-kasta/"&gt;http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/07/hindu-mengajarkan-sistem-kasta/&lt;/a&gt; bahwa kata “kasta” berasal dari bahasa Portugis “caste” yang berarti pemisah, tembok, atau batas. Sejarah kasta yang dituduhkan pada masyarakat Hindu berawal dari kedatangan Bangsa Portugis yang melakukan pengarungan samudra ke dunia timur yang didasari atas semangat Gold (memperoleh kekayaan) Glory (memperoleh kejayaan) dan Gospel (penyebaran agama/penginjilan). Caste yang dalam sejarah portugis sudah berlangsung lama akibat proses Feodalisme. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Feodalisme di masyarakat Hindu sendiri muncul dengan menyalah artikan konsep Catur Varna yang diungkapkan dalam Veda. Veda sama sekali tidak mengenal sistem kasta dan tidak ada satu kalimatpun dalam Veda yang menulis kata “kasta”. Catur Varna sebagaimana disebutkan oleh Sri Krishna dalam &lt;strong&gt;Bhagavad Gita 4.13&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;catur-varnyam maya srstam&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;guna-karma-vibhagas&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;ahtasya kartaram api mam&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;viddhy akartaram avyayam&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/em&gt;“Catur varna adalah ciptaan-Ku, menurut pembagian kualitas dan kerja, tetapi ketahuilah bahwa walaupun Aku penciptanya, Aku tak berbuat dan merubah diri-Ku”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sloka ini sudah dengan sangat jelas dan gamblang menyatakan bahwa Catur Varna diciptakan oleh Tuhan sendiri pada seluruh tataran kehidupan manusia. &lt;em&gt;Catur Varna hanya didasarkan oleh kerja dan kualitas seseorang, bukan berdasarkan kelahiran&lt;/em&gt; sebagaimana produk kasta yang selama ini dilontarkan.&lt;br /&gt;Catur Varna membagi manusia kedalam 4 bagian, yaitu;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Brahmana&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Adalah mereka yang memiliki kecerdasan tinggi, mengerti tentang kitab suci, ketuhanan dan ilmupengetahuan. Para Brahmana memiliki kewajiban mengajarkan ajaran ketuhanan dan ilmupengetahuan ke masyarakat. Brahmana juga memiliki kewajiban sebagai penasehat pada kaum kesatria dalam melaksanakan roda pemerintahan. Rsi, Pedanda, Pendeta, Pastur, Kyai dan pemuka-pemuka agama lainnya, Dokter, Ilmuwan, Guru dan profesi yang sejenis dapat digolongkan kedalam Varna Brahmana&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Ksatria&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Adalah mereka yang memiliki sikap pemberani, jujur, tangkas dan memiliki kemampuan managerial dalam dunia pemerintahan. Mereka yang masuk kedalam golongan Varna Ksatria antara lain; raja/pemimpin negara, aparatur negara, prajurit/angkatan bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Vaisya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adalah mereka yang memiliki keahlian berbisnis, bertani dan berbagai profesi lainnya yang bergerak dalam bidang ekonomi. Dalam varna ini termasuk pedagang, petani, nelayan, pengusaha, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d. Sudra&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Adalah mereka yang memiliki kecerdasan terbatas, sehingga mereka lebih cenderung bekerja dengan kekuatan fisik, bukan otak. Contoh profesi sudra adalah pembantu rumah tangga, buruh angkat barang, tukang becak dan sejenisnya.&lt;br /&gt;Penggolongan ini akan tetap hidup di masyarakat manapun karena watak, karakter, kecerdasar yang menentukan profesi seseorang tidaklah sama. Harus ada bos dan harus ada pembantu. Harus ada raja/ pemimpin dan harus ada rakyat yang dipimpin. Keempat golongan masyarakat ini harus bekerjasama untuk menciptakan masyarakat dunia yang harmonis dan bahagia. Jika kaum Vaisya mogok kerja, maka roda perekonomian tidak akan jalan dan terjadi krisis ekonomi. Jika kaum brahmana tidak menjalankan tugasnya, masyarakat mungkin akan kacau karena moral, agama dan pengetahuan masyarakat menjadi kurang, jika para administrator negara tidak jalan, maka negara bersangkutan menjadi lemah dan mungkin akan terjadi chaos dalam masyarakat. Jika para sudra / kaum buruh mogok kerja maka perekonomian dan kehidupan 3 golongan yang lain juga menjadi timpang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hanya saja akibat proses feodalisme, egosime dan keinginan untut menancapkan kuku kekuasaan, manusia sebagai orang tua berusaha menancapkan dan mengibarkan bendera kekuasaan yang sama kepada anaknya meskipun sang anak tidak memiliki kualifikasi yang sama dengan orang tuanya.&lt;br /&gt;Orang tua terpelajar yang berkedudukan sebagai pemuka agama dan masuk kedalam golongan brahmana ingin agar anaknya dihormati dengan menjadikannya sebagai seorang Brahmana meskipun si anak tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam filsafat ketuhanan maupun pengetahuan lainnya.&lt;br /&gt;Demikian juga pemimpin negara / raja berkeinginan agar garis keturunan biologisnyalah yang tetap berkuasa dan dihormati masyarakat sehingga dia memberikan nama gelar kebangsawanan pada anaknya yang meskipun kecerdasan anak tersebut sangat rendah dan tidak layak menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;Jadi, konsep pembagian penduduk secara vertikal yang berdasarkan kelahiran/trah/keturunan yang selama ini diterapkan baik di masyarakat Hindu sendiri ataupun di luar masyarakat Hindu sangatlah bertentangan dengan konsep ajaran Veda/Hindu sehingga masalah ini merupakan tantangan kita bersama untuk menghilangkan salah kaprah ini dari sistem sosial masyarakat dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian, berdasarkan BHISAMA SABHA PANDITA PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA PUSAT&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nomor : /Bhisama /Sabba Pandita Parisada Pusat/X/2002&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang PENGAMALAN CATUR WARNA &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada disebutkan bahwa Catur Varna adalah ajaran agama Hindu tentang pembagian tugas dan kewajiban masyarakat atas "guna" dan "Kama" dan tidak terkait dengan Kasta atau Wangsa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut pandangan Hindu sesungguhnya semua umat manusia bersaudara dalam kesetaraan (&lt;em&gt;Vasudeva kutum bakam&lt;/em&gt;). Demikian juga pandita dalam swadharmanya memimpin upacara tidak memandang dari asal usul Wangsa seseorang. Seorang setelah melaksanakan upacara Diksa menjadi pandita sudah lepas dari ikatan Wangsanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tujuan hidup menurut ajaran Agama Hindu sebagaimana dinyatakan dalam kitab Brahma Purana 228.45. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Dharma artha kama moksanam sarira sadanam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;artinya: badan (Sarira: Sthula, Suksama dan Antakarana Sarira) hanya dapat dijadikan sarana&lt;br /&gt;untuk mencapai Dhanna, Artha, Kama dan Moksa. Inilah yang disebut Catur Purusha Artha atau empat tujuan hidup. Untuk mencapai empat tujuan hidup manusia itu harus dicapai secara bertahap. Dalam Agastya Parwa dinyatakan bahwa empat tujuan hidup itu dicapai secara bertahap menurut Catur Asrama. Tahap hidup Brahmacari diprioritaskan rnencapai Dharma, tahap hidup Grhastha diprioritaskan mencapai Artha dan Kama, sedangkan dalam tahap hidup Vanaprastha dan Sannyasa Asrama tujuan hidup diprioritaskan mencapai Moksa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mewujudkan empat tujuan hidup dalam empat tahapan hidup (Catur Asrama) itu dibutuhkan empat jenis profesi yang disebut Catur Varna. Dalam kitab suci Yajurveda XXX.5 dinyatakan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menciptakan empat profesi atas dasar bakat dan kemampuan seseorang. Brahmana Varna diciptakan untuk mengembangkan pengetahuan suci,&lt;br /&gt;Ksatriya untuk melindungi ciptaan-NYA, Vaisya untuk kemakmuran dan Sudra untuk pekerjaan jasmaniah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam mantra Yajurveda XXX.11 dinyatakan Brahmana Varna diciptakan dari kepala Brahman, Ksatriya dari lengan Brahman,Vaisya dari perut-Nya dan Sudra dari kaki-Nya Brahman. Jadi&lt;br /&gt;semua Varna itu diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Keempat Varna ini memiliki kemuliaan yang setara. Hal ini dinyatakan dalam mantra Yajurveda XVIII.48 untuk memanjatkan puja kepada Tuhan Yang Maha Esa, Brahmana, Ksatriya, Vaisya dan Sudra sama-sama diberikan kemuliaan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Keempat Varna itu akan mulia kalau sudah mentaati swadharmanya masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Varna seseorang tidak dilihat dari sudut keturunannya, misalya kebrahmanaan seseorang bukan dilihat dari sudut ayah dan ibunya, meskipun ayah dan ibunya seorang pandita atau rsi yang tergolong ber "Varna" Brahmana, belum tentu keturunannya menjadi seorang Brahmana, seperti halnya Rawana, kakeknya, ayah dan ibunya, adalah rsi yang terpandang, namun Rawana bersifat raksasa. Prahlada di dalam kitab Bhagavata Purana disebut sebagai anak dari raksasa bemama Hiranya Kasipu, namun Prahlada adalah seorang Brahmana sangat taat beragama meskipun ia masih anak- anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Varna seseorang tidak ditentukan oleh keturunannya ini dijelaskan dengan tegas dalam kitab&lt;br /&gt;Mahabharata XII. CCCXII,108 bahwa ke "Dvijati"an seseorang tidak ditentukan oleh ke "wangsa"annya (nayonih), yang menentukan adalah perbuatannya yang luhur dan pekerjaanya yang memberi bimbingan rohani kepada masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adapun isi dari BHISAMA tersebut adalah;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengembalikan sistem Catur Varna dalam masyarakat Hindu di Indonesia haruslah ditempuh langkah-langklah sbb:&lt;br /&gt;1. Umat Hindu harus diajak secara bersama-sama untuk menghilangkan adat-istiadat keagamaan Hindu yang bertentangan dengan ajaran Catur Varna, khususnya dan ajaran agama Hindu pada umumnya. Hal ini dilakukan melalui berbagai "metode pembinaan umat Hindu" yang telah ditetapkan dalam Pesamuan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia tahun 1988 di Denpasar yang terdiri dari : Dharma Wacana, Dharma Tula, Dharma Gita, Dharma Sadhana, Dharma Yatra dan Dharma Santi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Dalam kehidupan beragama Hindu umat diajak untuk tidak membeda-bedakan pandita dari segi asal kewangsaannya. Seorang pandita dapat "muput" (memimpin) upacara yang dilaksanakan oleh umat tanpa memandang asal-usul keturunannya. Umat Hindu dididik dengan baik untuk tidak membeda-bedakan harkat dan martabat para pandita Hindu dari sudut asal "Wangsa"nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Dalam persembahyangan bersama saat "Nyiratang Tirtha" (memercikkan air suci) umat diajak untuk membiasakan menerima "Siratan Tirtha" (percikkan air suci) dari Pamangku atau Pinandita. Ada sementara umat menolak dipercikkan Tirtha oleh Pamangku pura bersangkutan. Hal itu umumnya karena menganggap Pemangku itu Wangsanya lebih rendah dari umat yang menolak dipercikan Tirtha itu. Sikap seperti itu jelas menggunakan sistem Wangsa yang melecehkan swadharma seorang Pemangku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Sistem penghormatan tamu Upacara Yajna atau Atithi Yajna dalam suatu Upacara Yajna janganlah didasarkan pada sistem Wangsa, artinya jangan tamu dalam upacara yajna dari Wangsa tertentu saja mendapatkan penghormatan adat, bahkan kadang-kadang ada pejabat resmi yang patut mendapatkan pengerhonnatan yang sewajarnya, didudukkan ditempatkan yang kurang wajar dalam tata penghormatan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Umat Hindu hendaknya diajak untuk melaksanakan upacara yajna pawiwahan yang benar, seperti kalau ada pria yang mengawini wanita yang berbeda wangsa pada saat upacara "Matur Piuning" di tempat pemujaan keluarga pihak wanita, seyogyanya kedua mempelai bersembahyang bersama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Pandita seyogyanya tidak menolak untuk "Muput" upacara "Pawiwahan" (perkawinan) karena mempelai berbeda wangsa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Dalam hal Upacara Manusa Yadnya "Mepandes" (Potong Gigi), orang tua sepatutnya tidak&lt;br /&gt;membeda-bedakan putra-putrinya yang disebabkan oleh perkawinan berbeda wangsa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;8. Tidak seyogyanya seseorang yang akan di-Dwijati/di-Abiseka kawin lagi hanya karena istrinya yang pertama dari wangsa yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;9. Perkawinan yang disebut kawin nyerod harus dihapuskan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10. Upacara adat Patiwangi harus dihapuskan sejalan dengan hapusnya tradisi Asumundung dan&lt;br /&gt;Karang hulu oleh Dewan Pemerintah Bali Tahun 1951.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;11. Pemakaian bahasa dalam etika moral pergaulan antar wangsa, sepatutnya saling harga-menghargai agar jangan menimbulkan kesan pelecehan terhadap wangsa lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian Bhisama ini ditetapkan untuk memberikan tuntunan kepada umat Hindu demi tegaknya supremasi nilai-nilai agama Hindu di atas adat-istiadat.&lt;br /&gt;Dengan demikian adat-istladatpun akan tetap terpelihara dengan dasar kebenaran ajaran agama. Hendaknya umat Hindu tetap memelihara adat yang menjadi media penyebaran kebenaran Veda yang disebut Satya Dharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di : Mataram, NTBPada Tanggal : 29 Oktober 2002 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dharma Adhyaksa Wakil Dharma Adhyaksa&lt;br /&gt;Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa Ida&lt;br /&gt;Pandita Mpu Java Dangka Suta Reka &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, demikian isi dari BHISAMA SABHA PANDITA PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA PUSAT TENTANG PENGAMALAN CATUR VARNA. Melihat point 9. &lt;strong&gt;Perkawinan yang disebut kawin nyerod harus dihapuskan&lt;/strong&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10. &lt;strong&gt;Upacara adat Patiwangi harus dihapuskan&lt;/strong&gt; sejalan dengan hapusnya tradisi Asumundung dan Karang hulu oleh Dewan Pemerintah Bali Tahun 1951. Ternyata hal ini sudah sejak lama diputuskan oleh PHDI, namun kenyataannya di masyarakat implementasinya belumlah berjalan sesuai dengan apa yang telah di Bhisamakan itu. Buktinya saya sendiri yang mengalami upacara patiwangi itu. Ini artinya apa yang telah menjadi keputusan PHDI pusat belum sepenuhnya dijalankan oleh pelaksana di lapangan (mungkin juga karena ketidaktahuan mereka). Untuk itu, &lt;strong&gt;PHDI hendaknya lebih proaktif dalam penyebarluasan mengenai ajaran Weda yang benar&lt;/strong&gt; agar tidak terjadi pemahaman yang salah secara terus menerus mengenai Ajaran Agama Hindu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengenai upacara yadnya, hendaknya kita umat Hindu bisa lebih menggali makna dan filsafat dari setiap upakara yang digunakan, agar jangan sampai hanya sebatas simbolisasi tanpa pengejawantahan secara riil makna-makna filsafati yang terkandung dalam setiap upacara yadnya serta sarana upakara yang dipergunakan. Dan semoga kita menjadi Hindu yang benar-benar mengerti, dan melandasi hidup kita dengan pemahaman yang benar mengenai ajaran Weda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Om Santhi Santhi Santhi Om&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-2019485260896934680?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/2019485260896934680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=2019485260896934680' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2019485260896934680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2019485260896934680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2010/01/patiwangi.html' title='Patiwangi'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/S0rb_9RiGdI/AAAAAAAAAIE/AtpfJu1FZnQ/s72-c/DSCF5072.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-7178871873544271005</id><published>2009-09-03T01:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T04:15:32.257-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>Celoteh tolol</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sering aku berpikir, apakah apa yang aku jalani ini benar? Setiap aku melangkahkan kaki, setiap tapak yang kutinggalkan seperti memanggil-manggil untuk kembali. Namun, aku tak kuasa untuk kembali karena tarikan keinginan dan tuntutan kehidupan yang begitu kuat menarikku ke dalam pelukan nafsu duniawi. Entah itu benar-benar hanya keinginan nafsu dunia ataukah karena memang realisasi kehidupan yang sudah benar-benar kompleks dengan segala macam tuntutannya sehingga mengharuskan aku harus senantiasa berpacu dengan waktu untuk mencari beberapa keping logam dan lembaran kertas yang bisa aku tukarkan dengan kebutuhan-kebutuhan hidupku dan keluargaku. Walaupun harus bertahan dalam kondisi yang sangat tak nyaman kurasa, namun aku tak pernah punya keberanian untuk beranjak pergi karena di satu sisi ada kewajiban menanti. Sampai-sampai kurasakan banyak kemunduran dalam fungsi organku karena sudah mulai digerogoti penyakit. Pastinya pola hidupku selama ini sudah banyak yang salah sehingga penyakit-penyakitpun mulai hinggap. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Entah, apakah ini merupakan peringatan ataukah sebuah ujian kehidupan yang harus aku hadapi, aku masih terus mencari jawab dari semua pertanyaan itu. Namun yang jelas, aku tidak boleh menyerah pada keadaan dan harus terus berjuang melawan semua kondisi yang tidak mengenakkan ini hingga tetes darah penghabisan. Karena aku tidak mau mengecewakan orang-orang yang aku sayangi. Aku ingin menunjukkan pada mereka bahwa aku akan membahagiakan mereka walaupun perih yang kurasakan telah sangat menyiksa. Dalam kebimbangan aku terus melangkah dan mencoba untuk terus berjalan meski terseok. Aku tidak akan berhenti sampai suatu saat nanti ajal menjemput dan nafasku putus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga saja Tuhan masih memberiku kekuatan dalam setiap hembusan nafasku agar aku bisa berguna dan berarti bagi semuanya. Dan semoga jalan terang dibukakan didepanku dan bisa aku tapaki dengan penuh suka cita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-7178871873544271005?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/7178871873544271005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=7178871873544271005' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7178871873544271005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7178871873544271005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2009/09/celoteh-tolol.html' title='Celoteh tolol'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-3340435881262459634</id><published>2009-09-03T00:35:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T01:40:15.196-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Tabanan-Tuban pp, siapa takuuut...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah rutinitas baru saya lakoni terhitung mulai 15 Agustus 2009. Perjalanan Tabanan -Tuban (baca Denpasar) setiap hari harus saya jalani bersama si "belalang tempur" saya Yamaha F1ZR buatan 2003 (Fotonya dibawah, yang ngendarai itu modelnya khusus datang dari Palembang buat nyoba si "belalang tempur", wekekekek...). Dulu saya tinggal ngekos di Denpasar bersama istri, dan sekarang saya sudah tidak ngekos lagi. Saya mencoba sebuah suasana baru, dan memilih untuk tinggal di kampung halaman saya di Tabanan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/Sp9-BnTdAxI/AAAAAAAAAH8/JV0X-wAW8hw/s1600-h/DSCF4389.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377155046299206418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 192px; CURSOR: hand; HEIGHT: 139px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/Sp9-BnTdAxI/AAAAAAAAAH8/JV0X-wAW8hw/s320/DSCF4389.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan yang kurang lebih saya tempuh 1 jam berkendara dengan kecepan rata-rata 80 km/jam menuju tempat kerja telah membuat saya kembali ke kebiasaan lama bersama si "belalang tempur". Walaupun boleh dibilang sedikit suka ngebut dijalanan, tapi jangan salah lho... saya masih taat peraturan lalu lintas kok, contohnya; berhenti jika lampu merah, jalan jika lampu hijau, dan tancap gas saat lampu kuning biar tidak kena merah....ha..ha...ha...ha......&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir, rasanya memang cukup melelahkan pulang pergi Tabanan-Denpasar setiap hari. Bagaimana tidak, jarak yang ditempuh tiap hari kurang lebih 120-an km. Namun, setelah dilakoni, ternyata asyik juga. Mau tau asyiknya dimana?&lt;br /&gt;Pertama kita liat dari segi positifnya dulu ya.... Pertama, saya jadi lebih terbiasa bangun pagi. Dulu saat masih ngekos di Denpasar, saya malas sekali bangun pagi. Kalau dulu bangunnya bisa Jam 07.15 sekarang dah bisa jam 06.15, hehehehe......selisih 1 jam lumayan kan....wakakakk...&lt;br /&gt;Trus yang kedua, karena di kampung suhunya lebih dingin dari Denpasar jadi kalau mandi pagi selalu dibuatin air hangat, enak toh....??&lt;br /&gt;Yang ketiga, kalau dulu makan siang selalu beli, sekarang bawa dari rumah... lumayan kan bisa ngirit barang 100-200rb sebulan...hehehehe......&lt;br /&gt;Trus kalau pulang kerja (biasanya diatas jam 7 malam), sesampainya dirumah pikiran jadi lebih riang dan segar karena bisa berkumpul dengan keluarga. Disamping itu mungkin juga karena udaranya di rumah masih lebih bagus dibandingkan di Denpasar, makanya badan terasa lebih segar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi, walaupun banyak segi positifnya ternyata ada juga jeleknya pp Tabanan - Denpasar. Jeleknya kalau musim hujan dan kondisi lagi drop, rasanya males banget kalau mau berangkat kerja. Mana si "belalang tempur" kalau kena hujan deras bisa ngadat lagi, makanya kalau sudah cuaca tidak bersahabat seperti itu saya harus siap-siap mencari alternatif. Tapi semua itu masih bisa diatasi, dan semoga saja semuanya berjalan lancar-lancar saja...Mohon doanya ya....biar saya senantiasa selamat di perjalanan...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-3340435881262459634?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/3340435881262459634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=3340435881262459634' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/3340435881262459634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/3340435881262459634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2009/09/tabanan-tuban-pp-siapa-takuuut.html' title='Tabanan-Tuban pp, siapa takuuut...'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/Sp9-BnTdAxI/AAAAAAAAAH8/JV0X-wAW8hw/s72-c/DSCF4389.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-4794656350157558519</id><published>2009-08-06T21:50:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T21:51:35.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Andai aku dia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Malam itu aku pergi ke ATM dekat kantor tempat aku bekerja dengan tujuan mau mengambil beberapa rupiah yang tersisa di saldo rekeningku karena hari itu hanya tersisa 2 lembar pecahan seribu rupiah dan 1 lembar pecahan lima ribu rupiah di dompetku. Aku lihat hp ku, ternyata sudah menunjukkan pukul 19.30 wita. Disana ternyata telah ada 2 orang yang mengantri untuk mengambil uang di mesin yang sama dan beberapa orang lagi mengatri di mesin ATM milik bank yang lain. Aku mendapat antrian yang ketiga.Saat mengantri itulah,seorang pemuda bertubuh kurus, berkulit sawo matang, dengan pakaian yang agak rapi dengan sebuah tanda pengenal tergantung di lehernya, memakai sepatu walaupun sudah terlihat sedikit lusuh mendekatiku dan memberiku sebuah amplop putih yang bertuliskan nama sebuah yayasan dan himbauan untuk bersedekah kepada anak Yatim Piatu. Sejenak aku baca tulisan di amplop tersebut, dan ternyata sama saja dengan yang sering aku baca di amplop yang sering aku terima dari orang yang berbeda setiap kali antri di depan ATM itu. Kemudian aku perhatikan wajah pemuda yang memberiku amplop tadi. Aneh, biasanya aku acuh terhadap orang yang memberi amplop seperti itu sebelumnya, tapi kali itu berbeda. Terlihat raut wajah yang sepertinya menurutku sangat iba,sedih,dan kecewa manakala mengetahui bahwa orang yang keluar dari ruang mesin ATM yang dia harapkan mengembalikan amplop yang telah dia berikan sebelumnya dengan berisi lembaran uang didalamnya. Tapi apa yang dia terima, hanya sebuah kekecewaan karena orang yang keluar dari ruang mesin ATM itu tak mengembalikan amplopnya dan bahkan bersikap acuh,cuek,dan tidak menghiraukannya. Itu pasti bukan yang pertama kali iya temui pikirku. Ya, dari sekian banyak orang yang dia beri amplop,bisa dihitung dengan jari berapa orang yang mengembalikan dan memberi sedekah didalamnya.Dulu aku juga sering mengacuhkan orang yang memberi amplop seperti itu,karena berpikir apakah benar dana yang mereka kumpulkan itu nantinya akan diberikan pada anak yatim ataukah itu merupakan teknik mengemis gaya baru dari sekumpulan pengemis yang terorganisir dan lebih moderen (maaf, bukan maksudku merendahkan, tapi itu dulu yang terlintas dibenakku).Terlepas dari itu semua, malam itu aku benar-benar luruh melihat wajah pemuda lusuh itu. Pikiran negatifku yang pernah ada di benakku seakan-akan sirna melihat wajah pemuda itu. Wajah yang terlihat sedikit legam dan berdebu itu seperti menyiratkan perasaan yang sangat sedih ketika menerima kenyataan orang yang dia harapkan memberi isi pada amplopnya pergi dengan sikap acuh tak mempedulikannya. Saat itulah terlintas dibenakku, betapa menderita bathinnya saat menjalankan tugasnya itu. Aku sempat berpikir, bagaimana seandainya aku yang berada di posisinya, betapa menyakitkan rasanya kenyataan itu.Aku mencoba untuk berpikir positif dan percaya bahwa dana yang iya kumpulkan itu memang benar-benar untuk kegiatan sosial dan amal. Kemudian terpikir olehku, betapa mulianya mereka yang mau mengerjakan tugas tersebut. Mereka rela mengeorbankan perasaan,terhina,diacuhkan,atau bahkan mungkin lebih keji difonis sebagai pengemis modern seperti yang pernah aku pikirkan. Tapi ternyata walaupun begitu,mereka masih mau menjalani pekerjaan itu, mungkin karena kebesaran hati dan keikhlasan hati mereka untuk membantu anak-anak Yatim Piatu yang membutuhkan bantuan. Walaupun mungkin sebagian dari dana yang terkumpul itu tidak sepenuhnya disumbangkan, ya harus kita mengerti juga kalau dia juga manusia yang butuh makan. Tapi terlepas dari itu semua, masalah benar atau tidak dana yang ia kumpulkan itu untuk kegiatan amal, biarlah Tuhan yang akan memutuskan karmanya nanti. Setelah tiba giliranku masuk ke ruang mesin ATM,sambil menunggu uang keluar dari mesin aku selipkan selembar kertas seribu rupiah kedalam amplop yang aku terima tadi. Jangan dilihat jumlahnya, tapi aku benar-benar ikhlas memberikannya. Daripada memberinya sebuah kekecewaan dan penghinaan secara tidak langsung padanya,lebih baik aku kembalikan amplopnya walau hanya terisi selembar seribu rupiah didalamnya. Setelah keluar dari ruangan mesin ATM, aku berikan amplop itu padanya dan kemudian pergi bersama motorku pulang ke kosan dengan pikiran yang masih bergelayut. Andaikan aku yang menjadi dia, sangupkah..?!?!?!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-4794656350157558519?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/4794656350157558519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=4794656350157558519' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4794656350157558519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4794656350157558519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2009/08/andai-aku-dia.html' title='Andai aku dia'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-848058797385153051</id><published>2009-06-01T23:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T00:53:08.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Bersafari di Bali Safari Park</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari sabtu yang lalu, saya bersama istri pergi jalan-jalan ke Bali Safari Park, yang berlokasi di sebelah barat pantai Lebih Gianyar kurang lebih 30 menit berkendara dari Denpasar. Tempatnya cukup strategis dan nyaman untuk dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesampai disana, setelah memarkir kendaraan, saya bersama istri menuju loket pembelian ticket. Harga tiket Rp.85.ooo per orang. Setelah itu kami masuk ke terminal penjemputan. Tak lama menunggu, bus pun datang menjemput dan mengantarkan kami ke terminal lobby barong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342630213571849874" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/SiTV3244LpI/AAAAAAAAAHs/bnRgmgZK5Eg/s320/DSCF0008.jpg" border="0" /&gt; Di lobby barong kita bisa melihat-lihat ikan di dalam akuarium dinding. Ada ikan piranha dan arwana di dalam akuarium yang airnya jernih, bagus sekali kelihatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342626257725693938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/SiTSRmNqH_I/AAAAAAAAAHE/0hBvLpf0YuE/s320/DSCF0012.jpg" border="0" /&gt;Kemudian kita bisa melanjutkan ke bagian lain melewati kios-kios pedagang souvenir dengan nama kios memakai nama bali, seperti kios wayan, kios made, kios nyoman, dan kios ketut. Kalau mau melihat-lihat boleh, apa lagi kalau mau beli, pasti penjualnya senang sekali..he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342626600584380530" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 290px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/SiTSljdigHI/AAAAAAAAAHM/NErJfSewLns/s320/DSCF0019.jpg" border="0" /&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya kita bisa melanjutkan ke terminal safari atau kalau tidak disekitar sana masih bisa melihat-lihat binatang seperti komodo, macan putih, unta, dan lain-lain. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342628747357781826" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 205px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/SiTUig0M_0I/AAAAAAAAAHc/qlyiCa99XZY/s320/DSCF0031.jpg" border="0" /&gt; Kalau mau bersafari, maka kita bisa menuju terminal safari. Tak lama menunggu kita akan dijemput oleh bus untuk dibawa berkeliling areal taman untuk melihat koleksi hewan-hewan langka disana. Mulai dari babi rusa, orang utan, tapir, anoa, gajah, banteng, burung unta, macan, singa, kuda nil dan lain sebagainya. Kita akan ditemani oleh seorang pemandu di dalam bus, yang akan menjelaskan mengenai hewan-hewan yang ada disana. Pokoknya seru....&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342628144520384258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 231px; CURSOR: hand; HEIGHT: 281px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/SiTT_bEkTwI/AAAAAAAAAHU/tO5EbANQWA0/s320/DSCF0035.jpg" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342632082054646418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 256px; CURSOR: hand; HEIGHT: 177px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/SiTXknh5CpI/AAAAAAAAAH0/BonK3Ek7EJk/s320/DSCF0013.jpg" border="0" /&gt; Kalau mau melihat artaksi hewan disana, pada jam 11.00 dan 15.00 ada atraksi gajah, jam 14.00 ada atraksi burung. Kalau mau melihat atraksi gajah kita bisa melihatnya di kampoeng gajah pada jam yang ditentukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342629661347150050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/SiTVXtsP-OI/AAAAAAAAAHk/PjaM3IxpFSI/s320/DSCF0059.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itu dia kisah kami minggu ini. Kalau tertarik menikmati liburan sambil mengenal hewan langka datang aja ke Bali Safari Park, nggak bakalan nyesel dech....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Selamat berlibur... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-848058797385153051?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/848058797385153051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=848058797385153051' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/848058797385153051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/848058797385153051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2009/06/bersafari-di-bali-safari-park.html' title='Bersafari di Bali Safari Park'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/SiTV3244LpI/AAAAAAAAAHs/bnRgmgZK5Eg/s72-c/DSCF0008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-872586093239892792</id><published>2009-04-28T03:48:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T04:20:49.958-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Ternyata asyik juga ya..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hehehehe....&lt;br /&gt;Mau cerita sedikit nich....mau berbagi sedikit kesenangan ya...walaupun hanya secuil kisah hari-hari kemaren, tapi rasanya cukup senang bisa merasakan hal yang baru seperti itu.&lt;br /&gt;Begini ceritanya, bulan lalu saya berhasil menyisihkan sedikit uang, jumlahnya sih nggak banyak cuman 400 ribuan. Trus, saya pikir, kalau uang ini dibiarkan di tabungan di Bank, pasti nggak akan ada penambahan yang berarti, bahkan mungkin berkurang karena potongan biaya administrasi. Nah, trus saya coba untuk mecari peluang agar bagaimana caranya bisa ada tambahan dari uang tersebut. Nah, akhirnya teringat kalau dirumah lagi ada kandang yang kosong, bekas kandang itik yang beberapa bulan lalu mengalami kerugian karena itik banyak yang mati. Trus terlintas di benak saya, kenapa tidak saya coba saja lagi untuk memelihara itik, toh modal 400rb sudah bisa dapat itik 100 ekor. Masalah resiko lihat nanti saja, pikir saya saat itu.&lt;br /&gt;Akhirnya dengan kebulatan tekad, saya beli 100 ekor anak itik seharga Rp.3500 per ekor.  Kemudian saya pelihara selama kurang lebih 28 hari dan 21 hari yang akhirnya laku terjual. Karena pembeliannya berselang seminggu, 50 ekor laku terjual Rp.11000 dan Rp.10000, dan yang saya beli belakangan laku terjual Rp.8000 per ekor. Setelah dihitung, biaya pakannya kurang lebih 250 ribuan. Total biaya kurang lebih termasuk modal pembelian itik Rp.600.000 dan total penjualan Rp.972.000.&lt;br /&gt;Jadi kalau dihitung-hitung kasarannya saya dapat untung Rp.372.000 dalam waktu sebulan. Wah, lumayan......daripada tidak sama sekali.&lt;br /&gt;Senang sekali rasanya punya kegiatan lain yang bsa memberi penghasilan tambahan. Tapi bukan saja karena bisa memberikan uang tambahan, ternyata memelihara itik itu benar-benar kegiatan yang mengasyikkan. Stress  yang ada di kepala karena pekerjaan kantor rasanya sirna manakala melihat itik-itik itu makan dengan gembiranya. Kegitanan ini ternyata mampu membuat saya bangun lebih pagi ketika saya berada di rumah saat libur. Pokoknya menyenagkan sekali......nggak bisa digambarkan.&lt;br /&gt;Ya, mungkin bagi anda, keuntungan materiil yang saya ceritakan diatas tidak seberapa besar, tapi bagi saya tidak terlalu masalah. Karena kegembiraan yang bisa saya rasakan dari kegitan tersebut bagi saya tida bisa dinilai dengan uang.&lt;br /&gt;Kedepan, rencananya saya akan mengembangkan usaha kecil ini ke arah yang lebih serius agar bisa menambah penghasilan. Semoga tidak ada aral melintang. Astungkara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-872586093239892792?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/872586093239892792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=872586093239892792' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/872586093239892792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/872586093239892792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2009/04/ternyata-asyik-juga-ya.html' title='Ternyata asyik juga ya..'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-2108552588594994602</id><published>2009-04-21T02:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T03:14:07.697-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>I am back</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waduh...lama banget rasanya nggak buka blog ini, habis beberapa bulan ini sibuk banget ma kerjaan, sampai-sampai nggak ada inspirasi buat nulis disini. Sekarang mau nulis apa ya....masih bingung juga....kok gini ya sekarang, mood nulis ku susah banget munculnya. Pasti ini gara-gara terlalu capek dikejar target kerjaan yang selalu memburu dan penuh dengan ketidakjelasan serta kecarutmarutan....bussseet...cape deh..&lt;br /&gt;Mungkin mulai sekarang, aku akan nulis lagi dech...semoga aja bisa terus ada inspirasi buat dituangkan.  Untuk mengawali tulisan di bulan ini, aku mau curhat sedikit nich..moga aja ada yang mau ngebaca &amp;amp; urun pendapat.&lt;br /&gt;Sebelumnya mau tanya nich, buat teman-teman yang tinggal di Bali khususnya Denpasar, apakah kalian merasakan cuaca yang begitu panas khususnya dimalam hari belakangan ini?&lt;br /&gt;Terus terang kalau aku sangat terasa dan sangat terganggu sekali. Setiap malam tidur tidak bisa nyenyak, sebentar-sebentar bangun karena kepanasan. Ujung-ujungnya pakai kipas angin, baru akhirnya bisa tidur. Tapi, setelah sekian kali tidur dengan kipas angin yang menyala semalaman, ternyata ketika bangun paginya badan terasa tidak enak. Kepala terasa berat dan sakit. Tapi kalau tidak pakai kipas angin, jendela aku buka masih juga panas. Kira-kira ada ide nggak buat ngatasi kondisi ini?&lt;br /&gt;Wah..ini pasti pengaruh pemanasan global ya...baru sekian saja panasnya sudah bukan main, apalagi kalau semakin parah ya..bussett.....tak terbayangkan.&lt;br /&gt;Soo...mari selamatkan dunia, cegah pemanasan global. Save Our Planet!! Reboisasi. Kurangi emisi. apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-2108552588594994602?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/2108552588594994602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=2108552588594994602' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2108552588594994602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2108552588594994602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2009/04/i-am-back.html' title='I am back'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8235246471089598855</id><published>2009-03-15T19:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T19:53:20.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Lagi M</title><content type='html'>Buseeet....&lt;br /&gt;Dah lama banget ga nulis di blog ini, maklum lagi M sich alias lagi males. Maklum, nggak ada ide yang mau dituangkan, nanti kalau dah ada, saya tulis lagi dech...&lt;br /&gt;Sampai jumpa di lain waktu...bye...bye...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8235246471089598855?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8235246471089598855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8235246471089598855' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8235246471089598855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8235246471089598855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2009/03/lagi-m.html' title='Lagi M'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-132982959773533029</id><published>2009-02-17T03:17:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T03:51:49.986-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Batal bersin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Waduh, lama banget nie udah nggak nulis di blog, soalnya ga pernah ada inspirasi. Buat pembaca, mohon maaf ya kalau tulisan kali ini agak amburadul, soalnya inspirasinya juga dateng saat kondisi lagi amburadul. Badan rasanya agak meriang, kepala sedikit terasa berat, dan hidung rasanya meler, seperti ada sesuatu yang mau mengalir keluar saja rasanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kondisi ini mungkin gara-gara daya tahan tubuh yang lagi down akibat sering kena angin malam. Maklum sekarang jarak kost dengan kantor saya sekarang agak jauh, sekitar 30 menit perjalanan mengendarai sepeda motor kecepatan rata-rata 40 km per jam( hehehe..cuma kira-kira aja sih..), ditambah lagi sekarang musim hujan, dan pulang kantor selalu diatas jam 19.30. Pekerjaan yang dikejar waktu dan kesulitan serta kerumitannya juga menambah beban mental saya sehingga tingkat stress bertambah. Mungkin itu juga yang mempengaruhi kodisi badan menjadi kurang baik. Selain itu, dari dulu saya memang paling rentan terserang flu jika terjadi perubahan musim seperti sekarang ini. Apalagi belakangan ini saya sangat jarang berolahraga, kacau dah...hehehehee.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh iya, mengenai judul tulisan ini mengapa saya tulis batal bersin, ini saya mau sedikit bercerita mengenai kekonyolan saya, mungkin sedikit lucu, mungkin juga tidak buat anda. Begini ceritanya, ketika saya sedang asyik mengerjakan pekerjaan saya dikantor, di dalam ruangan yang suhunya agak dingin (maklum pakai AC bro...), tiba-tiba terasa ada ssuatu yang rasanya mengalir dari hidung saya dan membuat ronggga hidung saya seperti terasa gatal. Karena sadar saya akan bersin, maka cepat-cepat saya ambil selembar tissue di depan saya lalu saya tutup hidung saya dengan tissue tersebut. Maksud hati menutup hidung sekalian sampai ke mulut, maka tissue tersebut saya buka sehingga lebarnya sampai memenuhi muka saya. Ketika bersin,tissue sudah menutupi hidung dan mulut sehingga aman bagi lingkungan (wakakaak....) Tapi ternyata bersinnya tidak cuma sekali tetapi rupanya mau beruntun 2 kali. Terus ketika ingin bersin yang kedua inilah, pas mulut dalam posisi mangap sehingga udara tertarik dari mulut memyebabkan lembaran tissue yang masih menutupi muka saya itu ikut terhisap kedalam. Nah, saat itulah saya merasa seperti agak tersedak sehingga bersin saya pun jadi batal. Saya tidak tahu kemana perginya, kok nggak jadi bersin ya...Saya seketika ingin ketawa rasanya, tapi karena didalam kantor lagi tegang-tegangnya mengerjakan pekerjaan masing-masing, maka saya terpaksa menelan tawa itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya, itulah sedikit kekonyolan saya hari ini, mungkin bisa sedikit menghibur anda yang sudah bersedia berkunjung kesini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin sedikit tips buat anda, janganlah menutup mulut anda dengan tissue, tp pergunakan tangan biar tidak mudah terhisap ke dalam mulut (wakakakaka,.......kacau..). Tapi yang lebih penting, jagalah kesehatan biar tidak seperti saya. (Walaaah.....hujan lagi...19.46 masih dikantor) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-132982959773533029?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/132982959773533029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=132982959773533029' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/132982959773533029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/132982959773533029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2009/02/batal-bersin.html' title='Batal bersin'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-4857657513780612976</id><published>2009-01-19T00:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T02:14:26.504-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>Harus kuat dan keras</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setiap hari perasaan itu selalu datang dan menghantuiku, dan sepertinya akan sealu menghantui sampai aku berani untuk memutuskan dan mengambil sikap yang tepat,entah itu menuruti perasaan itu ataukah mencoba menerima dan mensyukuri segala keadaan dan segala anugrah yang telah diberikan Tuhan kepadaku. Kalau aku boleh jujur, bukannya tidak mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepadaku hingga detik ini, hanya saja bathinku selalu berontak dan bergejolak, ini bukan jalanku, disini bukan tempatku. Tetapi, apa daya aku tak memiliki keberanian sedikitpun untuk mengikuti kata hatiku, karena aku terkadang masih ragu, apakah suara itu benar-benar suara hatiku yang bisa kujadikan lentera hidupku ataukah cuma sekedar letupan perasaan sesaat yang sedang dilanda emosi dan merasa tertekan dengan keadaan yang tidak aku senangi. Diambah lagi keadaan akhir-akhir ini yang kian tidak menentu dan biaya hidup yang semakin mahal, membuat aku harus bisa berpikir dengan kepala dingin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam kegundahan itu, aku selalu mencoba untuk menasihati diriku sendiri dan selalu mencoba untuk melihat dan mencoba menerima sisi baik dari keadaanku saat ini. Terinspirasi dengan kata-kata seorang sahabat "tekun bersyukur" membuat aku merasa sedikit lega dan mampu untuk menghela nafas yang lebih dalam sehingga sepertinya timbul sebuah kekuatan baru yang menyemangati aku untuk terus bertahan dan menghadapi semua tantangan hidup ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Segala tafsir atau mungkin cibiran buat tulisan ini, akan aku terima dengan lapang dada karena ini hanya sebuah ungkapan hati yang lelah. Dan pasti akan lebih menyenangkan rasanya bila ada sahabat yang bisa mengerti dan memberikan sedikit solusi buatku dalam mengatasi kegundahan ini. Tapi aku tidak akan terlalu berharap kepadamu, dan aku tak akan meminta belas kasihanmu sehingga engkau berpura-pura bersimpati padaku. Aku juga tidak mengharapkan nasehat-nasehat, karena aku sudah muak dengan nasehat yang tak pernah bisa aku jalani. Maaf, bukannya aku marah padamu sobat, tapi aku marah pada diriku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah, tapi sudahlah...maaf jika berlebihan, aku terlalu hanyut dalam emosi. Aku sadar,semua ini adalah proses, dan pastinya Tuhan memiliki rencana indah buatku kelak. Sekarang aku harus kuat dan keras pada diriku. Teringat pepatah yang dulu aku lihat tertempel di dinding ruangan seorang manager pemasaran tempatku dulu bekerja; Kalau kita keras pada diri kita maka kehidupan akan lunak terhadap kita, sebaliknya kalau kita lunak terhadap diri kita maka kehidupan yang akan keras terhadap kita. Aku berharap, pepatah ini akan selalu aku ingat dan bisa menjadi penyemangat buatku dalam menapaki kehidupan yang semakin keras ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-4857657513780612976?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/4857657513780612976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=4857657513780612976' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4857657513780612976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4857657513780612976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2009/01/harus-kuat-dan-keras.html' title='Harus kuat dan keras'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8532865385856342591</id><published>2008-12-22T02:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T19:26:09.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>Kalau Tiba Saatnya</title><content type='html'>Suatu masa nanti&lt;br /&gt;Tak seorangpun kan tahu&lt;br /&gt;Jalan panjang yang terlewati&lt;br /&gt;Goreskan kisah penuh kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hati terasa pilu&lt;br /&gt;Terpisah jauh dari sahabat&lt;br /&gt;Entah kapan bisa berjumpa&lt;br /&gt;Bila masih ada waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang berarti&lt;br /&gt;Susah senang silih berganti&lt;br /&gt;Hidup harus dijalani&lt;br /&gt;Semoga jalan diterangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila saat itu nanti&lt;br /&gt;Tak seorangpun kan menangisi&lt;br /&gt;Bila aku telah pergi&lt;br /&gt;Jangan panggil aku kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan aku pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bye..bye.....wakakakakaka........&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hehhehe...dasar, kerjaan banyak, otak stress, jadinya nggak ada inspirasi, makanya posting tulisan yang tak bermakna ini. Sorry ya...dah nyita waktu kamu buat ngebaca tulisan yang tak bermakna ini. Biar ada aja yang aku postingin, thank's buat yang udah baca. Selamat menjalani hari, semoga menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8532865385856342591?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8532865385856342591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8532865385856342591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8532865385856342591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8532865385856342591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/kalau-tiba-saatnya.html' title='Kalau Tiba Saatnya'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6385784862849729657</id><published>2008-12-21T22:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T23:45:31.972-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Kopi susu,Quaker Oat,dan Tissu WC</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aaaaachh...hari senin lagi...seperti biasa, seperti ungkapan yang biasa dikatakan banyak orang, terutama seorang karyawan kantoran yang selalu disibukkan dengan rutinitas yang terkadang membosankan..."I don't like monday", mungkin ungkapan tersebut menggambarkan isi pikiranku saat ini. Ya, bagaimana tidak, bangun pagi dengan kondisi badan yang tidak karuan, hidung meler terus gara-gara pilek. Badan rasanya lemes, tidak bergaerah dan kurang tenaga. Waduh, males banget rasanya pergi ke kantor, apalagi hari ini akan dimulai project baru. Bangun dah kesiangan,trus buru-buru mandi dan gosok gigi. Cepat-cepat pergi ke kantor karena jam sudah menunjukkan pokul 08.00 wita, sampai-sampai aku tak sempat beli makanan untuk sarapan.&lt;br /&gt;Sesampainya dikantor, aku langsung nyalakan komputerku dan seperti biasa sebelum memulai pekerjaan, aku buka email dulu, dan ternyata tidak ada email yang baru. Trus lanjut buka file-file yang ada hubungannya dengan pekerjaan.&lt;br /&gt;Suhu di ruangan aku rasa  sangat dingin, setelah aku cek ternyata 22 derajat. Hidungku yang dari kosan dah meler-meler jadi nambah parah. Ditambah lagi bersin-bersin,waduh jadi malu ma teman-teman. Mana tissu yang biasanya ada di atas meja habis lagi..waduh,...belepotan dah.....&lt;br /&gt;Tapi untunglah otakku masih kreatif, aku ingat di WC kan ada tissu tuh,....hehehe....aku pakai itu aja dulu...lalu aku tarik aja tu gulungan tissu, aku ambil 2 meteran...hehehe...Ada temanku yang ngeliat,trus dia tersenyum melihat kekonyolanku,dan kebetulan dia ada sisa tissu,dan menawarkannya padaku. &lt;jun,tks ya=""&gt;&lt;/jun,tks&gt;(thank's Jun)&lt;br /&gt;&lt;jun,tks ya=""&gt;Lepas dari masalah meler dan hidung blepotan, eh sekarang giliran perut bermasalah. Karena nggak sempat beli makanan, trus ada teman yang nyeduh popmie, busseet...baunya menyengat, jadi lapar juga....aku mulai menelisik sekitar, apa yang sekiranya bisa dimakan buat sarapan. Untunglah, otakku kreatif lagi...wakakakakk....kebetulan ada Quaker oat-nya temenku yang masih sisa, dan jarang dia seduh, "wah...ada yang bisa dimakan nich"..pikirku. Aku mau ngomong ke dia,eh orangnya lagi cuti, waduh gimana nich.....? Ah, tapi kan biasanya  juga aku dah sering minta dan dia selalu ngasi kok, aku pakai aja dulu, nanti aku ganti dah, pikirku.. (Mike, minta dikit ya Quaker oat-nya,hehehe...) Lalu aku ambil gelas, aku isi gula, susu dan sedikit kopi buat ngangetin badanku yang sudah kedinginan dari tadi. Aku tambah sedikit Quaker oat, diseduh air panas didiamkan 5 menit dan selanjutnya.......ssrrrruuupppp aaacchhh.......nikmat....&lt;sorry&gt; hehehehe..&lt;/sorry&gt;&lt;/jun,tks&gt;&lt;br /&gt;&lt;jun,tks ya=""&gt;&lt;sorry&gt;Habis nyeruput minuman campur itu,ternyata pekerjaan baru pun belum jelas instruksinya, mau diapakan. aku pikir,wah... kalau dengerin musik ini pasti tambah muantaapp nich..wakakkak....kebetulan Salmon lagi cuti nich..hehehe...&lt;mon,aku&gt;&lt;/mon,aku&gt;&lt;/sorry&gt;&lt;/jun,tks&gt;(Mon,aku pinjem headsetmu ya)&lt;br /&gt;&lt;jun,tks ya=""&gt;&lt;sorry&gt;&lt;mon,aku&gt;eh, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 15.00 wita, karena pekerjaan belum jelas, akhirnya aku postingkan tulisan ini..wakakkakka...&lt;/mon,aku&gt;&lt;/sorry&gt;&lt;/jun,tks&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6385784862849729657?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/6385784862849729657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=6385784862849729657' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6385784862849729657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6385784862849729657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/kopi-susuquaker-oatdan-tissu-wc.html' title='Kopi susu,Quaker Oat,dan Tissu WC'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8457220741315587647</id><published>2008-12-18T16:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T00:28:49.218-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Segelas Teh Hangat dan Malkis Abon</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tak terasa ini sudah hari Jumat, horee..berarti besok libur. .wakakakka...Pagi ini aku memulai hari dikantor dengan segelas teh pahit,bukannya tanpa gula, tapi  gulanya aku isi sedikit saja. Ditambah sedikit camilan (Malkis Abon),membuat nikmat semakin bertambah. Walaupun biasanya aku sarapan dengan nasi seharga tiga ribuan, tapi hari ini aku mau mencoba dengan sarapan yang beda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku ingin merubah pola hidupku yang akhir-akhir ini aku rasa sudah agak kacau. Makan kurang terkontrol, merokok, olahraga kurang, bahkan tidur juga kurang. Ketika semalam aku terapi pijat akupresur di rumah salah seorang temanku, menurutnya gula darahku tinggi. "Waduh, kalau sudah begini gawat ni",pikirku saat itu. Makanya mulai pagi ini aku berencana mau mengubah pola hidupku ke arah yang lebih sehat. Sebab belakangan ini aku sudah mulai merasakan banyak penyakit sudah singgah ke tubuhku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang membuat aku khawatir, setelah mendengar diagnosa temanku itu aku terbayang dengan salah seorang pamanku. Dia  dulu pernah bekerja di Sebuah Bank Swasta di Bali dan lumayan sibuk dengan pekerjaannya. Saking sibuknya bekerja sampai-sampai ia jarang berolahraga, apalagi setelah ia mengalami cidera tumit karena terjatuh dari atas rumahnya sewaktu memperbaiki genting yang bocor. Nah, mulai saat itu dia sudah jarang berolahraga, dan ketika dia memasuki masa pensiunnya, beberapa penyakit mulai singgah ketubuhnya dari sakit-sakit ringan seperti flu, demam, asam urat, sampai pada kencing manis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengingat aktifitasku juga yang sangat padat dengan pekerjaan dan kebanyakan dikantor,  yang mana setiap hari rata-rata hampir 9 jam duduk menatap komputer dan berpikir, terkadang membuat aku merasa sangat lelah dan capek setelah pulang kerja. Disamping itu karena pulang kerjanya tidak seperti pegawai-pegawai lain yang bisa pulang  jam 5 sore, atau ketika matahari masih bersinar. Setiap hari rata-rata aku selalu pulang kerja diatas jam 7 malam, dan hari sudah gelap. Sehingga rasa malasku pun mendapat angin segar dan membuat aku malas keluar untuk sekedar berjalan-jalan. Keadaan ini baru beberapa lama aku lakoni sudah menimbun banyak penyakit di tubuhku. Dan aku sadari, kalau ini dibiarkan terus pasti akan berdampak sangat buruk buat hidupku dikemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk itu, mulai hari ini aku bertekad ingin kembali ke pola hidup sehat. Apalagi ketika mendengar bosku yang dengan bangganya menceritakan kegiatan olahraganya dengan anaknya, aku merasa iri sekali mendengarnya. Apalagi kemarin dia menantang kami para cataloguer untuk berlomba lari dengan anaknya, rasanya darahku mengalir deras untuk melayani tantangannya. Tapi apa daya, aku sadar kalau saat ini kondisiku tidak seperti dulu lagi. Makanya aku tak berani menerima tantangannya, dan ternyata semua teman-teman sekantorku juga tidak ada yang berani, wah, kacau ni...hehehe... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terlepas dari itu semua, karena aku sudah mulai merasa muak dengan kondisiku yang kian memburuk ini, aku bertekad untuk segera mengatasinya. Programku, aku mau olahraga minimal 2 kali seminggu, aku mau kurangi makan nasi dan makanan yang manis, perbanyak makan buah-buahan, tidak minum minuman beralkohol, tidak merokok, dan banyak minum air putih. Untuk olahraganya, aku berniat mulai besok pagi dengan berlari-lari kecil di pantai kuta sambil refresing dan cuci mata,wakakakaka....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ayo semuanya, mari kita hidup sehat, mari kita berolahraga. Jangan sampai gula darahmu naik juga..wakakakaka.......&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8457220741315587647?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8457220741315587647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8457220741315587647' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8457220741315587647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8457220741315587647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/segelas-teh-hangan-dan-malkis-abon.html' title='Segelas Teh Hangat dan Malkis Abon'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6708661702197470218</id><published>2008-12-08T22:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T16:16:08.715-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Motivasi'/><title type='text'>Si Pacung Masuk Kota</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hehehe....anda pasti tertawa membaca judul tulisan ini. Kalau benar, saya turut gembira karena bisa membuat anda tertawa ataupun hanya tersenyum simpul dengan kekonyolan dari tulisan saya ini. Tulisan ini saya buat untuk mengakomodir saran dari salah satu sahabat saya dan melanjutkan cerita mengenai kisah Si Pacung di postingan terdahulu. Baiklah, saya mulai saja ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu itu bulan Juli tahun 1998, Si Pacung telah menamatkan pendidikannya dari SMP, dan akan melanjutkan ke salah satu SMU terpavorit di kotanya, Tabanan. Waktu itu hanya ada dua orang saja dari SMP nya si Pacung yang mengikuti tes potensi akademik di SMU tersebut. Dia dan salah seorang temannya, sebut saja namanya Arianto. Entah karena apa, teman-teman  dari SMPnya tidak ada lagi yang ikut tes  disana, apa karena sudah memiliki pilihan sekolah yang lain, ataukah takut dengan nama besar SMU N 1 Tabanan. Si Pacung berhasil lolos dari tes potensi akademik tersebut, tapi sayang temannya tidak berhasil. Tapi akhirnya lewat penerimaan jalur NEM, Arianto juga diterima di sekolah tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari pertama masuk sekolah, acara MOS (masa orientasi  siswa) benar-benar mengejutkan. Dengan "pede" nya Si Pacung yang waktu itu memakai celana jeans warna biru, baju kaos oblong dan kaca mata hitam memarkir kendaraanya di tempat parkir yang disediakan. Jam masih menunjukkan pukul 06.30 wita. Banyak kendaraan yang sudah terparkir rapi disana, dan dilihatnya banyak anak-anak murid baru dengan baju kaos putih dan celana atau rok hitam lengkap dengan topi dari kertas koran berlalu lalang. Melihat hal itu, si Pacung tampak keheranan, kemudian ia memberanikan diri bertanya pada salah seorang murid baru yang kebetulan melintas di depannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Selamat pagi, Gus boleh nanya?, kok anak-anak baru pakiannya putih hitam semua, memangnya diberitahu pakaiaanya seperti itu ya?" dengan polosnya si Pacung bertanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"lho kamu tidak tahu ya, MOSnya kan sudah dimulai dari 2 hari yang lalu," jawab si anak itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Aaah, bukannya dipengumuman yang dulu anak baru masuknya hari ini?" dengan muka tampak bingung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Iya, itu pengumuman yang pertama, tapi ketika rapat orang tua murid baru diberitahukan MOSnya dimajukan 2 hari," jawab anak itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Buset dah"....Si Pacung terperanjat. " Ok dech, terima kasih ya infonya" kata si Pacung lalu bergegas menuju motornya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mukanya terlihat merah dan tersirat rasa sedih dan kecewa di wajahnya karena dia tidak mengetahui informasi tersebut gara-gara ayahnya tidak menghadiri rapat orang tua murid. Setelah berpikir sejenak, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah saudaranya yang tinggal di kota tersebut. Disana ia meminjam baju kaos putih dan celana hitam agar bisa mengikuti MOS. Untunglah ada saudara yang rumahnya dekat dengan sekolahnya dan kebetulan memiliki baju dan celana seperti itu. Akhirnya Si Pacung bergegas kembali ke Sekolah barunya walaupun akhirnya sampai disana dia terlambat 10 menit. Dilihatnya teman-teman siswa baru sudah berbaris rapi di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Si Pacung menuju ke podioum tempat siswa-siswa senior yang menjadi panitia MOS berkumpul dan melaporkan diri bahwa dia terlambat. Ternyata dia tidak sendirian, ada 3 orang siswa baru lainnya yang juga mengalami nasib serupa, tidak mengetahui kalau ada perubahan jadwal. Setelah registrasi dan pengecekan kelas, akhirnya mereka diperbolehkan mengikuti MOS tetapi setelah menjalani hukuman terlebih dahulu. Mereka berempat harus lari mengelilingi lapangan tempat anak baru berbaris sambil meneriakkan kata "saya minta maaf, saya bersalah". Hari-hari MOS berlalu dengan keceriaan dan tambahan pengalaman serta teman baru buat si Pacung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari pertama masuk kelas setelah MOS, Si Pacung memilih tempat duduk di bangku deretan paling belakang, sebangku dengan seorang anak laki-laki dari desa Mambang Gede bernama Adi Wirawan yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama si Duren oleh teman-teman sekelasnya gara-gara sewaktu MOS baju kaos yang ia kenakan bertuliskan kata Duren. Mereka cepat akrab dan bisa berteman dengan baik. Si Pacung bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan bersemangat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada satu kisah lucu di kelas satu. Waktu itu ulangan harian mata pelajaran biologi. Guru Biologi adalah seorang Bapak yang umurnya mungkin sudah berkepala lima, berkacamata dan tingginya kurang lebih 160an cm, tetapi orangnya ketat sekali jika ada ulangan. Waktu itu, beliau sedang membagikan soal ulangan, dan seperti yang telah dijelaskan bahwa kalau soal sudah dibagikan tidak ada murid yang boleh berbicara ataupun memberi tahu temannya. Nah, waktu itu ada seorang teman yang bertanya pada Si Pacung tentang berapa jumlah soalnya, namanya Astawa. Dengan berbisik dan memberi isyarat tangan Si Pacung memberi tahu Si Astawa bahwa jumlah soalnya 5 buah. Ternyata bapak guru melihat kelakuan si Pacung, akhirnya pak guru memanggil si Pacung ke depan kelas dan menyuruhnya mengerjakan soal ulangan itu di depan kelas tanpa alas. Walaupun begitu, dia tidak kehilangan akal. Papan tulis pun dijadikan alas untuk menulis, alhasil bolpoin yang digunakannya pun menjadi macet-macetan karena tintanya ditarik gaya gravitasi ke arah yang tidak seharusnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih seperti sewaku duduk di SMP, di rumah Si Pacung juga memiliki tanggung jawab untuk membantu orang tuanya memelihara sapi. Waktu itu orang tuanya memiliki 2 ekor sapi. Setiap siang hari sepulang sekolah, Si Pacung harus pergi ke sawah membawa keranjang besar untuk mencari rumput untuk sapi-sapinya. Mungkin karena kecapaian, kalau malam di cepat tertidur sehingga waktu belajarnya kurang, atau karena teman-temannya rata-rata adalah anak yang pintar-pintar sehingga prestasinya di sekolah tidak secemerlang waktu ia di SMP. Dia hanya bisa meraih rangking 7 di kelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak terasa satu tahun telah dilaluinya,dan dia kini menginjak ke kelas dua. Di kelas dua Si Pacung sudah aktif dengan kegiatan ekstra kurikuler tabuh yang digemarinya. Sering sekali dia ikut dalam setiap kegiatan yang memakai gamelan pengiring di sekolahnya seperti Upacara Piodalan, pembukaan Smasta Cup, mengisi acara dalam acara-acara kesenian di sekolah. Di kelas dua prestasi akademis si Pacung tidak mengalami peningkatan, bahkan turun. Tetapi dia tidak pernah menyalahkan banyaknya kegiatan ekstra kurikuler sebagai penyebabnya. Justru dia bangga bisa ikut terlibat disana. Dia menyadari bahwa banyak hal yang menyebabkan prestasi akademiknya tidak cemerlang, tapi dia bisa enjoy dengan semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cerita sedikit lucu dan agak memalukan terjadi di kelas dua, ketika ulangan umum cawu 2. Waktu itu kebijakan sekolah adalah, pada saat ulangan umum murid-murid peserta ulangan umum murid kelas dua duduk sebangku dengan murid kelas satu. Mungkin maksudnya agar tidak bisa saling bekerja sama, atau agar murid kelas dua merasa malu jika menyontek. Ketika itu Si Pacung duduk bersebelahan dengan anak kelas satu, seorang gadis cantik, berambut panjang, berkulit putih, sebut saja namanya Wika. Kalau dibandingkan dengan kulitnya si Pacung yang hitam legam karena terbakar matahari sewaktu mencari rumput di sawah, mungkin bisa diibaratkan sinta dengan santo, (hehehehe...nggak nayambung). Waktu itu adalah ulangan umum mata pelajaran akuntansi, mata pelajaran yang kurang disukai dan  tidak begitu dipahaminya. Tiba-tiba keringat dingin mengalir deras di jidatnya Si Pacung ketika membaca soal ujian itu. Diam-diam Wika ternayata memperhatikan gelagat si Pacung, dan terlihat oleh si Pacung sebuah senyum manis tersembul dari bibir tipisnya si Wika. Merasa agak gengsi, Si Pacung menghapus peluh di jidatnya dan setelah membalas senyuman si Wika diapun berlagak sok pintar mengerjakan soal itu. Dan luar biasa sekali, ternyata ia bisa menyelesaikan soal itu hanya dalam waktu 45 menit dari waktu yang dialokasikan 50 menit.(wakakakak....itu sih namanya kelamaan broo...) Dan yang paling luar biasa, setelah hasil ulangan itu dibagikan beberapa hari kemudian, ternyata hasilnya sangat mencengangkan, dia mendapat nilai 3 untuk mata pelajaran akuntansi. (huahahahaha...tidak terlalu buruk,untung gurunya masih berbaik hati) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah ulangan umum berakhir, si Pacung masih sering bertemu dengan si Wika. Setiap mereka berpapasan, selalu terlihat senyum simpulnya Si Wika. Terlihat begitu manis, sehingga membuat si Pacung Jatuh hati padanya. Setiap bertemu tidak pernah ada percakapan yang muncul, hanya sebatas sapaan hai saja. Dasar Si Pacung laki-laki polos yang kurang percaya diri gara-gara warna kulit hitamnya, dia tidak berani mendekati dan mengungkapkan isi hatinya pada si Wika. (kacian dech loe...), sampai beberapa minggu kemudian terdengar isu bahwa Si Wika telah berpacaran dengan anak laki-laki kelas sebelahnya. (mungkin Wika bukan jodohmu Cung, jangan sedih, wakakakakak...)   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Naik ke kelas 3 merupakan perpaduan antara kesedihan dan kegembiraan baginya. Sedih karena harus berpisah dengan teman-temannya yang sudah dua tahun sebelumnya bersama-sama di kelas I2 dan II2. Gembiranya karena dia berhasil masuk ke kelas IPA yang dia cita-citakan sejak kelas satu, ia Masuk ke kelas IPA1. Ada kawan baru yang ia dapatkan di kelasnya yang baru. Dan kebetulan di kelas tersebut berkumpul beberapa anak yang biasanya meraih rangking 1 dan 2 di kelas mereka yang dulu, jadi kalau boleh dikatakan merupakan sebuah keberuntungan buat si Pacung bisa sekelas dengan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di kelas 3 inilah, si Pacung mulai agak sedikit bandel. Dia dan bebrapa temannya sering bolos pada saat pelajaran Kimia dan Bahasa Indonesia. Sebenarnya itu bukan murni keinginannya, tapi karena pengaruh teman-temannya. Dia takut dikatakan tidak solider dengan teman-teman karena sebagian besar anak laki-laki di kelasnya bolos saat pelajaran  tersebut. Mereka bolos bukan karena merasa sudah pintar, tapi karena kurang menyukai cara mengajar dari guru mata pelajaran tersebut, katanya terlalu monoton, membuat ngantuk, dan sebagainya. Bahkan pernah, dia dan 9 orang temannya bolos dari pelajaran Bahasa Indonesia satu hari sebelum hari Saraswati. Mereka pergi mendaki ke gunung Batukaru. Eh, ternyata hari itu ada ulangan harian untuk pelajaran tersebut, sehingga mereka harus menempuh ulangan susulan. Beruntunglah bapak guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia orangnya polos. Beliau tidak memarahi mereka dan memberi kesempatan mengikuti ulangan susulan di ruang guru. (oh ya, titipan dari Si Pacung, melalui tulisan ini si Pacung mohon maaf pada bapak guru yang dulu mengajar Bahasa Indonesia dan Kimia di kelas III IPA1 karena sering bolos,hehehehehe..)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak terasa tiga tahun berlalu, dan Si Pacung berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMU Negeri 1 Tabanan dengan hasil yang cukup menggembirakan, walau tidak memiliki prestasi akademik yang cemerlang. Tapi setidaknya dia telah bisa mengikuti semua pelajaran dengan baik, dan berhasil lolos dalam PMDK di Universitas Negeri di Bali yaitu Jurusan Tehnik Mesin Unud. Dan dia merupakan satu-satunya anak yang lulus PMDK di Teknik Mesin Unud, entah karena tidak ada lagi yang mencoba PMDK disana atau entah apa alasannya, dia juga tidak tahu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melalui tulisan ini, Si Pacung ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru di SMU N 1 Tabanan, yang telah sangat berjasa memberikan pendidikan kepadanya sampai dia bisa menyelesaikan pendidikannya. Dia juga mohon maaf atas semua kesalahan dan kebandelannya selama menjadi murid disana. Dan buat teman-temannya, dia juga ucapkan terima kasih serta mohon maaf atas semua kesalahan yang mungkin telah diperbuatnya pada kalian. Semoga persahabatan yang telah terjalin bisa berlanjut untuk selamanya. Sukses untuk semuanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Tamat&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6708661702197470218?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/6708661702197470218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=6708661702197470218' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6708661702197470218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6708661702197470218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/si-pacung-masuk-kota.html' title='Si Pacung Masuk Kota'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-8728430166944666941</id><published>2008-12-08T21:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T21:52:55.068-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Antri Donk..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sedih bercampur geram,perasaan itu bercampur aduk ketika saya melihat tayangan berita di televisi tentang pembagian daging kurban pada hari raya Idul Adha kemarin. Sedih karena melihat demikian banyaknya saudara-saudara kita yang saling berebut untuk mendapatkan jatah daging sampai-sampai mereka melupakan keselamatannya sendiri dan juga orang lain. Saling berdesakan dan bahkan ada yang sampai terinjak-injak ditengah kerumunan masa yang membludak. Apalagi ada banyak anak-anak kecil yang dibawa oleh ibunya berdesak-desakan guna mendapatkan sekerat daging kurban. Sungguh kasihan sekali mereka, tehimpit, panas, dan sesak bahkan banyak yang sampai pingsan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Geram,ya saya akui saya geram melihat prilaku warga dari bangsa kita ini yang kurang bisa tertib dan&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/ST4FktpOuaI/AAAAAAAAAFM/ApAHEEzKwlU/s1600-h/bebek+antri.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277661941610756514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 142px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/ST4FktpOuaI/AAAAAAAAAFM/ApAHEEzKwlU/s320/bebek+antri.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; mau sedikit bersabar. Mengapa mereka tak mau belajar dari kawanan bebek. Seperti yang dulu pernah diiklankan di televisi tentang prilaku bebek yang mau antri, kok justru kita manusia yang memiliki pikiran dan akal sehat tidak mau antri. Apakah karena kronisnya kemiskinan di negeri ini, sehingga mereka benar-benar harus rela berebut guna memperoleh seempal daging itu. Ya, mungkin karena bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan, makan seempal daging merupakan sebuah kemewahan. Jadi kalau dipandang dari sudut pandang mereka, mungkin tidak salah kalau mereka rela berdesak-desakan untuk memperoleh sekerat daging.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hanya saja kalau boleh dihimbau, alangkah akan lebih nyaman kalau hal itu dilakukan dengan tertib dan antri. Keselamatan lebih terjamin dan tidak menimbulkan kericuhan. Dan bagi yang berkurban pun tentunya akan lebih bahagia dan kurbannya membawa barokah. Semoga saja kesadaran masyarakat kita tentang ketertiban segera meningkat agar tidak lagi terjadi korban seperti di Pasuruan beberapa bulan yang lalu. Jangan sampai jatuh lagi korban jiwa gara-gara pembagian sesuatu yang kalau diuangkan nilainya tidak sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan. Dan kepada pemerintah, agar lebih serius dalam upaya pengentasan kemiskinan ini, walaupun berat ditengah himpitan akibat dampak krisis global belakangan ini. Tapi saya yakin, jika pemerintah dan masyarakat bisa saling mendukung, kesulitan apapun pasti bisa teratasi. Semoga Indonesia bisa menjadi negara yang sejagtera,"Gemah ripah loh jinawi" istilahnya orang barat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;gambar diambil dari:&lt;a href="http://4rdl1.wordpress.com/&amp;amp;usg"&gt;http://4rdl1.wordpress.com/&amp;amp;usg&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-8728430166944666941?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/8728430166944666941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=8728430166944666941' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8728430166944666941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/8728430166944666941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/antri-donk.html' title='Antri Donk..'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/ST4FktpOuaI/AAAAAAAAAFM/ApAHEEzKwlU/s72-c/bebek+antri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-5841661735717330948</id><published>2008-12-03T22:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T22:44:52.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info sehat'/><title type='text'>Daun Tapak Liman (Elephantophus scaber L.)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Menurut Endah Lasmadiwati, tapak liman kerap digunakan oleh ibu hamil pada zaman dulu untuk mempercepat proses kelahiran. Sebab, tapak liman yang merupakan k&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;eluarga dari Compositae mempunyai sifat melicinkan. Bahkan beberapa peternak memberikan&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STd7-xkeaII/AAAAAAAAAFE/NX9ix8dDEjk/s1600-h/tapakliman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 166px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STd7-xkeaII/AAAAAAAAAFE/NX9ix8dDEjk/s320/tapakliman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275821806876256386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt; tapak liman pada sapi yang akan melahirkan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Selain punya efek melicinkan, tapak liman juga bertindak sebagai peluruh ken&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;ci&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;ng, penurun panas, peluruh dahak, antioksidan, dan penambah darah. Tapak liman juga b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;erguna untuk mengatasi cacar air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Beberapa Ramuan Tapak Liman: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;                          Kurang darah (anemia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Satu genggam daun tapak liman dicuci hingga bersih. Tumbuk dan tambahkan air matang setengah cangkir. Kocok satu butir kuning telur dengan satu sendok makan madu. Lalu, campurkan kedua bahan tersebut. Minum ramuan satu kali sehari selama satu minggu. &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;                          Cacar air&lt;br /&gt;Temulawak berukuran dua jempol tangan dikupas dan dipotong-potong. Satu jari kencur dikerik, satu jari jahe dan satu jari kunyit dikupas dan dipotong-potong. Dua pohon tapak liman seutuhnya dicuci dan potong-potong. Satu sendok teh asam kawak. Satu sendok makan gula merah disisir halus.&lt;br /&gt;Rebus semua bahan, kecuali gula merah, dengan empat gelas air di api kecil hingga air menyusut sampai setengahnya. Minum ramuan ditambah dengan gula merah, tiga kali sehari masing-masing setengah gelas. &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Demam                          akibat terlalu lelah&lt;br /&gt;Rebus satu genggam daun tapak liman, satu genggam pegagan segar, dua jari temulawak yang telah dikupas dan dipotong-potong, satu sendok teh adas manis, dan satu jari pulosari dengan empat gelas air hingga menjadi dua gelas. Minum ramuan setengah gelas, tiga kali sehari. &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;                          Demam biasa&lt;br /&gt;Cuci bersih satu lembar daun pepaya muda, lima lembar daun waru muda, setengah genggam daun sembung kering, dua pohon tapak liman seutuhnya, tiga pohon kecil meniran segar, satu genggam pegagan segar, satu jari pule, dan satu jari kayu manis. Rebus semua bahan dengan empat gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum tiga kali sehari, masing-masing setengah gelas. &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;                          Keputihan&lt;br /&gt;Satu pohon tapak liman segar seutuhnya dicuci bersih dan dipotong-potong. Ambil seperempat genggam sambiloto, seperempat genggam meniran, tiga lembar daun sirih, satu jari kunyit, dan satu jari temu kunci.&lt;br /&gt;Rebus semua bahan dengan empat gelas air sampai menyusut setengahnya. Minum tiga kali sehari dengan dosis setengah gelas. &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;                          Nyeri haid&lt;br /&gt;Satu pohon tapak liman seutuhnya dicuci bersih dan dipotong-potong. Potong-potong dua jari temulawak, satu genggam daun sambang colok, satu sendok teh asam lama, satu jari kunyit, dan sisir halus satu sendok makan gula merah.&lt;br /&gt;Rebus semua bahan dalam empat gelas air di api kecil hingga menjadi setengahnya. Minum tiga kali sehari sebanyak setengah gelas. &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;                          Memperbesar payudara&lt;br /&gt;Tumbuk hingga halus satu genggam daun tapak liman, satu genggam daun hareuga, dan satu buah pinang muda. Balurkan ramuan pada payudara, kecuali di bagian puting. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;a&lt;span style="font-family:arial;"&gt;rtikel dari: http://klipingut.wordpress.com/2008/01/05/khasiat-ramuan-tapak-dara-tapak-kuda-dan-tapak-liman/&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;gambar:http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&amp;amp;id=63&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-5841661735717330948?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/5841661735717330948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=5841661735717330948' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/5841661735717330948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/5841661735717330948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/daun-tapak-liman-elephantophus-scaber-l.html' title='Daun Tapak Liman (Elephantophus scaber L.)'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STd7-xkeaII/AAAAAAAAAFE/NX9ix8dDEjk/s72-c/tapakliman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-3528938003079938486</id><published>2008-12-03T19:33:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T21:15:51.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>Kesan Pertama Begitu Menggoda, selanjutnya..?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya ingat kalimat itu dari sebuah iklan di televisi. Sebuah kalimat yang sangat menggoda menurut saya, sehingga saya mau mencoba menuangkannya kedalam sebuah tulisan. Tulisan ini hanya sekedar gambaran sifat jelek saya yang ingin saya benahi. Saya terlalu sering dan terlalu mudah tergoda dengan harapan-harapan yang begitu menggiurkan. Entah itu bisa punya rumah mewah lah, punya mobil mewah lah, punya uang banyak, pasif income lah dan sebagainya. Tapi saya rasa itu wajar, karena setiap orang pastilah mendambakan kehidupan yang meyenangkan, bahagia dan berkecukupan. Hanya saja kita harus mau membayar konsekuensi dari apa yang kita impikan itu, yaitu dengan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal memilih sesuatu pun, saya sering merasa begitu terburu-buru untuk memutuskan karena begitu melihat kesan pertamanya saja saya langsung tertartik. Dan ketika sudah saya ambil atau beli yang itu, saya lihat lagi ada yang lebih menarik ingin rasanya saya menukar lagi. Tapi apa daya barang yang sudah dibeli tidak boleh ditukar atau dikembalikan lagi, itu yang sering saya baca di nota ataupun struk pembelian. Apa daya karena uang di kantong yang pas-pasan sehingga saya harus mengubur keinginan itu dan berusaha untuk selalu melihat nilai positif dari apa yang sudah saya pilih atau beli itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya takut kalau sifat itu masih terbawa nanti dalam kehidupan berberkeluarga karena&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STdnE6mEg8I/AAAAAAAAAE8/uFXFL8wrryE/s1600-h/DSCF4202.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 192px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STdnE6mEg8I/AAAAAAAAAE8/uFXFL8wrryE/s320/DSCF4202.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275798822633898946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; katanya rumput tetangga lebih hijau dari rumput dirumah kita. Waduh...kacau ni..mudah-mudahan tidak terjadi. Nanti kalau tetangganya marah karena sapinya ga makan gara-gara rumputnya saya ambil, kan bisa berabe ya,....ampun-ampun, nggak deh...saya ga mau meyengsarakan orang lain hanya untuk kepentingan pribadi. Heehehehe...tenang-tenang, kalau suatu saat nanti saya punya sapi yang banyak, saya akan nanam rumput sendiri dan memeliharanya supaya lebih hijau dari rumput tetangga..wakakakaakakak...kok jadi ngomongin sapi....ngelantur aje ni....dasaarr... dah dulu ya...waakakaakkakak...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-3528938003079938486?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/3528938003079938486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=3528938003079938486' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/3528938003079938486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/3528938003079938486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/kesan-pertama-begitu-menggoda.html' title='Kesan Pertama Begitu Menggoda, selanjutnya..?'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STdnE6mEg8I/AAAAAAAAAE8/uFXFL8wrryE/s72-c/DSCF4202.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-2170809116206742561</id><published>2008-12-03T02:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T02:56:20.801-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guratan hati'/><title type='text'>Sekedar Mimpi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam itu dia tertidur sangat lelap, ketika itu jam yang tergantung di tembok kamarnya menunjukkan pukul 00.30 Wita.  Tiba-tiba sebuah banyangan membentang di depannya, begitu jelas terlihat jalan setapak kecil yang berlumpur karena basah diguyur hujan. Dia berjalan menyusuri jalan kecil itu perlahan-lahan sambil berusaha berpegangan pada semak-semak yang tumbuh di sisi jalan setapak itu. Akhirnya dia sampai juga di ujung jalan itu,dan ternyata aku sudah menunggunya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan kami terbentang sebuah jembatan tua dari kayu yang sudah lapuk dimakan usia. Di bawah jembatan mengalir deras air sungai berwarna keruh karena bercamur dengan lumpur. Air hujan terus mengguyur dan membasahi badan kami berdua. Karena di seberang sana ada sebuah gubuk, akhirnya kami memutuskan untuk segera menyeberang agar segera bisa berteduh disana. Tapi malang, baru aku injakkan kaki kananku di jembatan itu,tiba-tiba jembatan itu roboh. Hampir saja aku dan dia terpelanting masuk ke sungai yang mengalir begitu deras itu. Tapi syukurlah, Tuhan masih melindungi dan menyelamatkan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum hilang debar jantungku yang begitu kencang akibat kejadian tadi, tiba tiba terdengar suara auman harimau dari belakang kami. Sontak saja kami ketakutan karena makin lama suara itu makin terdengar jelas  mendekati kami. Dan akhirnya kami berdua memutuskan untuk menyeberangi  sungai itu dengan turun menerobos derasnya air. Aku berusaha mencari bebatuan yang lebih tinggi sebagai pijakan agar kami tidak tenggelam. Air setinggi pinggang orang dewasa dengan arus yang kuat itu berusaha kami  lewati sambil berpegangan tangan. Sambil menagis ketakutan dia memegang tanganku begitu eratnya seolah enggan untuk dilepaskan. Sebelah tanganku berpegangan pada sebatang bambu  yang kebetulan rebah melintang diatas sungai itu. Sempat dia terpelesat ketika kami berada di tengah-tengah sungai, dan hampir saja pegangan tangannya lepas dari tanganku. Tapi dengan sigap aku menangkap tangannya yang menjulur kearahku. Dengan susah payah akhirnya kami tiba di tepi suangai itu dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di seberang sungai, kami segera menuju gubuk reot yang aku lihat tadi dari seberang. Seorang wanita cantik seumuran dengannya menyambut kami ramah. Senyumnya begitu menawan, setiap lelaki pasti akan jatuh hati jika melihat senyumnya itu. Tiba-tiba pegangan tanganku yang tadi begitu erat memegang tangannya terlepas secara tidak sadar. Aku seperti terhipnotis dengan kecantikan wanita itu. Kemudian wanita itu melambaikan tangannya mangajakku masuk ke dalam gubuk itu. Aku menurut saja, seperti kerbau yang dicocok hidungnya, aku meninggalkan Dia wanita yang tadi bersamaku menyeberangi sungai di depan gubuk. Hujan yang masih deras mengguyur tubuhnya yang berdiri kaku dengan berlinang air mata. Tampak kekecewaan tersirat di bibirnya yang mungil dan pipinya yang tembem itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air matanya terus berlinang, dan membasahi bantalnya sampai akhirnya dia terbangun dari mimpinya. Dia masih menangis tersedu-sedu ketika bangun dari tidurnya itu. Sungguh sebuah kesedihan yang begitu dalam telah menyelimuti hatinya. Keesokan harinya dia menceritakan itu semua padaku, dan aku berkata "sudahlah, itu cuma mimpi biarlah hanya sekedar mimpi. Yang penting kita tetap optimis menjalani semuanya, tidak akan ada halangan bagi kita untuk bersatu. Percayalah!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-2170809116206742561?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/2170809116206742561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=2170809116206742561' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2170809116206742561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/2170809116206742561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/sekedar-mimpi.html' title='Sekedar Mimpi'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-6534589376710532952</id><published>2008-12-02T19:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T19:48:54.409-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Kampanye di tengah sawah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STYA53IhwVI/AAAAAAAAAEs/5CsvrlaKsM8/s1600-h/Baliho+tengah+sawah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 277px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STYA53IhwVI/AAAAAAAAAEs/5CsvrlaKsM8/s320/Baliho+tengah+sawah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275405007563374930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebentar lagi tahun 2009, saatnya pesta demokrasi digelar di negara kita. Para calon legislatif pun sudah mulai mengkampanyekan diri agar bisa terpilih pada pemilu nanti. Banyak cara yang mereka gunakan dalam berkampanye, ada yang bersosialisasi langsung ke masyarakat, ada lewat media cetak maupun elektronik ada lewat spanduk, poster maupun baliho.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu model kampaye yang paling unik yang hari minggu lalu saya temui di daerah Tabanan adalah pemasangan baliho ditengah sawah. Entah apa maksud dari kampanye ini, tapi ini benar-benar menggelitik saya untuk sekedar mengambil gambar. Mungkin dari pembaca ada yang mempunyai interpretasi tentang model kampanye ini, silakan kirim komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya sih tidak terlalu ambil pusing, begitu maraknya kampaye calon anggota legislatif sekarang ini membuat saya merasa bingung mau pilih yang mana. Semua memberikan janji-janji tentang perubahan ke arah yang lebih baik. Tapi kenyataannya sekarang ini apa yang telah diberikan para politisi itu pada rakyat? Kok justru yang lebih mencuat itu korupsinya, minta uang tunjangan dinaikkan, jalan-jalan studi banding keluar negeri, dan sebagainya. Masalah bangsa yang kian banyak dan belum terselesaikan, sepertinya membuat kiprah para politisi menjadi terkubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja kedepan, para politisi yang nantinya duduk di kursi dewan itu bisa benar-benar membawa perubahan ke arah yang dicita-citakan, tidak hanya mementingkan kepentingan sendiri dan partainya saja. Jangan sampai rakyat kecil terus menjadi korban dari kebijakan-kebijakan yang tidak aspiratif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-6534589376710532952?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/6534589376710532952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=6534589376710532952' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6534589376710532952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/6534589376710532952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/kampanye-di-tengah-sawah.html' title='Kampanye di tengah sawah'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STYA53IhwVI/AAAAAAAAAEs/5CsvrlaKsM8/s72-c/Baliho+tengah+sawah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-7212936173938755941</id><published>2008-12-02T00:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T02:17:09.580-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Motivasi'/><title type='text'>Kisah Si Pacung</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STULEPZbLtI/AAAAAAAAAEk/i31FspmFq64/s1600-h/DSCF4205.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275134706014957266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STULEPZbLtI/AAAAAAAAAEk/i31FspmFq64/s320/DSCF4205.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu itu tahun bulan Juli 1995, pagi-pagi buta dia sudah dibangunkan ibunya dari tidur lelapnya karena harus segera bersiap-siap berangkat ke sekolah. Seember air dingin pun telah menanti untuk membersihkan sisa -sisa peluh dan bau tak sedap dari tubuhnya karena iler yang mengering dilengannya. Terdengar suara rentetan ketukan dari gigi-giginya rata karena mulutnya bergetar menahan dingin. Setelah selesai mandi, diapun bergegas lari ke dapur,berjongkok di depan tungku perapian yang sedang menyala untuk mengusir dingin di tubuhnya. Ibunya yang melihat anak laki-laki semata wayangnya itu cuma tersenyum kecil kemudian menyuruhnya untuk segera berganti pakaian karena hari sudah semakin terang dan harus segera berangkat ke sekolah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia masih duduk di kelas satu SPM. Bersekolah di sebuah sekolah negeri yang letaknya kurang lebih sekitar 5 kilometer dari rumahnya itu tiap hari harus ditempuhnya dengan berjalan kaki menyusuri lembah, dan pematang sawah yang becek dimusim hujan dan musim tanam. Terkadang saat pagi masih gelap-gulita, dia bersama temannya berangkat ke sekolah harus dibantu penerangan dengan api dari daun kelapa kering yang dibakar sampai diseberang sungai yang mereka lewati sebelum akhirnya tiba di desa seberang kampungnya. Kalau musim hujan, dia harus berangkat kesekolah tanpa alas kaki karena sepatu satu-satunya yang dia miliki harus dimasukkan ke dalam sebuah kantong plastik dan ditenteng agar tidak basah sampai disekolah. Dan kalau air di sungai yang dia lewati itu sedang deras dan tinggi karena hujan, terpaksa dia harus minta bantuan orang tuanya untuk menyeberangkkannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu itu hanya ada 2 orang saja dari kampungnya yang bersekolah di sekolah yang sama. Bukan karena sekolahnya tidak bagus, tetapi karena penduduk di kampungnya yang seumuran dengannya tidaklah banyak, hanya ada 5 orang dan 3 diantaranya bersekolah di tempat lain. Sekolah itu dipilihnya karena dia menyadari kemampuan orang tuanya dengan perekonomian pas-pasan sehingga tidak mampu menyekolahkanya ke kota. Tapi walaupun demikian, dia tidak pernah merasa minder dengan teman-temannya yang lain yang bisa bersekolah di kota. Dia pikir, sudah bisa bersekolah saja sudah syukur baginya. Dan lagi pula sekolahnya itu juga sekolah negeri, SMP negeri 2 Kerambitan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disekolah dia termasuk anak yang rajin dan pintar. Dia tidak pernah berbuat ulah dan selalu menjadi bintang kelas disetiap akhir catur wulan. Para guru pun banyak yang mengenalnya karena selain sering menjadi juara, dia juga aktif terlibat dalam kegiatan pramuka sebagai pramuka inti. Selain itu dia juga ikut dalam ekstrakurikuler tabuh yang sangat digemarinya. Karena sering maju saat penerimaan raport, dia jadi terkenal juga dikalangan anak-anak putri di sekolah tersebut. Sampai-sampai ada 3 orang cewek sekaligus yang bertandang kerumahnya. Busseett....ternyata dia ada bakat Playboy juga sepertinya sampai-sampai disekolahnya dia digosipkan pacaran dengan salah satu cewek tersebut. Tapi dasar anak yang masih polos, dia tidak menanggapi perasaan cewek tersebut dan malah memberikan wejangan kalau mereka tugasnya adalah belajar, bukan waktunya untuk pacaran. Dan si cewekpun akhirnya bisa mengerti prinsip bocah itu dan tak lama kemudian terdengar gosip cewek tersebut berpacaran dengan anak laki-laki lain teman seangkatannya juga. Dasar...cinta monyet..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Waktu terus berjalan, tak terasa kini dia sudah naik ke kelas dua, dan dia mendapat kelas 2A dari kelas sebelumnya kelas 1E. Di kelas dua ini, teman-teman sekelasnya menunjuknya menjadi ketua kelas, tapi dia menolaknya karena merasa belum siap dan akhirnya menerima jabatan sebagai wakil ketua kelas saja. Di kelas dua ia mulai diikutkan pada kegiatan Patroli Kemanan Sekolah. Setiap sore ada latihan baris berbaris, sehingga akhirnya ekstra kurikuler tabuh tidak bisa dia ikuti karena jadwanya berbenturan. Selain itu kegiatan pramukanya juga sudah mulai padat karena sebagai pramuka inti dia harus ikut membantu para seniornya melatih adik-adik juniornya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disamping kesibukannya disekolah, di rumah pun dia ada kesibukan lain. Setiap sore hari sepulang dari sekolah, dia sering diajak oleh ayahnya pergi ke sawah mencari rumput untuk pakan ternak sapi satu ekor yang dimiliki ayahnya. Dan terkadang, jika sang ayah yang waktu itu menjadi buruh tukang kayu belum pulang dari bekerja, dia sendiri yang harus pegi kesawah mencari rumput dengan membawa keranjang besar yang biasa dipikul ayahnya. Terkadang sampai hari sudah menjelang petang, dia masih asyik menyabit rumput di pematang-pematang sawah di kampungnya, sampai akhirnya sang ayah datang menjemput dan membantu menyelesaikan pekerjaan itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitulah hari-hari yang dia dilewati sampai akhirnya dia naik ke kelas 3A. Di kelas 3 dia ditunjuk menjadi ketua kelas oleh teman-temannya, dan karena teman-temannya begitu antusias memilihnya maka dia bersedia memikul tugas itu. Di kelas 3 ini mulai ada godaan-godaan yang biasa dialami oleh anak yang sedang memasuki masa puber. Rasa ketertarikan pada lawan jenis mulai muncul dan kerap menggodanya untuk berpacaran. Sempat dia merasakan jatuh hati kepada seorang teman cewek, sebut saja namanya Kadek, seorang cewek berambut panjang dengan lesung pipi dan gigi gingsulnya sangat cantik bila tersenyum. Ditambah lagi mereka sama-sama terlibat dalam kegiatan pramuka dan PMR dan PKS, memberikan kesempatan tumbuhnya benih-benih cinta monyet dihatinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah sekian lama mereka dekat dan begitu akrab, dia pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada si Kadek. Bagaikan petir di langit yang gelap, jawaban si Kadek begitu mengejutkan. Dengan jujur dia mengatakan kalau dia sedang dalam tahap perbaikan hubungan dengan pacarnya. Jawaban itu mengejutkan tetapi membuat hatinya terasa terang dengan kejujuran Kadek, dan dia bisa mengerti itu semua walaupun dalam hatinya terus berkata, kadek memendam perasaan padanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cinta yang ditolak tidak membuatnya patah semangat. Justru karena itu dia menjadi sadar dan lebih terpacu untuk menjalani kewajibannya sebagai seorang siswa. Seorang siswa itu tugasnya belajar, bukan pacaran, apalagi usianya masih belasan,belum waktunya. Prinsip itu yang selalu dia pegang sampai akhirnya dia menamatkan pendidikannya di SMP itu dengan prestasi akademis yang membanggakan, dan akhirnya dia diterima di SMA favorit di Kota kelahirannya, Tabanan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-7212936173938755941?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/7212936173938755941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=7212936173938755941' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7212936173938755941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/7212936173938755941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/kisah-si-pacung.html' title='Kisah Si Pacung'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gu1mzhdUwBY/STULEPZbLtI/AAAAAAAAAEk/i31FspmFq64/s72-c/DSCF4205.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-4366467306961059379</id><published>2008-12-01T02:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T00:22:22.960-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Untuk Direnungkan'/><title type='text'>Nafas Kasih</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kasih Adalah Memberi dan Mengampuni&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila engkau berhasil memperoleh cinta Tuhan maka belas kasih-Nya akan melimpah kepadamu. Kasih memberi dan mengampuni, ego menerima dan melupakan. Bila putramu mencuri uangmu, engkau tidak melaporkannya kepada polisi, tetapi bila pembantumu mencuri sebuah sendok, engkau tidak ragu-ragu melakukan hal itu, karena engkau tidak memiliki kasih terhadap pembantumu.Kasih....Kasih...Kasih....Utamakan kasih selama hayat masih di kandung badan. Mengenai diri-Ku sendiri, Aku dapat berkata, Aku melimpahkan berkat (lebih banyak) pada mereka yang mencela, memfitnah, dan mencemarkan nama-Ku daripada mereka yang memuja dan mencintai Aku! Karena mereka yang menyebarkan hal-hal yang tidak benar mengenai diri-Ku memperoleh kegembiraan dari perbuatan itu. Aku bahagia karena Aku adalah penyebab kegembiraan dan rasa senang mereka. Engkau pun harus bersikap demikian dan merasa sangat senang bila ada orang yang memperoleh kegembiraan dengan memfitnah dan mencemarkan nama baikmu. Jangan membalas menjelek-jelekkan orang itu, karena bila demikian rantai kebencian akan membelenggu dan menarik serta menjatuhkan kalian berdua. Hidup akan menjadi suatu tragedi. Taklukkanlah rasa marah dengan ketabahan, atasilah kebencian dengan kasih. Jangan kau puaskan kemarahan pembalasan dendam, jangan kau puaskan kebencian dengan amarah.Manusia adalah citra Tuhan; bila engkau melukai atau merugikan manusia lain yang merupakan replika Tuhan, bila engkau mencampakkannya, mempermalukannya atau bersikap tidak ramah kepadanya, bagaimana Tuhan dapat menganugerahkan rahmat-Nya kepadamu? Bila engkau mengatakan, “Milikku adalah milikku, milikmu adalah milikmu,” maka Tuhan pun akan menjauhkan engkau dari kasih-Nyalah. Annie Besant pernah mengatakan bahwa bukan manusia yang mencari Tuhan, tetapi lebih tepat bila dikatakan bahwa Tuhanlah yang selalu mencari manusia, (yaitu) manusia yang mengasihi dan menolong anak-anak-Nya serta memperlakukan mereka dengan penuh kasih sebagaimana dilakukan-Nya.Usahakanlah agar seluruh hari dalam hidupmu merupakan suatu persembahan kasih yang tiada putus-putusnya, seperti minyak pelita yang menghabiskan dirinya sendiri untuk menerangi sekitarnya. Gunakanlah badanmu untuk bekerja keras, kendalikan inderamu, dan tenangkanlah pikiranmu, itulah proses untuk mencapai status putra-putri keabadian yang telah disediakan oleh Upanishad (pengetahuan tentang Tuhan) bagi umat manusia.Ada orang yang menyukai berbagai cara dan metode seperti misalnya Hathya Yoga, Kriya Yoga atau Raja Yoga yang katanya dapat membantu mencapai kesadaran diri sejati. Tetapi harus Ku-katakan kepadamu bahwa tidak ada satu pun dari cara-cara tersebut dapat membuatmu mencapai kesadaran Tuhan. Hal ini Kutegaskan dengan sungguh-sungguh. Hanya Prema Yoga atau ‘disiplin kasih’ sajalah yang dapat membawamu menuju Tuhan. Aneka yoga tersebut mungkin dapat menenangkan keresahan mental untuk sementara waktu, memperbaiki kesehatan, dan memperpanjang hidup beberapa tahun lagi, tetapi hanya itulah yang dapat mereka hasilkan. Bila tak ada kasih, mereka akan menekanmu seperti beban yang berat; bila engkau mengembagkan kasih, maka engkau dapat menggunakan badanmu untuk menolong orang lain tanpa memperhatikan kepentingan tubuhmu sendiri.Aku akan meninggalkan sebuah amanat untuk kalian renungkan, yaitu amanat prema ‘kasih Ilahi’. Kasih adalah Tuhan, Tuhan adalah kasih, demikian dikatakan, Di mana ada kasih, di situ pastilah Tuhan dapat dihayati dengan jelas. Kasihilah lebih banyak manusia, dengan lebih mendalam; ubahlah kasih itu menjadi pelayanan (seva) dan ubahlah pelayanan itu menjadi pemujaan, itulah wahana ‘latihan rohani’ yang tertinggi.Tidak ada makhluk hidup yang tidak memiliki percikan kasih; bahkan orang gila pun sangat mencintai sesuatu atau seseorang. Tetapi engkau mengetahui bahwa cinta itu hanya pantulan prema swarupa, yaitu ‘perwujudan kasih’ yang merupakan kenyataanmu yang sejati; cinta tersebut hanyalah pantulan kasih Tuhan yang bersemayam di dalam hatimu. Tanpa sumber kasih yang bergelora di dalam hatimu itu, engkau sama sekali tidak akan terdorong untuk mencintai. Ketahuilah sumber itu dan makin lama engkau harus makin mengandalkannya. Kembangkanlah kemungkinan-kemungkinannya, berusahalah merangkum seluruh dunia dengan kasih itu tanpa mengharapkan apa-apa dari mereka yang kau kasihi.Hal paling penting yang harus kau kembangkan adalah kasih. Bila engkau meningkatkan kasih, engkau tidak perlu meningkatkan apa pun juga lainnya.Hiduplah dalam kasih; kasih adalah kehidupan. Tanpa mencintai atau dicintai, tak ada makhluk yang dapat hidup di dunia ini. Kasih itu memelihara dan menguatkan. Kasihilah yang merupakan pendorong di balik semua petualangan, pengorbanan dan keberhasilan. Aku telah datang untuk memulihkan kasih di antara umat manusia, untuk membersihkannya dari kepicikan dan sikap membatasi. Itulah tugas utama dalam usaha menghidupkan kembali dharma. Tidaklah cukup bila hanya berbicara, engkau harus memberi teladan dalam praktek yang sesungguhnya. Bila engkau mencintai atmamu dan bukannya badanmu, engkau akan sadar bahwa atma yang sama merupakan hakikat semua makhluk hidup, karena itu engkau akan mulai mengasihi setiap makhluk sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri. Itulah kesadaran diri sejati yang sesungguhnya. Itulah kesunyatan.Kasih adalah jembatan yang menolong manusia untuk melintas dari kelahiran menuju keabadian, dari kematian menuju kebebasan. Kebebasan akan tercapai bila engkau amat mencintai setiap makhluk sehingga engkau hanya menyadari Yang Esa saja. Benamkan hatimu dalam kasih, benamkan perbuatanmu dalam kebajikan, benamkan perasaanmu dalam belas kasihan; maka engkau yang akan paling cepat mencapai Tuhan.Inilah organisasi yang seluruh kegiatannya dibaktikan untuk mengembangkan kasih semesta. Mulailah melimpahkan kasih pada semua anggota di lingkunganmu, dan sedikit demi sedikit kembangkanlah kasih itu hingga merangkum seluruh umat manusia dan bahkan semua makhluk.Ingatlah, bila kasih ditempatkan di dalam hati, maka iri hati, kebencian, dan dusta tak akan mendapat tempat di dalamnya. Hiduplah dalam kasih, hiduplah dengan kasih, bergeraklah dengan kasih, berbicaralah dengan kasih, berpikirlah dengan kasih, dan bertindaklah dengan kasih. Itulah latihan spiritual yang terbaik dan paling bermanfaat. Jangan kau inginkan kasih dari orang lain sementara engkau sendiri tidak mengasihi orang lain. Kasih bukanlah jalan searah. Kasih untuk semua makhluk harus melimpah dari dalam hatimu secara spontan, melembutkan perkataanmu dan memperindah tindakanmu.Hanya kasihlah yang merupakan jalan untuk mencapai kesadaran non-dualisme. Kasih berarti pelayanan, dan ini berarti latihan rohani, yang artinya adalah perluasan, pengembangan diri, mencapai cakrawala masa kini dan masa akan datang melalui kasih, hingga semuanya dihayati sebagai diri sendiri!Jalan kasih adalah satu-satunya jalan yang menuju Tuhan. Kasih adalah Tuhan, hiduplah dalam kasih, maka semuanya akan baik. Biarkanlah orang lain juga hidup dalam kasih. Kasih hidup dengan memberi dan mengampuni. Ego hidup dengan menerima dan melupakan. Kasih adalah sikap tanpa ego, dan ego adalah sifat tanpa kasih.Untuk memupuk cinta manusia biasa pun engkau akan menghadapi banyak kesulitan dan kesusahan. Karena itu, tidak perlu heran bila untuk memperoleh kasih Tuhan engkau menjumpai banyak kesulitan dan hambatan. Bila engkau melepaskan cintamu pada hal-hal yang lain, akan mudah lah bagimu memperoleh kasih Tuhan, dan engkau tak akan mendapat kesulitan sama sekali.Pelajaran (yang dapat disimpulkan) adalah, mereka yang menginginkan kasih Tuhan harus melepaskan sama sekali semua jenis cinta yang lain. Bila kita benar-benar ingin memperoleh kasih Tuhan, pikiran-pikiran buruk yang ada dalam diri kita harus disingkirkan.Untuk mencapai kesadaran Ilahi, kasih adalah cara yang paling dapat diandalkan. Jangan menyakiti siapa pun juga dengan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Kendalikanlah hawa nafsu, emosi, dan dorongan-dorongan dari dalam dirimu, terutama kemarahan dan ketamakan. Milikilah kepercayaan kepada Tuhan, dan bila imanmu mengalir penuh dengan tiada putus-putusnya, rahmat Tuhan pun akan dilimpahkan kepadamu dengan tiada putusnya.Hormatilah Jnana 'kebijaksanaan' sebagai ayah, cintailah kasih sebagai ibu, darma sebagai saudara, daya ‘belas kasihan’ sebagai sahabat, kemudian shanti 'kedamaian' akan menjadi bagian dari hidupmu. Bergeraklah bersama mereka, hiduplah bersama mereka, janganlah mereka kau tinggalkan atau kau lalaikan.Kasih adalah sumber rahasia semua simpati dan pengabdian tanpa pamrih. Kasih menimbulkan dorongan untuk hidup dalam dan bagi masyarakat. Hal itu adalah kasih semesta yang mengalir dari satu percikan Ilahi menuju ke semua percikan lainnya.Hadapilah kebencian dengan kasih yang memang merupakan pembawaanmu; hadapilah kesedihan dengan keriangan dari dalam dirimu; hadapilah kemarahan dengan tameng kedamaian, yaitu kedamaian batin, pasti engkau akan menang.Puaskanlah keserakahan dengan kasih, maka keserakahan itu akan menyusut. Bila engkau mengasihi orang lain, engkau tak akan berkeinginan untuk menguasainya, engkau tidak akan menginginkan hartanya. Engkau tak akan iri bila ia sukses atau makmur, dan tidak bersenang hati bila ia menderita. Kasih adalah obat penawar racun yang paling mujarab untuk menyembuhkan keserakahan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dikutip dari: Wejangan Sri Satya Sai Baba&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.indoforum.org/showthread.php?t=36428&amp;amp;page=4"&gt;http://www.indoforum.org/showthread.php?t=36428&amp;amp;page=4&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1580782745400643195-4366467306961059379?l=premas-breath.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://premas-breath.blogspot.com/feeds/4366467306961059379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1580782745400643195&amp;postID=4366467306961059379' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4366467306961059379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1580782745400643195/posts/default/4366467306961059379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://premas-breath.blogspot.com/2008/12/nafas-kasih.html' title='Nafas Kasih'/><author><name>dewak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11987195361128634587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_gu1mzhdUwBY/SEiQVPUZg2I/AAAAAAAAABg/NPyTHT1sPPE/S220/dewa+%40klungkung6.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1580782745400643195.post-1343952572867450570</id><published>2008-11-27T23:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T23:59:15.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Yeah..aku kembali..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada pepatah mengatakan, setinggi-tingginya bangau terbang akhirnya kembali ke kubangan juga. Sudah cukup lama Aku tidak nulis di blog ini, karena saking sibuknya dengan pekerjan sehingga kurang inspirasi buat nulis. Tapi kalau boleh jujur, ada satu alasan lagi yang membuat aku jarang nulis disini yaitu karena aku lebih sering nulis di blogku yang lagi satu karena tulisan2ku sebelumnya lebih cocok aku tuangkan disana. Tapi, berhubung ada sesuatu dan lain hal, blog itu tidak bisa aku akses lagi dan akhirnya aku putuskan unuk kembali ke blog ini.&lt;br /&gt;Untuk selanjutnya blog ini akan aku jadikan blog utamaku, kalau teman-teman sudi berkunjung, silakan mampir ke blog ini saja. Walaupun aku tak mampu menyuguhkan teh hangat dan kopi susu disini, sudilah kiranya para sahabat semua mampir untuk sekedar bersapa ria dan berbagi pengalaman. Semoga diantara kita bisa terjalin persahabatan yang erat melalui blog sede
